Bidang Praktik
Reservasi Konsultasi

2024-10-29

Menurut data statistik yang belakangan dirilis Badan Kepolisian Nasional, jumlah kasus kerugian voice phishing yang terjadi dari Januari hingga Mei tahun ini mencapai total 8.434 kasus, dengan nilai kerugian mencapai 256,3 miliar won. Sejak laporan terkait pertama kali diterima pada tahun 2006, jumlah korban meningkat tajam setiap tahun sehingga voice phishing kini dianggap sebagai persoalan sosial yang serius.
Pemerintah pun menetapkan voice phishing sebagai kejahatan yang menyangkut kehidupan rakyat, mengeluarkan berbagai langkah, dan menggencarkan kegiatan sosialisasi pencegahan, tetapi kerugian tampaknya tak kunjung berkurang. Hal itu karena modus kejahatan makin canggih dengan kecepatan yang kian hari kian tinggi, sampai-sampai berbagai langkah tanggapan menjadi tak berarti.
Strategi para anggota komplotan voice phishing menjadi jauh lebih licin. Logat kaku yang beberapa tahun lalu dijadikan bahan olok-olok di media sudah lama menghilang. Selain nomor telepon palsu, situs web palsu, dan dokumen resmi yang direkayasa, kini muncul pula program jahat. Mereka menjadi mampu meretas ponsel korban dan mengendalikan seluruh situasi sesuka hati. Pembagian peran yang beragam seperti Jaksa (penuntut umum) Korea Selatan, pegawai Badan Pengawas Keuangan, dan petugas layanan perusahaan kartu pun menjadi keharusan.
Persoalannya, seiring modus mereka yang makin cerdik, kasus korban voice phishing yang justru dianggap sebagai pelaku pun kian bertambah. Penulis sendiri telah menyaksikan banyak kasus semacam ini di lapangan. Nyatanya, seorang perempuan berinisial A pada awal tahun ini ditunjuk sebagai kurir pengumpul voice phishing dan menjalani pemeriksaan kepolisian, tetapi setelah ditelaah kronologinya secara rinci, ternyata ia pun seorang korban.
Suatu hari, A menerima kontak dari orang-orang yang menyamar sebagai Jaksa (penuntut umum) Korea Selatan yang menyatakan bahwa ia terlibat kejahatan finansial. Sejak awal mereka mendesak A sambil menyebut ‘kemungkinan penahanan’. Saat itu, A menelepon Badan Pengawas Keuangan dan Kejaksaan Korea Selatan untuk memastikan langsung fakta tersebut, tetapi ini pun ternyata jawaban palsu yang diberikan oleh orang-orang yang telah meretas ponsel A dengan berpura-pura sebagai pegawai. Mereka juga menyuruh A menangkap layar seluruh isi kontak dan melaporkannya, serta menyuruhnya mencatat setiap hari kerugian yang akan diterima apabila mengabaikan instruksi. A yang mengalami gaslighting pada akhirnya mentransfer puluhan juta won kepada komplotan tersebut.
Kejahatan komplotan voice phishing tidak berhenti di situ. Mereka juga memanfaatkan A sebagai kurir pengumpul uang tunai. Karena itu, meski A seorang korban, ia sekaligus harus menjalani pemeriksaan kepolisian berstatus tersangka. A yang diproses atas sangkaan penipuan untungnya memperoleh keputusan tidak bersalah, tetapi kerugian atas puluhan juta won yang telah lenyap tidak dapat dipulihkan dengan semestinya.
Kasus yang memikat orang dengan iming-iming pekerjaan pun tidak sedikit. Caranya adalah mengunggah lowongan kerja seolah perusahaan biasa untuk merekrut orang lalu membebankan tugas sebagai kurir pengumpul. Alur umumnya adalah pada awalnya memberikan tugas yang dijanjikan, lalu ketika kepercayaan telah terbangun, menyuruh melakukan tugas mengantarkan uang tunai dengan berbagai alasan. Yang menjadi sasaran utama adalah para pemula di dunia kerja atau orang berusia 30-an dan 40-an yang sangat membutuhkan pekerjaan karena alasan ekonomi. Namun, berbeda dengan kasus A yang dirinya sendiri juga mengalami kerugian ekonomi besar, kasus semacam ini dapat dikatakan memiliki kemungkinan hukuman yang cukup tinggi. Sebab, seseorang harus membuktikan bahwa ia sama sekali tidak menyadari fakta bahwa dirinya terlibat kejahatan, dan proses ini sama sekali tidak mudah.
Karena itu, apabila dengan cara apa pun Anda terlibat kejahatan voice phishing, Anda harus segera mengambil langkah cepat. Untuk kurir pengumpul, karena pembuktian ‘kesengajaan’ sangat memengaruhi penilaian bersalah atau tidaknya, Anda harus menyusun dan menegaskan secara logis situasi yang menguntungkan diri Anda di hadapan lembaga penyidik atau di pengadilan. Korban pun perlu menempuh prosedur pelaporan dengan cepat dengan bantuan kuasa hukum profesional lalu mengumpulkan bukti yang dapat membantu penangkapan pelaku.
[Baca Artikel Selengkapnya] - ‘Dari korban menjadi pelaku’, modus voice phishing yang kian hari kian licin… bagaimana cara menanggapinya? (buka tautan)
Semua bidang Sekilas pandang
1/0
Reservasi Konsultasi Kunjungan
Jika ada masalah hukum, konsultasikan dengan pengacara spesialis Litigasi yang melibatkan warga asing di kantor terdekat