Bidang Praktik
Reservasi Konsultasi

2024-11-19

Membentuk pengacara ahli berpengalaman untuk penanganan cepat kejahatan deepfake
Membantu sejak tahap penyidikan polisi hingga persidangan…kerja sama dengan ahli investigasi bukti dan forensik digital
Kim In-won, Kepala Kelompok Pidana "Pengacara ahli Daeryun memberikan nasihat menyeluruh kepada klien mengenai prosedur pemeriksaan dan persidangan"
Di tengah meningkatnya apa yang disebut 'kejahatan seksual deepfake', yakni menyintesis wajah orang lain ke dalam materi cabul lalu menyebarkannya, Kelompok Pidana Firma Hukum Daeryun (Perseroan Terbatas) pada tanggal 19 menyatakan telah meluncurkan Tim Kejahatan Siber bulan lalu untuk menangani kejahatan seksual siber.
Tim Kejahatan Siber berencana secara aktif membantu pengumpulan bukti terkait video deepfake dengan bekerja sama dengan Pusat Forensik Digital internal.
Ke dalam Tim Kejahatan Siber, sejumlah besar pengacara ahli berpengalaman terkait dikerahkan untuk memperkuat sistem penanganan kejahatan seksual deepfake. Khususnya, para pengacara ahli dengan rata-rata pengalaman hukum lebih dari 20 tahun memimpin di garis depan, seperti Kim In-won, Kepala Kelompok Pidana yang merupakan mantan jaksa kepala di Kejaksaan Distrik Seoul Bagian Utara, Pengacara Park Sung-dong mantan jaksa kepala Kejaksaan Tinggi Seoul dan mantan perwira polisi, Pengacara Ahn Seung-jin mantan jaksa kepala Kejaksaan Tinggi Gwangju, dan Pengacara Park Ji-young mantan jaksa Kejaksaan Distrik Incheon. Pengacara Shin Yong-hoon dan Pengacara Cho Sung-geun yang berspesialisasi dalam perkara pidana dan kejahatan seksual juga turut serta.
Pertama, Kepala Kelompok Kim adalah pengacara ahli kejahatan seksual yang pada masa menjadi jaksa kepala menangani banyak perkara terkait kejahatan seksual, dan mencatatkan tingkat kemenangan tinggi dalam perkara seperti pemerkosaan, pemerkosaan semu (quasi), pencabulan dengan paksa, dan penguasaan materi eksploitasi seksual.
Pengacara Park adalah mantan polisi yang pernah bertugas di Bagian Penyidikan dan Bagian Intelijen-Urusan Luar Kepolisian Seoul, seorang pengacara yang berpengalaman menjalani prosedur penyidikan baik kepolisian maupun Kejaksaan Korea Selatan. Pengacara Ahn pun berspesialisasi dalam perkara berat seperti kekerasan seksual dan narkotika, dan merupakan sosok berkemampuan yang bahkan pernah menerima penghargaan dari Jaksa Agung.
Kejahatan seksual siber seperti deepfake merupakan kejahatan berat yang dapat dikenai pidana penjara paling lama 5 tahun atau denda paling banyak 50 juta won berdasarkan Undang-Undang Khusus tentang Penghukuman Kejahatan Kekerasan Seksual Korea Selatan. Khususnya, apabila dibuat dan disebarkan dengan tujuan komersial, hukumannya diperberat, dan tindakan pengamanan seperti pembatasan bekerja serta pengungkapan informasi identitas juga dapat dikenakan bersamaan.
Khususnya, perlu diwaspadai bahwa sekalipun tidak membuat rekaman ilegal, sekadar menguasai, mendistribusikan, atau membagikannya pun dapat dikenai hukuman.
Karena itu, dalam perkara kejahatan seksual siber, pengumpulan bukti menjadi kuncinya. Sebab, karena jalur peredarannya tertutup, sering kali penelusuran menjadi mustahil.
Untuk itu, Tim Kejahatan Siber Daeryun mengerahkan tenaga ahli dalam pengumpulan bukti terkait. Mereka akan menyeleksi data yang dapat diserahkan kepada instansi penyidik dari data yang terkumpul, serta memberikan bantuan menyeluruh seperti menghapus dan mengubah informasi sensitif.
Tidak hanya itu, mereka juga aktif memanfaatkan sistem simulasi pemeriksaan dan persidangan yang telah ada. Kebijakannya adalah memberikan pembelaan yang menyeluruh pada semua prosedur mulai dari tahap penyidikan polisi hingga persidangan.
Kepala Kelompok Kim menjelaskan, "Pengacara ahli Daeryun memberikan nasihat menyeluruh kepada klien mengenai prosedur pemeriksaan dan persidangan," dan "melalui simulasi, kami membantu agar klien dapat menyampaikan pendapatnya tanpa panik dalam situasi nyata."
Mengenai penguasaan dan pembagian rekaman ilegal secara sederhana pun, Kepala Kelompok Kim menyatakan, "Berbeda dengan kejahatan seksual di masa lalu yang berlangsung secara tatap muka, kejahatan seksual siber tidak dibatasi ruang dan waktu. Sesuai kejahatan yang terus berevolusi, standar penghukuman pun ikut berubah," dan "Tim Kejahatan Siber akan membantu pengumpulan bukti bagi korban, serta mengumpulkan alasan yang meringankan bagi pelaku, sehingga memberikan bantuan yang disesuaikan."
데일리안 - Firma Hukum Daeryun, tangani 'kejahatan seksual deepfake'…luncurkan Tim Kejahatan Siber (kunjungi)
아주경제 - [Lawfirm Lounge] Daeryun, tangani 'kejahatan seksual deepfake'...luncurkan Tim Kejahatan Siber (kunjungi)
BBS NEWS - Firma Hukum Daeryun, luncurkan Tim Kejahatan Siber ‘kejahatan seksual deepfake’ (kunjungi)
지디넷코리아 - Firma Hukum Daeryun, luncurkan 'Tim Kejahatan Siber' tangani kejahatan seksual deepfake (kunjungi)
Semua bidang Sekilas pandang
1/0
Reservasi Konsultasi Kunjungan
Jika ada masalah hukum, konsultasikan dengan pengacara spesialis Litigasi yang melibatkan warga asing di kantor terdekat