Bidang Praktik
Reservasi Konsultasi

2024-04-08

Perluasan dukungan hukum menyeluruh yang membantu mulai dari penasihat pencegahan kecelakaan hingga tanggapan pascakejadian
Dengan pengoperasian kantor berskala besar di seluruh negeri, penerjunan lapangan secara real-time pun dimungkinkan bagi perusahaan yang berlokasi di daerah
Gugus Tugas Kecelakaan Berat 'Mengutamakan koeksistensi dengan pelanggan korporasi, membangun menara kendali untuk meningkatkan efisiensi terhadap biaya'
Di tengah diperluasnya pemberlakuan Undang-Undang Penghukuman Kecelakaan Berat Korea Selatan, kalangan firma hukum pun disiagakan.
Sejak Januari lalu Undang-Undang Kecelakaan Berat berlaku pula pada tempat usaha dengan 5 sampai kurang dari 50 pekerja, sehingga tampak ada gerakan memperkuat kebijakan tanggapan. Usaha kecil menengah yang kesulitan bersiap karena masalah biaya dan kekurangan tenaga pun bertambah.
Dikhawatirkan timbul kerugian sekunder bagi perusahaan akibat memanfaatkan situasi mendesak perusahaan di tengah kekacauan pascarevisi undang-undang untuk menetapkan biaya jasa yang berlebihan, atau penerimaan perkara yang tidak bertanggung jawab tanpa persiapan apa pun atas revisi undang-undang.
Grup Hukum Korporasi Firma Hukum Daeryun (Perseroan Terbatas) pada tanggal 8 menyampaikan, "Untuk menyajikan solusi atas masalah ini, kami mengoperasikan 'Tim Gugus Tugas Tanggapan Perkara Kecelakaan Berat'," dan mengungkap strategi "terus melakukan analisis atas undang-undang revisi dan kasus praktik, serta mengirim langsung tim tanggapan ke lokasi kejadian kecelakaan untuk memperkuat daya saing atas perkara kecelakaan berat."
Tim Gugus Tugas Tanggapan Perkara Kecelakaan Berat terdiri atas tim pengacara terspesialisasi ketenagakerjaan di dalam Grup Hukum Korporasi, dan selain pengacara, juga mencakup ahli seperti konsultan ketenagakerjaan dan komite ahli ketenagakerjaan. Tekadnya adalah menanggapi perkara dengan cepat melalui kolaborasi para ahli tiap bidang.
Bila terjadi kasus kematian akibat kecelakaan kerja, dalam praktik pengawas ketenagakerjaan dan polisi yudisial masing-masing menjalankan penyidikan secara terpisah dengan menerapkan pasal hukum yang berbeda. Terutama, sejak tahun ini lingkup penerapan Pasal 6 (ketentuan penghukuman pemberi kerja atau penanggung jawab manajemen) dan Pasal 7 (ketentuan penghukuman ganda) Undang-Undang Penghukuman Kecelakaan Berat Korea Selatan diperluas sehingga nama tindak pidana dapat bertambah.
Seorang pejabat Daeryun menjelaskan, "Karena itu, pentingnya Tim Gugus Tugas Tanggapan Perkara Kecelakaan Berat yang dapat menanggapi baik Kementerian Ketenagakerjaan maupun otoritas penyidik kepolisian pun makin besar."
Daeryun bersikap mencurahkan seluruh tenaga pada penanganan sebelum dan sesudah terjadinya kecelakaan. Melalui penasihat hukum korporasi, ia berencana mengoreksi tepat waktu hal-hal yang berisiko tinggi melanggar hukum dan meninjau surat kontrak, sehingga menurunkan kemungkinan timbulnya sengketa hukum.
Setelah itu, meski terjadi kecelakaan yang tak terhindarkan, kantor cabang yang berlokasi dekat daerah maju lebih dahulu ke lapangan dan menanggapi segera. Terutama, ia diperkirakan menanggapi secara dini dengan cepat melalui kolaborasi organik dengan Grup Hukum Korporasi selaku menara kendali.
Karena golden time penting, penataan sistem agar tanggapan real-time dimungkinkan pun patut dicermati. Tim Gugus Tugas Tanggapan Perkara Kecelakaan Berat menanggapi secara dini per unit kantor cabang di seluruh negeri terhadap investigasi Kementerian Ketenagakerjaan yang menyusul saat kecelakaan terjadi. Isi yang diperbarui secara real-time dibuat dapat dikomunikasikan dengan sistem yang maju. Intinya adalah memberikan bantuan lekat sejak tahap penyidikan.
Ia juga memacu penandatanganan nota kesepahaman (MOU) terkait kecelakaan berat. Melalui kesepakatan, ia bekerja sama dengan perusahaan yang terkena Undang-Undang Penghukuman Kecelakaan Berat, antara lain penasihat hukum untuk tanggapan awal kecelakaan berat dan penyelenggaraan seminar. Saat ini ia telah menjalin kesepakatan dengan banyak perusahaan dan lembaga seperti PT Hi-Fill, PT Kokwang Industry, dan Markas Hadong Bitdream Korea Southern Power Co.
Direktur Daeryun Kim Kuk-il menyampaikan, "Ada tidaknya pelanggaran Undang-Undang Penghukuman Kecelakaan Berat bergantung pada tanggapan awal. Objeknya pun telah diperluas sehingga kini kecelakaan berat akan berlaku pada lebih banyak tempat usaha," dan "karena masih awal pemberlakuan undang-undang, diperlukan tim tanggapan ahli yang berpengalaman praktik kaya atas perkara terkait untuk mendiagnosis dan menganalisis perkara dengan cepat. Di Daeryun, Grup Hukum Korporasi akan menjadi menara kendali dan berkolaborasi organik dengan tiap kantor cabang."
[Baca artikel selengkapnya] - Pemberlakuan diperluas pelanggaran Undang-Undang Penghukuman Kecelakaan Berat… Gugus Tugas firma hukum Daeryun, 'bantuan lapangan segera sebelum dan sesudah kecelakaan'
Semua bidang Sekilas pandang
1/0
Reservasi Konsultasi Kunjungan
Jika ada masalah hukum, konsultasikan dengan pengacara spesialis Litigasi yang melibatkan warga asing di kantor terdekat