Bidang Praktik
Reservasi Konsultasi

2025-04-20

Dari pengacara, TI, hingga humas … perekrutan penyandang disabilitas yang lepas dari 'sekadar formalitas'
Terungkap bahwa dari 12 firma hukum utama, 5 firma—yaitu Firma Hukum Yulchon, Jipyong, Daeryun, Hwawoo, dan Sejong—mempekerjakan penyandang disabilitas dengan memenuhi rasio kewajiban perekrutan menurut undang-undang (3,1%).
Ketika Beopnyul Sinmun menyurvei kondisi perekrutan penyandang disabilitas di 12 firma hukum utama dalam negeri dalam rangka Hari Penyandang Disabilitas pada 20 April, Yulchon memiliki rasio perekrutan penyandang disabilitas tertinggi sebesar 4,44%. Yulchon mempekerjakan 24 penyandang disabilitas dari 1.035 pekerja tetap, dan 22 di antaranya adalah penyandang disabilitas berat.
Rasio perekrutan penyandang disabilitas Jipyong adalah 3,56%. Jipyong mempekerjakan 9 penyandang disabilitas dari 478 pekerja tetap, dan 8 di antaranya penyandang disabilitas berat. Daeryun mempekerjakan 15 orang dari 651 pekerja tetap sehingga mencatat rasio perekrutan 3,38% termasuk penyandang disabilitas berat. Di Sejong, 19 penyandang disabilitas bekerja dari total 1.120 pekerja tetap. Di antaranya termasuk 2 pengacara. Penyandang disabilitas berat berjumlah 16 orang, dan rasio perekrutannya 3,13%. Hwawoo terkonfirmasi memenuhi standar undang-undang dengan mempekerjakan 19 orang termasuk penyandang disabilitas berat dari sekitar 600 pekerja.
Dalam penghitungan rasio perekrutan penyandang disabilitas, penyandang disabilitas berat dihitung sebagai dua kali lipat. Sebab, penyandang disabilitas berat memerlukan lebih banyak dukungan dalam adaptasi pendidikan dan kerja.
(dipotong)
Firma Hukum Daeryun menempatkan tenaga penyandang disabilitas di keseluruhan praktik seperti kepala ruang konsultasi, kepala kantor hukum, dan sekretaris khusus tugas luar. Firma Hukum Sejong mempekerjakan 'Health Keeper' penyandang disabilitas untuk menyediakan layanan pijat kepada karyawan, dan tingkat kepuasan karyawannya pun diketahui tinggi. Selain itu, pekerja penyandang disabilitas bekerja di berbagai kelompok jabatan seperti kebersihan pantry dan kurir dokumen. Ada pula contoh kontribusi tidak langsung melalui dukungan hukum dan perbaikan lingkungan kerja. Firma Hukum Gwangjang menyediakan layanan hukum gratis kepada 'Yayasan Kesejahteraan Sosial Seongmin' yang menjalankan usaha dukungan penyandang disabilitas.
Dengan demikian, perekrutan penyandang disabilitas di industri firma hukum meningkat secara kuantitas maupun kualitas, tetapi masih ada pula suasana enggan merekrut dengan mengedepankan logika ekonomi. Seorang pihak dari salah satu firma hukum utama berkata, "Kami membayar iuran beban ketenagakerjaan karena tidak memenuhi rasio kewajiban perekrutan," seraya menambahkan, "dari sisi efisiensi, membayar iuran justru lebih baik."
Menurut Korea Employment Agency for Persons with Disabilities, apabila tidak mematuhi rasio kewajiban perekrutan penyandang disabilitas, harus membayar iuran beban ketenagakerjaan, dan iuran dikenakan per orang yang kurang sebesar minimal 1.258.000 won Korea Selatan hingga maksimal 2.096.270 won Korea Selatan per bulan. Disampaikan bahwa sebagian firma hukum selama ini merekrut tenaga sesuai kuota, tetapi belakangan ada pula kasus rasio perekrutan menjadi tidak memenuhi standar seiring bertambahnya jumlah kewajiban perekrutan.
An Hyun, wartawan (hyun@lawtimes.co.kr)
Seo Ha-yeon, wartawan (hayeon@lawtimes.co.kr)
[Baca artikel selengkapnya]
Rasio kewajiban perekrutan penyandang disabilitas menurut undang-undang 3,1% … di antara 12 firma hukum besar, yang memenuhinya ada 5 (kunjungi)
Semua bidang Sekilas pandang
1/0
Reservasi Konsultasi Kunjungan
Jika ada masalah hukum, konsultasikan dengan pengacara spesialis Litigasi yang melibatkan warga asing di kantor terdekat