Bidang Praktik
Reservasi Konsultasi

2025-12-26

(Seoul=News1) Han Su-hyun, wartawan = Di tengah berlanjutnya kritik 'penyelidikan sendiri' terhadap Coupang yang secara sepihak mengumumkan hasil penyelidikan sendiri tanpa berkonsultasi dengan pemerintah dan aparat penyidik terkait peristiwa kebocoran data pelanggan, jajaran manajemen termasuk Kim Beom-seok, Ketua Coupang Inc, diadukan lagi atas dugaan menghalangi penyidikan.
Menurut kalangan hukum pada tanggal 26, Firma Hukum Jihyang menyatakan telah mengajukan surat pengaduan ke Kepolisian Metropolitan Seoul atas dugaan menghalangi tugas dinas, menghilangkan barang bukti, dan menghalangi pekerjaan terhadap jajaran manajemen puncak, seperti Ketua Kim dan Direktur Utama Coupang Harold Rogers, dengan mewakili para korban kebocoran data pelanggan Coupang.
Sehari sebelumnya (tanggal 25), melalui pengumuman kepada media, Coupang menyatakan bahwa kasus kebocoran data pribadi kali ini merupakan kejahatan tunggal seorang mantan karyawan. Pihak Coupang menyatakan bahwa menurut hasil penyelidikan sendiri, karyawan tersebut mengakses data 33 juta pelanggan, tetapi hanya menyimpan secara terpisah informasi dari sekitar 3.000 akun di antaranya.
Namun, muncul persoalan bahwa saat penyelidikan tim gabungan pemerintah-swasta dan penyidikan polisi sedang berlangsung, pihak Coupang secara sepihak mengumumkan hasil penyelidikan seolah-olah itu adalah hasil penyidikan resmi. Keandalan isi pengumuman pun dipersoalkan.
Jihyang memandang penyelidikan dan pengumuman hasil oleh Coupang tersebut sebagai upaya menghalangi penyidikan dan tugas resmi pemerintah serta menutupi kejahatan secara terorganisasi, sehingga mengajukan pengaduan tambahan.
Jihyang menyoroti, "Pengumuman 'penyelidikan sendiri' Coupang adalah tindakan yang menipu lembaga negara dan seluruh 33,7 juta warga korban," dan "Ini tak lain adalah tindakan untuk melumpuhkan respons nasional dan menyesatkan penyidikan, bukan sekadar pemberian informasi."
Ia melanjutkan, "Coupang menunjukkan niat untuk menetapkan seluruh tanggung jawab sebagai kejahatan tunggal seorang mantan karyawan, memblokir sejak awal kemungkinan keterlibatan terorganisasi atau kegagalan keamanan sistemik, dan mempersempit cakupan penyidikan," dan "Tak terhapuskan dugaan bahwa ini adalah upaya khas 'memotong ekor' untuk menutupi dalang perkara dan menghindari tanggung jawab jajaran manajemen puncak."
Secara khusus, Jihyang menyoroti klaim bahwa mantan karyawan A telah mengambil sendiri laptop yang dibuang ke sungai sebagai 'tindakan menghalangi peradilan yang serius'.
Jihyang menyatakan, "Ini adalah upaya menguasai lebih dulu dan mencemari barang bukti dengan mengabaikan prosedur perolehan bukti yang sah oleh negara, sekaligus siasat tingkat tinggi untuk merusak kemampuan pembuktian dan daya bukti bukti asli serta membuat penyidikan kacau dengan menyerahkan barang bukti yang tercemar kepada aparat penyidik."
Ia menjelaskan, "Coupang menumbuhkan rasa aman palsu sehingga secara langsung menghalangi tugas perlindungan diri yang penting berupa respons darurat setiap warga, dan membiarkan 33,7 juta warga terpapar tanpa perlindungan terhadap kemungkinan kelumpuhan kehidupan sosial seperti kerugian smishing besar-besaran atau pembekuan rekening."
Ia juga menegaskan, "Harus segera diberlakukan larangan bepergian ke luar negeri terhadap seluruh pengurus dan karyawan Coupang terkait perkara ini, serta segera memulai penyidikan paksa seperti penggeledahan dan penyitaan atas kantor dan tempat tinggal pihak terkait," dan "Ketua Kim yang sedang berada di Amerika Serikat harus segera dipanggil untuk diperiksa, dan jika tidak memenuhi panggilan, harus diupayakan segala cara seperti bantuan hukum pidana internasional."
Sementara itu, meskipun ada pengumuman sepihak dari pihak Coupang, pengajuan gugatan kelompok yang sedang berlangsung di Jihyang serta Firma Hukum Daeryun, LKB Pyeongsan, dan lainnya akan tetap berjalan tanpa perubahan.
Jang Ji-un, pengacara Daeryun, berkata, "Coupang menyelidiki lebih dulu tanpa menyerahkan pelaku penyebar yang telah diamankan kepada aparat penyidik; hal ini menimbulkan kecurigaan penghilangan barang bukti dan sangat berpotensi mendorong distorsi kebenaran," dan "Hal itu tidak berpengaruh apa pun terhadap gugatan kelompok atau pengaduan pidana yang akan berjalan ke depan."
Ia menambahkan, "Karena aparat penyidik sedang menjalankan penyidikan, kemungkinan lembaga negara memercayai atau mengutip hasil penyelidikan sendiri Coupang selaku tersangka sangatlah kecil," dan "Apabila hasil penyelidikan Coupang berbeda dengan fakta yang terungkap melalui penyidikan mendatang, tanggung jawab Coupang justru semakin berat, seperti dugaan penutupan setelah kejadian."
[Baca artikel selengkapnya]
"Pengumuman penyelidikan sendiri Coupang adalah penghalangan penyidikan"…Ketua Kim Beom-seok diadukan lagi
Semua bidang Sekilas pandang
1/0
Reservasi Konsultasi Kunjungan
Jika ada masalah hukum, konsultasikan dengan pengacara spesialis Litigasi yang melibatkan warga asing di kantor terdekat