Bidang Praktik
Reservasi Konsultasi

2025-04-08
![[기고] 위기의 한국 법률 시장, 글로벌 기준 맞춰 나아가야](/_next/image?url=https%3A%2F%2Fd1tgonli21s4df.cloudfront.net%2Fupload%2Fboard%2Fbroadcast%2F20250408062823815.webp&w=3840&q=100)
Dewasa ini, pasar hukum Korea berada di persimpangan yang tak terhindarkan dari transformasi struktural, melampaui sekadar persaingan internal. Dengan cara sekadar menerima lebih banyak perkara atau mengamankan talenta, daya saing yang berkelanjutan tidak lagi dapat diamankan. Yang dibutuhkan sekarang adalah keputusan dan pelaksanaan mengenai apakah akan mempertahankan struktur tradisional yang berpusat pada kantor dan capaian individual, ataukah menatanya kembali menjadi sistem terintegrasi yang sesuai standar global. Dalam situasi ketika masuknya firma hukum raksasa Amerika Serikat ke dalam negeri telah diizinkan secara kelembagaan melalui Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) Korea-AS, jika tidak berubah, tidak akan ada tempat bagi firma hukum Korea untuk berdiri di panggung persaingan berikutnya.
Meski demikian, banyak firma hukum dalam negeri masih mempertahankan struktur ‘sistem terpisah (byeolsanje)’ yang secara lahiriah tampak sebagai satu organisasi, tetapi kenyataannya keseluruhan operasinya—seperti penerimaan kuasa perkara, pembagian pendapatan, dan pengelolaan biaya—terpisah per unit mitra (partner). Ini adalah struktur ketika tampilan organisasi dan wujud nyatanya tidak selaras, sehingga memiliki keterbatasan struktural dalam kolaborasi, integrasi, dan pengelolaan merek. Sebaliknya, ‘model terdistribusi secara regional-terintegrasi secara operasional’ yang lazim diadopsi firma-firma hukum raksasa global adalah struktur ketika kantor-kantor tersebar per wilayah tetapi dijalankan secara terintegrasi di bawah satu sistem. Namun, akibat kurangnya pemahaman atas hal ini, di dalam negeri tidak jarang hal ini disalahpahami sebagai sistem yang asing dan tidak efisien, atau muncul dalam bentuk terdistorsi berupa ‘firma hukum jaringan’ yang sekadar meniru tampilan luarnya.
Sementara itu, penolakan terhadap transisi ke sistem global semacam ini muncul dalam bentuk regulasi melalui aturan atau cara menyesatkan media. Namun, penolakan semacam ini mau tidak mau tak berdaya di hadapan arus besar pasar global. Begitu firma hukum asing raksasa masuk secara serius ke pasar dalam negeri, tatanan pasar dan peta persaingan akan tertata ulang dengan cepat. Ini seperti kasus ketika dulu iPhone muncul di pasar dalam negeri dan merek-merek ponsel yang ada kehilangan kendali dalam sekejap. Oleh karena itu, alih-alih menolak pengadopsian sistem global, kita harus memahaminya secara akurat lebih dahulu, lalu mewujudkan dan menjalankannya sendiri agar dapat memegang kendali.
Firma Hukum Daeryun paling awal menangkap arus perubahan ini dan menetapkan arah strategis yang jelas seiring dengan itu. Daeryun menjadikan pertumbuhan menjadi firma hukum raksasa global, bukan sekadar bertahan di dalam negeri, sebagai titik tujunya. Untuk itu, Daeryun telah mempelajari dan bertukar dengan sistem firma-firma hukum utama di seluruh dunia, dan penulis sendiri, saat menyiapkan pembukaan kantor New York Daeryun, mengunjungi kantor pusat Milbank LLP di New York dan langsung menyaksikan sistem operasi terintegrasi yang nyata ketika para mitra dari kewarganegaraan berbeda menangani satu perkara secara bersama-sama.
Berbekal pengalaman semacam ini, Daeryun telah membangun sistem operasi terintegrasi antar-kantor di seluruh negeri, sistem berbagi perkara, serta sistem pengelolaan risiko dan akuntansi terpusat pada taraf yang sesuai standar internasional. Tidak hanya itu, Daeryun juga secara aktif mengkaji dan menyiapkan pelaksanaan berbagai bentuk kerja sama global yang nyata, seperti aliansi strategis dengan firma hukum asing, pembangunan merek bersama, investasi timbal balik, dan merger serta akuisisi (M&A).
Kenyataan yang dihadapi firma hukum Korea bukanlah persoalan pilihan. Memiliki struktur dan sistem yang sesuai standar global adalah syarat mutlak untuk bertahan, dan lebih jauh, alih-alih menerima standar itu secara pasif, kita harus merancangnya secara aktif sesuai kenyataan kita dan mewujudkannya dalam bentuk yang dapat bekerja secara nyata. Firma Hukum Daeryun paling awal menangkap perubahan ini dan benar-benar tengah membangun struktur yang sepadan dengan itu. Melalui hal ini, Daeryun ingin menjadi satu tolok ukur yang menunjukkan arah yang harus ditempuh firma hukum Korea.
[Baca artikel selengkapnya]
[Opini] Pasar hukum Korea yang dalam krisis harus melangkah sesuai standar global (buka tautan)
Semua bidang Sekilas pandang
1/0
Reservasi Konsultasi Kunjungan
Jika ada masalah hukum, konsultasikan dengan pengacara spesialis Litigasi yang melibatkan warga asing di kantor terdekat