
2023-01-25

Memandang kubu oposisi seperti Partai Demokrat sebagai 'kekuatan penghapus kebebasan', memecah rakyat secara ideologis dengan nilai 'kebebasan'
Kim Han-gill "Presiden Yoon berjuang keras demi mewujudkan kebebasan aktif dan kebahagiaan rakyat, sebuah orientasi kebijakan sekaligus metodologi"
[Polinews, wartawan Jeong Chan] Presiden Yoon Suk-yeol pada tanggal 21, dalam 'Laporan Strategi Penggerak dan Capaian Integrasi Nasional', tanpa menyembunyikan pandangannya terhadap partai oposisi dan kubu progresif sebagai "kekuatan yang hendak menghapus dan meniadakan kebebasan", menyampaikan maksud bahwa integrasi nasional itu sulit.
Presiden Yoon, pada sore hari itu dalam
Ia melanjutkan, "Di negara kita, kini juga ada kekuatan-kekuatan yang memiliki pendapat berskala besar yang menuntut agar kebebasan dalam demokrasi liberal konstitusi kembali dihapus dan ditiadakan, sehingga sungguh negara yang integrasi stabilnya benar-benar sulit." Ini menampakkan pandangan bahwa integrasi nasional tidak mudah karena kubu oposisi seperti Partai Demokrat saat ini merupakan kekuatan antikonstitusi yang tidak mengakui 'kebebasan'.
Namun, hal ini menyangkal fakta bahwa kubu oposisi saat ini tidak menyangkal makna demokrasi liberal dan memandang bahwa konotasi 'demokrasi liberal' sudah tercakup dalam istilah 'demokrasi'. Ini dapat dipandang sebagai memecah rakyat secara ideologis, karena hanya menekankan nilai 'kebebasan' versi Presiden Yoon sendiri dan kubu konservatif.
Lebih lanjut, Presiden Yoon berkata, "Jika pemerintah tumbuh pesat dan melakukan lompatan ekonomi, mungkin saja dalam proses itu tercapai semacam integrasi," seraya juga menampakkan maksud bahwa dalam realitas sekarang harus mengejar pertumbuhan ekonomi dengan haluan kebijakan konservatif berbasis kebebasan pasar, alih-alih integrasi.
Meski begitu, Presiden Yoon menyinggung perlunya peredaan konflik, "Jika konflik dan perpecahan sosial parah, nilai produksi kita yang berharga—yang semestinya kita nikmati sebagai kesejahteraan—seluruhnya terkuras untuk bertikai dalam perpecahan dan konflik, sehingga sungguh banyak pemborosan secara sosial, dan karena banyak pula kasus di mana hal-hal yang semestinya dinikmati generasi mendatang habis terpakai sebagai senjata dalam pertikaian ini, maka mengurangi konflik dan perpecahan sosial ini serta membawa rakyat bersatu menjadi satu sungguh tak dapat tidak merupakan hal yang sangat penting bagi kemajuan negara dan penanggulangan krisis."
Ketua Komite Integrasi Nasional Kim Han-gill dalam kesempatan itu melaporkan, "Komite Integrasi Nasional juga menelaah hal-hal yang wajib dan yang dapat dilakukan demi integrasi nasional, lalu memilih strategi penggerak integrasi nasional dan tugas-tugas inti sebagai peta jalan untuk dijalankan selama 5 tahun ke depan. Khususnya, tahun depan pada 2023, dengan menjadikan dua tema, yakni kaum muda dan kelompok lemah secara sosial, sebagai kerangka besar, kami akan memilih tugas-tugas yang berperhatian tinggi bagi rakyat dan relevan dengan zaman, lalu mencari solusinya."
Ia melanjutkan, "Presiden Yoon berjuang keras demi mewujudkan kebebasan aktif dan kebahagiaan rakyat sampai taraf yang tak dapat dibandingkan dengan para presiden lainnya. Integrasi nasional adalah orientasi kebijakan sekaligus metodologi untuk menjabarkan filosofi dan semangat pemerintahan Presiden itu agar terasa nyata bagi anggota masyarakat kita."
Ketua Kim juga berkata, "Setiap kali melihat Presiden yang tak kenal lelah berjuang meski dengan jadwal padat di tengah situasi tak terduga yang berlangsung hari demi hari, perasaan tak enak hati ini pastilah bukan sekadar perasaan saya seorang," seraya menambahkan, "Justru jalan yang tanpa henti mendekat menuju integrasi nasional adalah jalan menuju Republik Korea yang bahagia sekaligus jalan untuk mengantar Presiden Yoon Suk-yeol menjadi presiden yang sukses."
Laporan itu dihadiri antara lain Ketua Komite Integrasi Nasional Kim Han-gill, Pengacara Perwakilan Firma Hukum Heritage Choi Jae-cheon, Guru Besar Universitas Nasional Seoul Lee Woo-young, Dosen Tidak Tetap Institut Pelatihan Legislatif Majelis Nasional Cha In-sun, Guru Besar Universitas Kyung Hee Kim Min-jeon, mantan anggota Majelis Nasional Kim Young-woo, dan Guru Besar Universitas Konkuk Lee Hyun-chul.
Dari anggota komite khusus dan kementerian/lembaga terkait, hadir antara lain Komisioner Ahli Konsorsium Penuaan Sehat Kantor Pusat WHO Han Ji-a, pengacara Choi Bo-yun, Guru Besar Emeritus Universitas Sogang Lim Chae-un, para menteri Kementerian Pertanahan, Pendidikan, Kebudayaan-Olahraga, Ketenagakerjaan, Keamanan Dalam Negeri, Kesehatan dan Kesejahteraan, Kesetaraan Gender dan Keluarga, serta UKM dan Startup, Wakil Menteri Hukum, dan Ketua Komisi Perdagangan yang Adil; sementara dari Kantor Presiden hadir antara lain Sekretaris Senior Urusan Masyarakat Sipil Kang Seung-kyu dan Sekretaris Integrasi Nasional Choi Cheol-kyu.
Baca artikel selengkapnya - Presiden Yoon, di laporan integrasi nasional "Ada kekuatan berskala besar yang hendak menghapus kebebasan, negara yang integrasinya sulit" < Pemerintah < Politik < Isi artikel - Polinews
Semua bidang Sekilas pandang
1/0
Reservasi Konsultasi Kunjungan
Jika ada masalah hukum, konsultasikan dengan pengacara spesialis Litigasi yang melibatkan warga asing di kantor terdekat
Bidang Praktik
Reservasi Konsultasi