Bidang Praktik
Reservasi Konsultasi

2025-08-06
![[전문가기고] 보이스피싱, 가해자와 피해자 경계…책임주의 원칙 고려해야](/_next/image?url=https%3A%2F%2Fd1tgonli21s4df.cloudfront.net%2Fupload%2Fboard%2Fbroadcast%2F20250806125640268.webp&w=3840&q=100)
Kejahatan voice phishing semakin canggih. Tidak lagi dapat menipu orang dengan pesan teks yang kasar atau gaya bicara yang kaku seperti dahulu. Ketika menangani perkara pidana nyata, sebagian besar ‘pengumpul’, ‘kurir’, dan ‘penyedia rekening dan USIM’ yang turut serta dalam voice phishing ternyata adalah pemula yang baru memasuki masyarakat atau ibu rumah tangga. Mereka direkrut sesuai syarat kerja yang ditawarkan secara daring setelah mendaftarkan lamaran di situs pencari kerja internet. Awalnya mereka mengerjakan pekerjaan yang tidak terkait voice phishing, tetapi kemudian ditugasi menyerahkan barang dengan dalih ‘dukungan pekerjaan divisi lain’. Selain itu, tren modusnya semakin beragam dan cermat, seperti dengan cara menyamar sebagai lembaga keuangan yang menawarkan pinjaman bunga rendah, atau mendekati dengan dalih akan mengganti kerugian akibat kebocoran data pribadi dari situs tertentu.
Masalahnya, bahkan mereka yang sejak awal tidak berniat turut serta dalam kejahatan seperti ini pun pada akhirnya berstatus tersangka dan terdakwa lalu dihukum pidana. Apabila terungkap fakta bahwa barang yang mereka serahkan sebagai ‘dukungan pekerjaan divisi lain’ ternyata amplop berisi uang korban, dan rekening yang mereka sediakan digunakan untuk menerima uang para korban, instansi penyidik sering kali menganggapnya sebagai turut serta. Sebaliknya, dalang organisasi voice phishing yang sesungguhnya merencanakan dan mengendalikan kejahatan secara struktural tidak mudah terjaring dalam jaring penyidikan
Meskipun ada kerentanan struktural seperti ini, penilaian hukumnya sangat ketat. Menurut kecenderungan belakangan ini, dalil tersangka dan terdakwa bahwa mereka ‘tidak menyadari’ bahwa perbuatan mereka sendiri merupakan perbuatan voice phishing sebagian besar tidak diterima. Karena peringatan dan sosialisasi tentang voice phishing dilakukan secara luas di seluruh masyarakat, dan karena perbuatan transfer rekening serta pengumpulan uang tunai itu sendiri memiliki struktur yang agak tidak normal, sebagian besar berujung pada vonis bersalah dengan alasan ‘mengabaikannya meskipun setidaknya ada celah untuk mencurigai’.
Namun, apakah penilaian seragam seperti ini benar-benar sesuai dengan asas pertanggungjawaban patut dipertanyakan. Modus voice phishing kian licik dari hari ke hari, dan apakah adil menghukum bahkan kasus yang secara lahiriah tampak sebagai prosedur normal dengan dasar ‘kemungkinan menyadari’? Terhadap mereka yang sekaligus menjadi korban nyata dan berstatus tersangka, perlu ditelaah lebih saksama keadaan dan latar masing-masing, serta tingkat penipuan yang dialami.
[Baca artikel selengkapnya]
[Opini Ahli] Voice phishing, batas antara pelaku dan korban…asas pertanggungjawaban harus dipertimbangkan (kunjungi)
Semua bidang Sekilas pandang
1/0
Reservasi Konsultasi Kunjungan
Jika ada masalah hukum, konsultasikan dengan pengacara spesialis Litigasi yang melibatkan warga asing di kantor terdekat