Bidang Praktik
Reservasi Konsultasi

2024-10-21

[Wawancara] Kim In-won, Kepala Grup Pidana Firma Hukum Daeryun (Perseroan Terbatas)
Di tengah menyebarnya kejahatan deepfake yang menyunting dan menyebarkan foto orang lain ke dalam materi cabul, dari lingkungan kampus hingga meluas ke sekolah dasar, menengah, dan atas, kalangan hukum mulai menanggapinya secara aktif, antara lain dengan membentuk organisasi khusus baru.
Firma Hukum Daeryun (Perseroan Terbatas) juga menyatakan akan mengerahkan segenap upaya untuk menanggapi kejahatan deepfake yang belakangan melonjak. Rencananya adalah memanfaatkan teknologi mutakhir seperti forensik digital untuk pemeriksaan alat bukti. Untuk pengumpulan bukti, dibentuk tim kejahatan siber yang terhubung dengan grup pemeriksaan alat bukti dan forensik digital. Dengan memanfaatkan secara aktif ruang simulasi pemeriksaan dan sistem ruang sidang, disediakan pembelaan yang melekat pada seluruh prosedur mulai dari tahap penyidikan kepolisian hingga persidangan.
Kepala Grup Pidana Kim In-won menekankan pentingnya bantuan hukum dalam menanggapi kejahatan deepfake.
Berikut tanya jawab dengan Kepala Grup Kim.
-Belakangan masyarakat gempar akibat teknologi deepfake. Teknologi seperti apa dan bagaimana bentuk kejahatannya?
▶Deepfake adalah gabungan kata Deep Learning (pembelajaran mendalam) dan Fake (palsu), yaitu teknologi yang memanfaatkan AI untuk menghasilkan gambar atau materi video yang keaslian dan kepalsuannya tidak dapat dipastikan. Sebagai contoh, apabila wajah aktor terkenal disunting ke tubuh warga yang berjalan di jalan sehingga tercipta video aktor terkenal itu sedang berjalan, itulah video deepfake. Hampir tidak ada kasus penggunaan deepfake secara sehat sekadar untuk hobi. Sering terjadi kejahatan berupa membuat video sunting politikus terkenal untuk mencemarkan nama baik, atau menyunting wajah kenalan untuk membuat video kejahatan seksual lalu menyebarkannya.
-Hukuman apa yang dikenakan bila mengunduh atau menyebarkan materi deepfake?
▶Membuat, menyebarkan, dan menyunting video deepfake semuanya dapat dikenai pidana penjara paling lama 5 tahun atau pidana denda paling banyak 50 juta won menurut Undang-Undang Kekhususan Penghukuman Kejahatan Kekerasan Seksual Korea Selatan. Apabila menyebarkan video dengan tujuan komersial, dapat dikenai pemberatan hukuman berupa pidana penjara paling lama 7 tahun. Kenyataannya, dalam apa yang disebut 'peristiwa Ruang ke-N Universitas Nasional Seoul' yang membuat materi eksploitasi seksual dengan menyunting wajah perempuan sesama alumni ke dalam materi cabul pun, salah seorang terdakwa dijatuhi pidana penjara 5 tahun pada tingkat pertama.
-Apakah sekadar ikut serta dalam ruang obrolan tempat video dibagikan pun dihukum?
▶Saat ini belum ada ketentuan hukuman atas sekadar menonton atau memiliki video deepfake. Namun, karena akibat perkara kejahatan seksual Telegram yang belakangan meningkat muncul pendapat bahwa peserta biasa pun harus dihukum dengan menerapkan sangkaan membantu, sebaiknya sama sekali tidak ikut serta dalam ruang obrolan.
-Bantuan apa yang dapat diberikan pengacara kepada korban kejahatan deepfake?
▶Pada sebagian besar kejahatan seksual siber termasuk deepfake, pengamanan bukti adalah hal yang paling penting, tetapi menjalankannya seorang diri agak sulit akibat jalur peredaran yang tertutup. Pada saat inilah, apabila menerima bantuan pengacara spesialis, pengumpulan bukti untuk membuktikan kerugian menjadi jauh lebih mudah. Dalam kasus Daeryun, kami menjalankan Pusat Forensik Digital untuk mendukung pemulihan data yang telah dihapus atau pengumpulan bukti yang sah mengenai status penyebaran video. Kami juga dapat membantu hingga menghapus data pribadi atau data sensitif lalu menyerahkannya kepada aparat penyidik.
-Nasihat apa yang dapat diberikan ketika terlibat dalam kejahatan seksual siber?
▶Kejahatan seksual siber memiliki ciri tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Karena itu, kejahatan ini sering terjadi dan dapat dihukum dengan menerapkan berbagai sangkaan, sehingga harus ditangani dengan cepat. Bila Anda korban, kami menyarankan untuk menerima bantuan ahli demi pengumpulan bukti yang cepat, sedangkan bila pelaku, sebaiknya berkonsultasi dengan pengacara spesialis untuk memperoleh faktor peringanan hukuman.
[Baca artikel selengkapnya] - "Deepfake adalah kejahatan serius"… kalangan hukum harus menanggapi dengan segenap upaya memanfaatkan teknologi mutakhir (Kunjungi tautan)
Semua bidang Sekilas pandang
1/0
Reservasi Konsultasi Kunjungan
Jika ada masalah hukum, konsultasikan dengan pengacara spesialis Litigasi yang melibatkan warga asing di kantor terdekat