Bidang Praktik
Reservasi Konsultasi

2024-11-06

Sebagian besar korban rakyat kecil, ada pula yang seluruh hartanya ditipu
Hakim ketua Shin Jeong-il "Peran pengumpul uang tunai yang esensial bagi penyempurnaan kejahatan···hukuman berat tak terhindarkan"
Kuasa hukum korban "Kerugian kejahatan yang menyasar rakyat kecil sangat parah···kasus pembuktian kesengajaan penipuan"
Muncul putusan yang menjatuhkan hukuman berat sekaligus menahan di ruang sidang terhadap anggota organisasi yang dituduh menjadi pengumpul uang tunai bagi organisasi kejahatan voice phishing (penipuan keuangan via telepon) dan menggelapkan uang sekitar 120 juta won Korea Selatan.
Majelis Pidana 1 Cabang Pyeongtaek Pengadilan Distrik Suwon (hakim ketua Shin Jeong-il) pada tanggal 16 bulan lalu menjatuhkan hukuman 'pidana penjara 2 tahun 3 bulan' sekaligus menahan di ruang sidang terhadap A, anggota organisasi voice phishing yang dituduh melanggar Undang-Undang Khusus tentang Pencegahan Kerugian Penipuan Keuangan Telekomunikasi dan Pengembalian Uang Kerugian, dan sebagainya.
A dituduh melakukan penipuan keuangan telekomunikasi karena bertindak sebagai pengumpul uang tunai organisasi kejahatan voice phishing sejak sekitar Agustus hingga sekitar Desember 2023.
A menerima masing-masing uang tunai puluhan juta won Korea Selatan dari 4 korban, termasuk B, yang tertipu oleh kebohongan telepon anggota organisasi voice phishing seperti "Saya Kepala Bagian Kim Young-ju dari Otoritas Pengawas Keuangan. Rekening atas nama Anda terlibat dalam kejahatan", "Saya Jaksa (penuntut umum) Korea Selatan Kim Su-gil dari Kejaksaan Distrik Seoul Pusat. Untuk membuktikan Anda korban penyalahgunaan identitas, saya akan mengirim petugas, jadi serahkan uang tunai", lalu menyerahkannya kepada organisasi kejahatan voice phishing.
Uang yang ditipu A dengan cara ini mencapai total 118 juta won Korea Selatan.
Majelis Cabang Pyeongtaek Pengadilan Distrik Suwon yang memeriksa perkara ini menyatakan A bersalah, seraya memaparkan alasan penjatuhan hukuman, "Kejahatan voice phishing adalah kejahatan yang dilakukan secara terencana dan terorganisasi terhadap korban dalam jumlah tak tertentu dan terus-menerus menimbulkan kerugian yang sangat besar," dan "meskipun terdakwa tidak memimpin kejahatan, selama ia menjalankan peran pengumpul uang tunai yang esensial bagi penyempurnaan kejahatan, hukuman berat yang setimpal dengan itu tak terhindarkan."
Pengacara Lee Jong-hyun dari Firma Hukum Daeryun (Perseroan Terbatas), kuasa hukum pihak korban B dalam perkara ini, menyatakan, "Para pelaku yang berdiri di persidangan atas kejahatan penipuan voice phishing biasanya adalah anggota organisasi tingkat bawah, dan dalam kasus seperti ini mereka membela diri dari tuduhan dengan berdalih tidak memiliki niat kejahatan. Namun, korban berada dalam situasi mengalami kerugian besar hingga kehidupan sehari-harinya menjadi mustahil akibat kejahatan itu," seraya menambahkan, "sebagian besar korban adalah rakyat kecil, dan kenyataannya pemulihan kerugian tidak terlaksana dengan baik setelah kejahatan terjadi. Korban dalam kasus ini pun adalah kasus yang seluruh hartanya ditipu."
Pengacara Lee Jong-hyun melanjutkan, "Dalam kasus terdakwa perkara ini, ia terus berkomunikasi dengan komplotan lain melalui media sosial, dan berdasarkan itu kami menekankan bahwa ini bukan sekadar kerja paruh waktu," seraya menjelaskan, "majelis hakim pun tampaknya menilai bahwa dalam perbuatan terdakwa terdapat kesengajaan penipuan."
[Baca artikel selengkapnya] - Voice phishing dengan kerugian 120 juta won Korea Selatan, 'pengumpul uang tunai'···'pidana penjara 2 tahun 3 bulan'·penahanan di ruang sidang (kunjungi)
Semua bidang Sekilas pandang
1/0
Reservasi Konsultasi Kunjungan
Jika ada masalah hukum, konsultasikan dengan pengacara spesialis Litigasi yang melibatkan warga asing di kantor terdekat