Bidang Praktik
Reservasi Konsultasi

2024-11-07

Setelah program kompetisi memasak Netflix, Heukbaek Yorisa, tayang dan populer, apa yang disebut ‘perdagangan tiket calo’ ketika hak reservasi restoran para peserta diperdagangkan dengan harga lebih pun merajalela. Muncul pula situasi ketika lebih dari 110 ribu pengguna berebut reservasi restoran pemenang akhir program, sehingga membeli hak reservasi mencapai tingkat sesulit memetik bintang di langit.
Nyatanya, di berbagai situs jual beli barang bekas bahkan muncul tulisan yang menyatakan hendak membeli hak reservasi 2 orang restoran tersebut seharga 700 ribu won. Namun, harga jual awalnya hanya 100 ribu won, sehingga tingkat keseriusan perdagangan tiket calo ilegal mencuat ke permukaan.
Perdagangan tiket calo ilegal semacam ini kerap ditemukan dalam keseharian kita, muncul dalam beragam bentuk mulai dari pertandingan olahraga hingga konser penyanyi terkenal. Jumlah perdagangan tiket calo yang diterima Pusat Pelaporan Tiket Calo Olahraga Profesional hingga Agustus tahun ini sebanyak 51.405 kasus, meningkat hampir 8 kali lipat dibandingkan 6.237 kasus pada tahun 2020. Situasi di bidang pertunjukan musik populer yang paling banyak terpengaruh tiket calo pun serupa. Menurut statistik Pusat Pemantauan Tiket Calo Badan Promosi Konten Korea, jumlah laporan tiket calo di bidang pertunjukan meningkat tajam setiap tahun, yaitu 359 kasus pada tahun 2020, 785 kasus pada 2021, 4.224 kasus pada 2022, dan 1.973 kasus hingga Oktober tahun lalu.
Alasan calo tiket dapat berkeliaran tanpa pandang bidang adalah karena hukumannya sangat lemah. Penjualan tiket calo diklasifikasikan sebagai pelanggaran ringan dan dikenai denda maksimum 200 ribu won, kurungan, atau denda ringan. Namun, itu pun hanya mengenakan denda pada jual beli tiket calo yang berlangsung di lokasi sehingga tiket calo secara daring tidak dapat dihukum.
Atas hal ini, sorotan bahwa diperlukan hukuman atas semua perbuatan penjualan tiket calo baik daring maupun luring terus bergulir, dan pembahasan revisi undang-undang berjalan penuh. Setelah itu, dengan melengkapi kriteria penjualan curang, pada Maret dan September lalu dilakukan revisi Undang-Undang Pertunjukan dan Undang-Undang Promosi Olahraga Nasional. Bagian yang patut disoroti di sini adalah diperkuatnya hukuman secara signifikan, sehingga saat transaksi tiket calo penjual dikenai hukuman penjara maksimum 1 tahun dan denda maksimum 10 juta won. Pemerintah pun tidak berhenti di situ dan mengumumkan rencana untuk memerinci kriteria hukuman menurut besar keuntungan serta menaikkan tingkat hukuman dari yang sekarang.
Karena kesadaran akan masalah sosial terkait peredaran tiket calo kian menguat seperti ini, sedapat mungkin transaksi tiket melalui jalur ilegal harus dihindari. Sebagaimana ditinjau di atas, karena perdagangan tiket calo merupakan persoalan yang dapat dihukum baik daring maupun luring, sebaiknya memesan tiket melalui tempat pemesanan resmi. Meski demikian, apabila seseorang terlibat kejahatan, sebaiknya membela sangkaannya melalui konsultasi dengan ahli.
[Baca Artikel Selengkapnya] - ‘Perdagangan tiket calo ilegal’ yang tingkat hukumannya kian tinggi, tanggapan awal penting (buka tautan)
Semua bidang Sekilas pandang
1/0
Reservasi Konsultasi Kunjungan
Jika ada masalah hukum, konsultasikan dengan pengacara spesialis Litigasi yang melibatkan warga asing di kantor terdekat