Bidang Praktik
Reservasi Konsultasi

2026-08-21
![[법률돋보기]⑫ 사무장병원, 환수보다 무서운 행정처분…초기 대응이 관건](/_next/image?url=https%3A%2F%2Fd1tgonli21s4df.cloudfront.net%2Fupload%2Fboard%2Fbroadcast%2F20260821043246495.webp&w=3840&q=100)
Melampaui peminjaman nama hingga pembukaan bersama dan MSO
"Respons awal penting… berdampak juga pada hukuman pidana dan lisensi"
Seiring razia terhadap rumah sakit berkedok meluas dari sekadar ada tidaknya peminjaman nama ke arah memverifikasi struktur operasional rumah sakit yang sebenarnya, institusi medis dan tenaga medis dituntut waspada. Khususnya dalam bentuk operasi yang memanfaatkan pembukaan bersama atau perusahaan pendukung manajemen rumah sakit (MSO), apabila peran menurut kontrak berbeda dari manajemen yang sebenarnya, dapat dinilai sebagai rumah sakit berkedok, sehingga muncul catatan bahwa pemeriksaan di muka diperlukan.
Pengacara Jang Se-chang dari Firma Hukum Daeryun pada tanggal 20 menasihati, "Perkara rumah sakit berkedok bukan masalah yang berakhir dengan sanksi pengembalian oleh Badan Asuransi Kesehatan Nasional," dan "karena dapat berdampak tidak hanya pada sanksi administratif seperti hukuman pidana dan penangguhan usaha, tetapi juga pada lisensi tenaga medis, fakta harus dirapikan dengan tepat sejak awal penyelidikan."
Rumah sakit berkedok yang terungkap Badan Asuransi Kesehatan Nasional sejak 2009 hingga tahun lalu berjumlah 1.805 tempat, dengan nilai keputusan pengembalian mendekati sekitar 3 triliun won. Belakangan, seiring beroperasi dalam berbagai bentuk—seperti pembukaan bersama, rumah sakit jaringan, dan perusahaan pendukung manajemen rumah sakit—alih-alih cara tradisional nonmedis meminjam nama dokter, membedakan dukungan manajemen yang sah dari operasi ilegal menjadi isu utama.
Pengacara Jang menjelaskan, "Ada tidaknya rumah sakit berkedok lebih ditentukan oleh siapa yang sebenarnya mengoperasikan dan menguasai rumah sakit daripada sebutan dalam kontrak." Harus dicermati secara menyeluruh pengambilan keputusan utama rumah sakit, penggalangan dana, keputusan perekrutan dan penggajian pegawai, hingga kepada siapa keuntungan jatuh.
Belakangan Mahkamah Agung pun menilai—dalam perkara nonmedis yang secara nyata mengoperasikan rumah sakit perawatan dengan mengatasnamakan badan hukum medis—bahwa operator riil pun dapat memikul tanggung jawab tersendiri terpisah dari pemilik nama pembukaan. Pengacara Jang mengatakan, "Ini putusan yang menunjukkan bahwa siapa yang menjalankan kewenangan pengambilan keputusan dan hak manajemen yang sebenarnya lebih penting daripada nama di permukaan."
Bila dinilai sebagai rumah sakit berkedok, hal itu dapat berlanjut tidak hanya pada pengembalian keuntungan tidak sah asuransi kesehatan, tetapi juga pada sanksi administratif seperti hukuman pidana dan penangguhan usaha. Tergantung perkara, dapat pula berdampak pada lisensi tenaga medis.
Khususnya respons awal penyelidikan penting. Prosedur pengembalian Badan Asuransi Kesehatan, penyidikan polisi/jaksa, dan sanksi lembaga administratif dapat berjalan bersamaan atau berurutan, dan surat pernyataan atau data yang dibuat pada penyelidikan sebelumnya dapat dimanfaatkan sebagai dasar penilaian prosedur berikutnya.
Pengacara Jang mengatakan, "Meskipun menerima pemberitahuan pemeriksaan administratif, jangan menandatangani surat pernyataan atau menyerahkan data akuntansi dalam keadaan belum cukup memastikan fakta," dan "karena pernyataan dan data awal dapat memengaruhi sanksi administratif atau gugatan administratif berikutnya, harus disikapi dengan hati-hati."
Lembaga administratif dan aparat penyidik terutama memverifikasi subjek yang menandatangani kontrak sewa rumah sakit, penanggung biaya pembelian/leasing alat medis, kewenangan perekrutan dan penggajian pegawai, hingga sumber dana operasional dan kepada siapa keuntungan jatuh. Untuk membuktikan bahwa tenaga medis-lah operator sesungguhnya, penting menyiapkan data objektif seperti rincian transaksi keuangan dan data pembayaran gaji.
Institusi medis yang berkontrak dengan MSO pun harus memeriksa apakah pekerjaan dukungan manajemen dilakukan dalam batas yang sah. Bila perusahaan pendukung manajemen ikut campur dalam pengambilan keputusan inti rumah sakit seperti SDM dan keuangan, atau berstruktur mengambil keuntungan berlebihan, dapat berujung pada kontroversi rumah sakit berkedok.
Pengacara Jang menasihati, "Cakupan pekerjaan dukungan manajemen dan dasar penghitungan biaya harus dijelaskan secara jelas dalam kontrak, dan operasi yang sebenarnya harus dikelola agar sesuai isi kontrak."
Ia melanjutkan, "Perkara rumah sakit berkedok tidak berhenti pada pengembalian dana asuransi kesehatan, tetapi dapat berdampak hingga eksistensi institusi medis dan lisensi tenaga medis," dan "hendaknya secara rutin memeriksa struktur pengambilan keputusan mandiri tenaga medis dan arus dana, dan bila penyelidikan dimulai, sejak awal menerima bantuan ahli hukum untuk menyikapi dengan mempertimbangkan secara menyeluruh pengembalian, prosedur pidana, dan sanksi administratif."
Reporter Jeong Ye-jin yejin0311@inews24.com
[Baca Artikel Selengkapnya]
[Sorotan Hukum]⑫ Rumah Sakit Berkedok, Sanksi Administratif Lebih Menakutkan daripada Pengembalian… Respons Awal Menjadi Kunci (Kunjungi)Semua bidang Sekilas pandang
1/0
Reservasi Konsultasi Kunjungan
Jika ada masalah hukum, konsultasikan dengan pengacara spesialis Litigasi yang melibatkan warga asing di kantor terdekat