Bidang Praktik
Reservasi Konsultasi

2026-02-04

Selaras dengan ‘Rancangan Undang-Undang tentang Promosi Industri Kecerdasan Buatan dan Pembangunan Fondasi Kepercayaan (UU Dasar AI)’ yang baru-baru ini diberlakukan, digelar forum kebijakan untuk meninjau ulang kebijakan legal tech.
Menurut Firma Hukum Daeryun, kantor Anggota Parlemen Kwon Chil-seung dari Partai Demokrat Bersama dan Asosiasi Kecerdasan Buatan Korea (Ketua Asosiasi Kim Hyeon-cheol) akan menyelenggarakan ‘Forum Kebijakan Legal Tech untuk Menjamin Hak dan Hak Pilih Rakyat di Era AI’ pada tanggal 9 mendatang di Ruang Seminar 2 Gedung Anggota Parlemen.
Dalam forum ini, selaras dengan perubahan baru pasar hukum seperti legal tech, akan dibahas △pengecekan situasi ekosistem kolaborasi teknologi antara firma hukum dan perusahaan IT △penetapan·revisi undang-undang untuk perkembangan bersama industri legal tech △pembukaan dan standardisasi data hukum di tingkat pemerintah △cara membina startup legal tech kecil-menengah, dan sebagainya.
Dalam acara hari itu, Komisioner Ahli Kebijakan Asosiasi Kecerdasan Buatan Korea Choi Yi-seon menyampaikan presentasi dengan tema ‘Arah Kebijakan Legal Tech di Era AI: Perlindungan Berimbang Hak Pilih Rakyat, Daya Saing Negara, dan Kedaulatan Hukum’. Komisioner Choi berencana memprediksi perubahan pasar hukum akibat penerapan AI dan mempresentasikan usulan kebijakan untuk perlindungan hak dan kepentingan konsumen hukum.
Pada diskusi terarah yang menyusul, Profesor Yang Cheon-su dari Sekolah Pascasarjana Hukum Universitas Yeungnam menjadi moderator, dan Pengacara Daeryun Lee Seo-hyeong ikut serta sebagai peserta diskusi. Pengacara Lee berencana berbagi kasus praktik yang dirasakan di lapangan bersama pejabat Kementerian Kehakiman dan Badan Legislasi Nasional serta perwakilan perusahaan legal tech utama (Lbox·Nexus AI, dan lainnya), dan mencari cara perkembangan bersama industri dan kalangan hukum.
Anggota Parlemen Kwon Chil-seung yang menyelenggarakan forum menyampaikan, "‘UU Dasar AI’ yang baru diberlakukan saja tidak cukup untuk menyesuaikan secara rinci titik benturan antara profesionalitas pengacara dan kapasitas inovasi perusahaan IT," dan "Agar kalangan hukum dan perusahaan ventura dapat lepas dari lingkaran konflik yang menghabiskan tenaga dan melangkah ke perkembangan bersama yang berorientasi masa depan, saya akan berupaya sekuat tenaga dalam penetapan ‘UU Promosi Legal Tech’ dan penyiapan kerangka kelembagaan."
Direktur Pengelola Daeryun Kim Guk-il menyampaikan, "Di era AI yang berubah pesat, inovasi layanan hukum adalah keharusan, bukan pilihan," dan "Sebagai firma hukum yang memimpin legal tech dalam negeri, kami akan berada di garis depan menyampaikan suara nyata lapangan hukum dan membuat alternatif kebijakan yang efektif agar legal tech dapat berkontribusi pada penguatan hak hukum rakyat."
Reporter Lawissue Jin Ga-yeong news@lawissue.co.kr
[Baca artikel selengkapnya]
Lawissue - Daeryun, ikut ‘Forum Kebijakan Legal Tech AI’…“pembahasan perluasan hak pilih hukum rakyat” (kunjungi)
Lawleader - Daeryun, ikut ‘Forum Kebijakan Legal Tech AI’···“pembahasan perluasan hak pilih hukum rakyat” (kunjungi)
Semua bidang Sekilas pandang
1/0
Reservasi Konsultasi Kunjungan
Jika ada masalah hukum, konsultasikan dengan pengacara spesialis Litigasi yang melibatkan warga asing di kantor terdekat