Bidang Praktik
Reservasi Konsultasi

2026-05-15

Menangani pekerjaan transfer dana pembayaran, tetapi berdalih "mengira kerja paruh waktu yang normal"
Polisi "Menggabungkan pengalaman menjadi korban penipuan dan latar belakang pelaporan sukarela…kesengajaan membantu sulit diakui"
Seorang ibu rumah tangga berusia 40-an yang menjalani kerja paruh waktu sampingan diselidiki atas tuduhan turut serta dalam kejahatan voice phishing, tetapi polisi menilai tidak ada kesengajaan dan menjatuhkan keputusan tidak melimpahkan perkara.
Kantor Polisi Paju pada tanggal 14 mengumumkan bahwa pihaknya tidak melimpahkan perkara A, wanita berusia 40-an yang dijadikan tersangka atas tuduhan membantu penipuan, dengan alasan bukti tidak cukup.
Perkara bermula ketika pada 2025 A terseret ke penipuan yang disebut 'misi tim' saat menjalani kerja paruh waktu menaikkan jumlah tayangan YouTube.
Pihak perusahaan memandu bahwa jika lebih dulu menyetor sejumlah uang tertentu lalu menjalankan misi, mereka akan mengembalikan pokok dan keuntungannya, tetapi dari penyelidikan A justru mengalami kerugian jutaan won Korea Selatan.
Setelah itu, perusahaan menawarkan pekerjaan 'kasir' berupa menerima dana pembayaran pelanggan mal belanja atas nama mereka lalu mentransfernya ke rekening yang ditentukan dengan dalih akan menutupi uang kerugian, dan diketahui A menerima pekerjaan itu sambil menganggapnya sebagai pekerjaan penyelesaian (rekonsiliasi) yang normal.
Selama sekitar satu bulan, A mentransfer total senilai sekitar 448 juta won Korea Selatan dalam 171 kali. Namun, seiring terkonfirmasinya dana tersebut sebagai uang kerugian voice phishing, ia diselidiki polisi atas tuduhan komplotan penipuan.
Dalam proses penyelidikan, A berargumen bahwa ia sama sekali tidak mengetahui fakta kejahatan itu. Ia juga menyatakan bahwa tepat setelah menerima kabar dari lembaga keuangan bahwa rekeningnya tampaknya digunakan untuk kejahatan, ia sendiri mendatangi kantor polisi dan melapor secara sukarela.
Polisi menjatuhkan keputusan tidak melimpahkan perkara dengan mempertimbangkan secara menyeluruh antara lain bahwa A juga mengalami kerugian sekitar 4 juta won Korea Selatan akibat penipuan misi tim, bahwa ia sulit cukup memahami struktur kejahatan karena minim pengetahuan keuangan, dan bahwa ia melapor sendiri setelah menyadari transaksi janggal.
Pengacara Wi Dae-young yang bernaung di Firma Hukum Daeryun dan menjadi kuasa hukum A menyatakan, "Belakangan tidak sedikit kasus yang menipu para pencari kerja yang mengalami kesulitan hidup dengan dalih sekadar pekerjaan penyelesaian lalu memanfaatkannya untuk kejahatan," seraya menambahkan, "dalam perkara voice phishing, sering kali isu utamanya adalah apakah pelaku membiarkan (menoleransi) kejahatan padahal mengetahuinya."
Ia menambahkan, "Kami menjelaskan bahwa tidak ada kesengajaan melalui antara lain fakta bahwa klien terlebih dahulu menjadi korban penipuan lalu kembali dimanfaatkan untuk kejahatan, serta pesan yang dipertukarkan dengan pihak lawan."
[Baca artikel selengkapnya]
“Mengira pekerjaan penyelesaian”… ibu rumah tangga 40-an yang terlibat voice phishing tidak dilimpahkan
(kunjungi)Semua bidang Sekilas pandang
1/0
Reservasi Konsultasi Kunjungan
Jika ada masalah hukum, konsultasikan dengan pengacara spesialis Litigasi yang melibatkan warga asing di kantor terdekat