Bidang Praktik
Reservasi Konsultasi

2024-11-29
![[칼럼] 예측불가 인생, 우리는 최선을 다할 뿐](/_next/image?url=https%3A%2F%2Fd1tgonli21s4df.cloudfront.net%2Fupload%2Fboard%2Fbroadcast%2F20241129021253535.webp&w=3840&q=100)
Aku duduk di ruang rapat kantor dan memandang ke luar jendela. Sebagai pengacara tahun keenam, aku menangani berbagai perkara, dan terutama ketika membantu menyelesaikan masalah orang-orang yang kesulitan secara ekonomi, aku kembali menyadari bahwa jalan yang telah kutempuh sama sekali tidak sia-sia.
Beberapa hari lalu, cerita (story) Instagram seorang rekan pengacara menggetarkan hatiku. “Dulu aku bahkan tak berani berpikir untuk melamar ke perusahaan ini, kini aku mengunjunginya sebagai anggota panel wawancara.” Ironi waktu yang termuat dalam satu baris tulisan itu kembali membuatku merenungi kedalaman hidup. Beberapa hari kemudian, teman seangkatan sekolah hukum menghubungiku. Katanya ada lowongan di perusahaannya dan ia akan sangat merekomendasikan aku. Perusahaan itu adalah perusahaan yang pernah diimpikan setiap anak muda, dan mungkinkah aku beberapa tahun lalu membayangkan momen seperti ini? Mungkin aku takkan percaya.
Kisah tentang diriku dan sekelilingku seperti ini menunjukkan dengan baik betapa tak terduganya hidup. Aku lulus dari Fakultas Hukum Seoul, dan saat menyiapkan ujian yudisial, pada usia 29 tahun aku masuk wajib militer aktif sebagai prajurit dua. Setelah selesai wajib militer, sembari mengintip peluang kerja di media, secara kebetulan aku mengetahui sistem beasiswa sekolah hukum melalui seorang teman, lalu pada usia 35 tahun aku masuk sekolah hukum, dan belajar dengan penuh semangat sambil menerima pembebasan penuh biaya kuliah dan beasiswa hidup 1 juta won setiap bulan.
Selain itu, aku memiliki riwayat sejak masuk kuliah setiap tahun mengikuti sayembara sastra musim semi (Sinchunmunye), tetapi selama 7 tahun terus gagal, hingga pada percobaan kedelapan akhirnya terpilih. Karya yang terpilih itu, karena aku sedang menyiapkan ujian yudisial tahap kedua sehingga tak sempat menulis karya baru, adalah karya yang sebelumnya gagal yang kuperbaiki sedikit lalu kuajukan. Ironisnya, kebahagiaan tak terduga justru datang pada masa paling sibuk dan berat.
Masa sekolah hukum khususnya adalah waktu yang sangat berharga. Di antara 41 teman seangkatan, akulah yang paling tua, tetapi justru pengalaman itu menjadi kelebihan. Berkat latar belakang sebagai lulusan ilmu hukum, aku dapat belajar dengan lebih leluasa, dan karena itu dapat pula melakukan berbagai kegiatan. Aku ikut dalam dewan penyunting jurnal, klub Kristen, dan beberapa kelompok belajar, serta turut dalam berbagai lomba peradilan semu. Itu adalah 3 tahun yang kuisi dengan padat, dengan menempuh 120 SKS, jauh lebih banyak daripada syarat kelulusan 96 SKS.
Kisah dua teman yang belajar bersamaku pada masa itu pun tak dapat kulupakan. Dari dua teman yang belajar bersama sambil bermimpi menjadi Jaksa (penuntut umum) Korea Selatan, satu orang lulus dan yang lain tidak. Seiring berlalunya waktu, teman yang menjadi jaksa itu setelah pensiun mengetuk pintu sebuah firma hukum tetapi ditolak, sementara di firma hukum itu sudah menempati posisi teman yang dulu gagal dalam ujian jaksa. Hidup kita penuh dengan momen tak terduga seperti ini.
Hidup terkadang seperti kanal musik di YouTube. Sering kali lagu yang diinginkan tidak langsung diputar, tetapi dalam prosesnya justru kita menemukan lagu bagus yang tak terduga. Di dalam momen-momen yang tidak berjalan sesuai rencana, justru kita bertemu jalan yang menuju kebahagiaan lebih besar. Jalan yang semula tidak kita inginkan itu, kemudian terungkap ternyata adalah jalan yang paling cocok bagi kita.
Seperti serial Netflix di mana kejutan berupa peran utama menjadi peran pendukung dan peran pendukung menjadi peran utama terjadi bak keseharian, dalam hidup kita pun tersembunyi alur yang tak terduga. Meski kini Anda merasa seperti peran pendukung, itu bisa jadi merupakan proses menuju peran utama. Kita bergerak menurut jadwal masing-masing, dan langkah yang terkadang tampak terlambat sesungguhnya bisa jadi merupakan waktu yang paling tepat.
Pada saat ini, di 25 sekolah hukum di seluruh negeri, banyak calon praktisi hukum tengah menyiapkan ujian pengacara. Berapa banyak dari mereka yang masih memegang erat mimpi saat masuk kuliah? Namun, ingatlah. Pemenang sejati bukanlah orang yang berlari lebih dulu sejak awal, melainkan orang yang berlari sampai akhir dengan kecepatannya sendiri. Tetes keringat yang Anda tumpahkan sama sekali tidak sia-sia. Ia pasti akan kembali, terkadang sebagai jodoh yang berharga, terkadang sebagai kemampuan yang kokoh, terkadang sebagai peluang yang tak terduga. Setiap momen saat ini adalah batu pijakan yang menuntun Anda ke masa depan yang lebih baik. Karena itu, tetaplah semangat hari ini pun. Sambil membayangkan momen sukacita yang menanti Anda di seberang cakrawala sana. Sebab pada saat ini, setiap baris yang Anda tulis akan segera menjadi satu adegan drama yang mengharukan. Aku dengan tulus mendoakan kelulusan semua orang yang membaca tulisan ini, serta kejayaan yang gemilang menyertai hari depan mereka.
[Baca artikel selengkapnya] - [Kolom] Hidup yang tak terduga, kita hanya berbuat sebaik mungkin (kunjungi)
Semua bidang Sekilas pandang
1/0
Reservasi Konsultasi Kunjungan
Jika ada masalah hukum, konsultasikan dengan pengacara spesialis Litigasi yang melibatkan warga asing di kantor terdekat