
2024-10-24

Undang-Undang tentang Penghukuman Kejahatan Penguntitan dan sebagainya, yang disebut 'Undang-Undang Penghukuman Penguntitan', tahun ini genap 3 tahun berlaku. Inti undang-undang ini adalah melarang perbuatan yang secara berulang menimbulkan rasa takut pada pihak lawan atau keluarganya tanpa alasan yang sah. Perbuatan menunggu di tempat tinggal atau tempat kerja, meletakkan atau menyerahkan barang, semuanya termasuk 'penguntitan'. Menghubungi menggunakan media sosial dan sebagainya sehingga menimbulkan rasa cemas pada pihak lawan pun dapat dihukum; apabila dugaan penguntitan dinyatakan bersalah, pelaku dapat dikenai pidana penjara paling lama 3 tahun atau pidana denda paling banyak 30 juta won Korea Selatan.
Cakupan penerapan Undang-Undang Penghukuman Penguntitan cenderung semakin luas. Tahun lalu, revisi undang-undang yang isinya menganggap sebagai penguntitan perbuatan menyediakan, menyebarkan, atau mengunggah informasi pribadi kepada pihak ketiga melalui jaringan informasi dan komunikasi juga telah disahkan Majelis Nasional. Baru-baru ini, ditahannya seorang dokter residen yang menyusun daftar nama para dokter yang tidak ikut serta dalam pemogokan kolektif lalu mengunggahnya ke internet, karena dikenai penerapan Undang-Undang Penghukuman Penguntitan, juga dapat disebut sebagai pengaruh revisi undang-undang tersebut.
Inti Undang-Undang Penghukuman Penguntitan adalah 'kesinambungan' dan 'keberulangan'. Seberapa sering dan lama perbuatan penguntitan pelaku berlangsung sehingga menimbulkan rasa takut dan cemas pada korban menjadi syarat penting yang menentukan bersalah atau tidaknya seseorang. Meskipun ada perbuatan penguntitan, jika hanya terjadi sekali, dugaan sulit diakui; dan sekalipun seseorang mendekati korban beberapa kali bertentangan dengan kehendak korban, tidak sedikit pula kasus yang berujung putusan bebas dengan alasan bahwa niat penguntitan tidak seluruhnya terbukti secara jelas.
Masalahnya, tolok ukur yang jelas mengenai penghukuman penguntitan masih belum ada. Konsep 'kesinambungan·keberulangan' itu sendiri agak subjektif, dan penafsiran atas 'rasa takut·rasa cemas' pun mau tidak mau berbeda-beda bergantung pada sudut pandang, sehingga ada keterbatasan. Karena keadaan seperti ini, banyak pula terjadi kasus yang meskipun telah melaporkan penguntitan, fakta kerugiannya tidak diakui. Menurut data Kementerian Hukum, jumlah tersangka yang masuk dalam penyidikan Kejaksaan Korea Selatan sejak berlakunya Undang-Undang Penghukuman Penguntitan telah melampaui 10.000 orang hanya dalam satu tahun terakhir, tetapi sebagian besar ternyata menerima keputusan penuntutan ringkas·tidak dituntut. Proporsi tersangka yang ditahan pun tidak sampai 3%.
Oleh karena itu, apabila Anda mengalami kejahatan penguntitan, Anda harus segera memperoleh bantuan ahli. Pertama, diperlukan upaya mengumpulkan sebanyak mungkin bahan yang dapat membuktikan penguntitan yang berulang·berkesinambungan, seperti catatan panggilan telepon dan media sosial. Selain itu, karena harus dibuktikan bahwa perbuatan penguntitan pihak lawan dilakukan bertentangan dengan kehendak sendiri, menghadapi situasi melalui bantuan pengacara adalah hal yang paling penting.
Sebaliknya, seperti disebutkan sebelumnya, seiring meluasnya objek penghukuman itu sendiri, situasi di mana seseorang secara tidak sengaja ditunjuk sebagai tersangka kejahatan penguntitan pun sangat mungkin terjadi. Khususnya dalam hal Undang-Undang Penghukuman Penguntitan, seiring dihapuskannya delik yang tidak dapat dituntut bila bertentangan dengan kehendak korban, begitu satu laporan diterima, penyidikan harus dijalani tanpa memandang kehendak korban. Oleh karena itu, dalam kasus ini pun perlu berupaya menghadapi secara dini bersama ahli dan menyusun strategi agar dapat terlepas dari dugaan yang tidak adil.
[Baca Artikel Selengkapnya] - '스토킹 처벌법' 시행 3년…올바른 대처 방법은? (Kunjungi)
Semua bidang Sekilas pandang
1/0
Reservasi Konsultasi Kunjungan
Jika ada masalah hukum, konsultasikan dengan pengacara spesialis Litigasi yang melibatkan warga asing di kantor terdekat
Bidang Praktik
Reservasi Konsultasi