Bidang Praktik
Reservasi Konsultasi

2025-04-23

Muncul penilaian tidak bersalah terhadap agen properti (makelar bersertifikat) yang dituduh memalsukan surat utang nasabah properti.
Menurut kalangan hukum pada tanggal 23, Cabang Nonsan Pengadilan Distrik Daejeon belakangan menjatuhkan putusan tidak bersalah kepada pria berusia 60-an A yang dituntut atas dugaan pemalsuan dokumen swasta dan percobaan penipuan.
A pada 2019 lalu meminjamkan uang tunai 50 juta won dalam beberapa kali kepada B yang merupakan nasabah properti.
Saat itu kedua orang membuat surat utang dan surat janji pembayaran bunga, tetapi B meninggal dunia pada tahun berikutnya karena penyakit kronis.
Setelah itu, ahli waris pihak B mengadukan A.
Alasannya, meskipun tidak ada fakta meminjamkan uang kepada B, A membuat surat utang secara palsu.
Dalam proses ini, pihak ahli waris mendalilkan kesalahan A dengan menyerahkan hasil penilaian tanda tangan yang menyatakan bahwa tulisan tangan yang tercantum pada surat itu tidak sesuai dengan milik B.
Namun, A langsung membantah tuduhan.
Dalilnya, ia benar-benar meminjamkan uang dan surat utang pun dibuat sesuai kehendak B.
Ia juga menjelaskan mengenai meminjamkan uang sekitar puluhan juta won secara tunai, "B memiliki rumah dan tanah dan memohon 'akan melunasinya bahkan dengan menjual tanah' sehingga saya tidak terlalu curiga."
Pengadilan menjatuhkan putusan tidak bersalah kepada A.
Majelis hakim menilai, "Jika melihat hasil penilaian yang diserahkan pelapor, tulisan tangan yang tertera pada surat utang memang berbeda dengan tulisan tangan B," tetapi "dengan isi ini saja tidak berarti fakta bahwa A menandatangani sembarangan diakui."
Majelis melanjutkan, "Saat itu pada surat utang terdapat cap stempel B. Jika A benar-benar memalsukan tulisan tangan, diperlukan penjelasan bagaimana ia bisa memiliki stempel yang tercap pada surat utang, tetapi isi ini tidak dapat dipastikan."
Pengacara Byeon Gwan-hun dari Firma Hukum Daeryun yang menangani perwakilan hukum pihak A menekankan, "Dalam kasus pemalsuan dokumen swasta, 'motif pemalsuan' menjadi dasar penilaian yang penting," dan "dalam perkara ini surat utang dibuat terpisah dua kali. Jika tujuannya benar-benar pemalsuan, tidak ada alasan bagi A membuatnya 2 kali atau lebih dengan jeda 1 tahun."
Jung Ui-jin (jej88@ikbc.co.kr)
[Baca artikel selengkapnya]
Makelar 'pemalsu surat utang nasabah properti', meski penilaian tulisan tangan berbeda tetap 'tidak bersalah'..mengapa? (kunjungi)
Semua bidang Sekilas pandang
1/0
Reservasi Konsultasi Kunjungan
Jika ada masalah hukum, konsultasikan dengan pengacara spesialis Litigasi yang melibatkan warga asing di kantor terdekat