Bidang Praktik
Reservasi Konsultasi

2022-09-28

Komite Integrasi Nasional yang langsung di bawah Presiden pada tanggal 26 meluncurkan komite khusus kedua, yaitu Komite Khusus Peningkatan Kemudahan Mobilitas Penyandang Disabilitas, di Irum Center, Yeouido.
Melalui siaran pers hari itu, komite khusus menyoroti, "Untuk mewujudkan masyarakat tanpa diskriminasi melalui dukungan terpadu yang disesuaikan bagi penyandang disabilitas, kami mendorong penguatan hak mobilitas penyandang disabilitas, seperti kewajiban mengganti dengan bus lantai rendah saat penggantian·penghapusan bus kota," dan, "Meskipun jaminan kemudahan mobilitas merupakan unsur esensial bagi kemandirian di masyarakat setempat, masih banyak penyandang disabilitas yang mengalami ketidaknyamanan dalam menggunakan sarana transportasi."
Sesuai kebutuhan ini, Komite Integrasi Nasional hari itu meluncurkan komite khusus kedua, yaitu 'Komite Khusus Peningkatan Kemudahan Mobilitas Penyandang Disabilitas'.
Komite Khusus Peningkatan Kemudahan Mobilitas Penyandang Disabilitas beranggotakan total 10 orang dengan Anggota Subkomite Sosial·Budaya Bang Mun-seok sebagai ketua komite khusus, dan disusun dengan berpusat pada para pakar berbagai kalangan serta aktivis sosial yang memiliki keahlian·pengalaman lapangan di bidang kemudahan mobilitas penyandang disabilitas, dan organisasi utama yang dapat mewakili pendapat penyandang disabilitas.
Para anggotanya adalah Profesor Jurusan Psikologi Rehabilitasi Universitas Daegu Gong Maria, Wakil Ketua Asosiasi HAM Penyandang Disabilitas Lesi Otak Korea Yang Yeong-hui, Pekerja Sosial Panti Kesejahteraan Penyandang Disabilitas Cerebral Palsy Kota Seoul Oh Ji-yeong, Sekretaris Jenderal Persatuan Tunanetra Korea Lee Yeon-ju, Ketua Komite Kebijakan Asosiasi Penyandang Cedera Tulang Belakang Korea Lee Chan-woo, Pengacara Choi Bo-yun Firma Hukum Daeryun (Perseroan Terbatas), Anggota Ahli Konsorsium Penuaan Sehat Kantor Pusat WHO Han Ji-a, Ketua Koperasi 'Muui' Hong Yun-hui, dan Sekretaris Jenderal Asosiasi Penyandang Disabilitas Fisik Korea Hong Hyeon-geun.
Selanjutnya, komite khusus akan meninjau kembali persoalan dan solusi dari sudut pandang penerima kebijakan, bukan berpusat pada penyedia, serta mencermati secara saksama kesulitan mobilitas yang dialami sesuai jenis atau tingkat disabilitas.
Melalui siaran pers, komite khusus menyatakan, "Kami akan mencari solusi untuk menciptakan lingkungan yang memungkinkan mobilitas tanpa terputus, bukan hanya keterhubungan jaringan transportasi di dalam·antardaerah, tetapi juga pengurangan kesenjangan kemudahan mobilitas antardaerah dan penyediaan informasi yang disesuaikan," dan, "Bukan hanya memperluas infrastruktur fisik seperti sarana transportasi dan fasilitas penumpang, kami juga akan mengupayakan langkah untuk menyebarkan budaya ramah disabilitas di masyarakat kita agar infrastruktur ini dapat dimanfaatkan."
Terakhir, komite khusus juga menyatakan sikap akan mencari peran yang dapat dijalankannya, seperti keterhubungan antarkementerian, agar rencana jangka menengah-panjang pemerintah terkait peningkatan kemudahan mobilitas penyandang disabilitas terlaksana dengan baik.
Baca isi artikel-https://www.newspim.com/news/view/20220926000294
Semua bidang Sekilas pandang
1/0
Reservasi Konsultasi Kunjungan
Jika ada masalah hukum, konsultasikan dengan pengacara spesialis Litigasi yang melibatkan warga asing di kantor terdekat