Bidang Praktik
Reservasi Konsultasi

2025-02-09
![글로벌 리걸테크 시장 뛰는데…한국은 '제자리 걸음' [대륜의 Biz law forum]](/_next/image?url=https%3A%2F%2Fd1tgonli21s4df.cloudfront.net%2Fupload%2Fboard%2Fbroadcast%2F20250209110615231.webp&w=3840&q=100)
UU Dasar AI, tugas zaman bagi kalangan hukum
Analisis putusan·konsultasi hukum…pemanfaatan AI dipercepat
Terhambat regulasi KBA…tugas komersialisasi menumpuk
Pada bulan Desember tahun lalu, DPR mengesahkan rancangan penetapan 'Undang-Undang Dasar tentang Pengembangan Kecerdasan Buatan (AI) dan Pembentukan Fondasi Kepercayaan' (selanjutnya UU Dasar AI). UU Dasar AI berintikan penyusunan rencana dasar untuk memperkuat daya saing teknologi nasional serta penyiapan pengembangan industri AI dan berbagai kerangka regulasi. Maksudnya adalah melindungi hak, kepentingan, dan martabat rakyat melalui pengembangan AI yang sehat serta pembentukan fondasi kepercayaan, dan mengamankan posisi terdepan di pasar AI dunia. AI terus berkembang secara teknologi dan dimanfaatkan di berbagai sudut kehidupan sehari-hari kita seperti pekerjaan dan waktu luang. Karena itu, di masing-masing bidang pun terus berlangsung diskusi tentang pengamanan daya saing AI dan arah pengembangannya.
Menyambut era AI, kalangan hukum pun menunjukkan minat tinggi terhadap AI. AI hukum menampakkan nilai sejatinya ketika dimanfaatkan dengan tepat. Pertama, pencarian informasi hukum dan putusan yang rumit menjadi mudah. Sebab, teknologi AI menganalisis puluhan ribu putusan yang sesuai dengan masing-masing situasi serta data hukum yang luas, lalu meringkas dan menyediakan informasi yang bermanfaat bagi pengguna. Konsultasi hukum sederhana pun menjadi mungkin. Artinya, konsumen dapat mengakses informasi hukum yang lebih mudah dan lebih tepat.
Di berbagai negara luar, pasar apa yang disebut 'legaltech' yang memadukan layanan hukum dan teknologi mutakhir sudah tumbuh pesat. Amerika Serikat yang lebih dahulu menerima teknologi AI telah memiliki lebih dari separuh firma hukum yang mengadopsi AI dan berada di garis depan peningkatan teknologi. Seiring arus ini, di dalam negeri pun banyak firma hukum aktif mengadopsi AI hukum, tetapi terkena tindakan disipliner dari Asosiasi Pengacara Korea (KBA) atau terhalang berbagai regulasi sehingga bahkan belum melewati ambang komersialisasi.
Menurut Pasal 1 (Misi Advokat) Undang-Undang Advokat Korea Selatan, advokat harus menjadikan pembelaan hak asasi dan perwujudan keadilan sosial sebagai misinya. Hanya memikirkan kepentingan advokat secara pribadi dengan mengabaikan seluruh latar belakang diberikannya kewenangan monopolistik seperti urusan hukum dan hak perwakilan dapat dipandang sebagai pemikiran yang usang.
Apabila AI hukum berhasil bersemayam di pasar hukum dalam negeri, kemampuan penanganan pekerjaan para advokat yang memanfaatkannya secara profesional serta kecepatan penanganan per satuan waktu pun dapat meningkat pesat. Tidak hanya itu, kendala bahasa dan masalah penerapan hukum asing yang selama ini disebut sebagai faktor penghambat dalam proses ekspansi firma hukum Korea ke pasar hukum luar negeri dapat diselesaikan dengan mudah. Aksesibilitas hukum rakyat membaik, sekaligus dapat menciptakan lebih banyak permintaan hukum.
Bersamaan dengan munculnya AI hukum, pasar hukum dalam negeri menyambut titik balik paradigma baru. Modernisasi layanan AI hukum merupakan proses yang tidak lagi dapat dihindari dan dinilai sebagai peluang yang dapat mendatangkan manfaat besar baik bagi pengguna layanan maupun advokat.
Kini adalah tahap ketika semua pihak harus bersama-sama menyatukan tenaga agar teknologi dan sistem layanan AI hukum dalam negeri dapat disempurnakan hingga tingkat kelas dunia. Ini bukan sekadar masalah pilihan menurut ideologi pribadi, melainkan dapat dipandang sebagai tugas zaman baru yang melampaui kerangka yang ada.
[Baca artikel selengkapnya]
Pasar legaltech global bergerak…Korea 'jalan di tempat' [Biz law forum Daeryun] (Kunjungi tautan)
Semua bidang Sekilas pandang
1/0
Reservasi Konsultasi Kunjungan
Jika ada masalah hukum, konsultasikan dengan pengacara spesialis Litigasi yang melibatkan warga asing di kantor terdekat