Bidang Praktik
Reservasi Konsultasi

2025-04-28
![[기고] ‘구조적 기만’ 별산제 로펌, 제도적 정비해야](/_next/image?url=https%3A%2F%2Fd1tgonli21s4df.cloudfront.net%2Fupload%2Fboard%2Fbroadcast%2F20250428060218531.webp&w=3840&q=100)
Asosiasi Pengacara Korea (KBA) baru-baru ini mengangkat masalah struktur ‘firma hukum jaringan’ dengan mengatakan, “Sebagian firma hukum memperbesar tampilan organisasinya secara berlebihan sehingga menyesatkan konsumen.” Khususnya, KBA menunjukkan poin bahwa “sejumlah kecil pengacara di kantor cabang daerah menerima kuasa perkara sambil beriklan seolah-olah organisasi besar kantor pusat Seoul yang menangani langsung,” dan menyatakan kekhawatiran bahwa konsumen hukum terpapar informasi palsu dan berlebihan.
Namun, kalau dikatakan secara tepat, poin ini bukanlah masalah ‘firma hukum jaringan’. Sebaliknya, wujud iklan menyesatkan seperti di atas sebagian besar berasal dari ‘struktur sistem terpisah (byeolsanje)’. ‘Firma hukum sistem terpisah’ secara tampilan mengklaim sebagai satu firma hukum, tetapi cara operasinya yang sebenarnya sama sekali tidak terintegrasi. Sebab masing-masing anggota mengelola perkara dan pendapatannya secara independen. Secara nyata, cara operasinya mirip dengan kantor perorangan. Pada firma hukum semacam ini, dalam iklan ditekankan kebersamaan firma dan penanganan yang terorganisasi, tetapi bila dicermati, sering kali pengacara menangani perkara seorang diri.
Artinya, wajar memandang bahwa kasus iklan yang dikhawatirkan KBA adalah masalah struktural yang lazim terjadi pada firma hukum sistem terpisah, bukan firma hukum jaringan. Siapa subjek yang menangani perkara terkait, apakah seluruh organisasi memikul tanggung jawab bersama, bahkan apakah sistem komputer, bahan, dan tenaga dibagi di dalam organisasi pun tidak transparan. Konsumen hukum membentuk kepercayaan hanya dengan melihat tampilan organisasi, tetapi kenyataannya menjadi bergantung pada pengerjaan sepotong-sepotong oleh pengacara secara pribadi.
Sebenarnya, masalah struktural sistem terpisah telah berulang kali ditunjukkan sejak beberapa tahun lalu. Contoh representatifnya adalah kasus pengacara A yang gugatannya sendiri dicabut karena beberapa kali tidak hadir dalam persidangan kekerasan sekolah. Segera setelah kejadian, kantor cabang firma hukum tempat pengacara itu tergabung menarik garis dengan menyatakan sikap, ‘pengacara tersebut telah keluar dari kantor utama, dan tidak berhubungan dengan kantor cabang kami’. Ini adalah kejadian yang mengungkap keterbatasan struktural sistem terpisah yang menyerahkan pekerjaan sepenuhnya hanya kepada pengacara individu dan membuatnya bekerja secara independen, dan kerugiannya kembali kepada rakyat pada umumnya.
Meski demikian, KBA tampaknya berpaling dari hakikat masalah. KBA membiarkan masalah sistem terpisah yang telah lama ditunjukkan, sembari membuat istilah kabur ‘firma hukum jaringan’ yang bahkan tidak memiliki definisi menurut peraturan perundang-undangan, dan melemparkan tanggung jawab. KBA menempelkan bingkai negatif ‘jaringan’ pada tempat yang memiliki struktur firma tunggal (One Firm) yang secara nyata mengintegrasikan sistem komputer, tenaga, dan sistem pendapatan sehingga dijalankan sebagai ‘satu firma hukum’, sementara tidak mempermasalahkan struktur sistem terpisah yang wujud nyata dan tampilannya tidak selaras. Ini adalah pengabaian tanggung jawab hakiki KBA berupa perlindungan hak rakyat dan pengamanan transparansi informasi konsumen.
Masalah yang sebenarnya adalah ‘struktur’. Justru kasus ketika sistem organisasi yang tampak dalam iklan tidak selaras dengan sistem operasi yang sebenarnya-lah yang dapat dipandang sebagai penyebab langsung yang menyesatkan konsumen. Pasar layanan hukum harus dinilai bukan dari papan nama atau sebutan, melainkan dari struktur tanggung jawab dan sistem operasi yang nyata. Meski berbagi merek yang sama, firma hukum yang menggunakan bersama sistem komputer, bahan, dan tenaga serta memiliki sistem tanggung jawab bersama dapat menyediakan layanan terpadu yang lebih tinggi tarafnya sehingga melindungi konsumen.
Kini hakikatnya harus diluruskan. Bingkai nonhakiki ‘firma hukum jaringan’ harus disingkirkan, dan firma hukum sistem terpisah-lah yang harus dibenahi secara kelembagaan lebih dahulu. Konsumen berhak mengetahui kebenaran. Jika firma hukum beriklan seolah satu organisasi, operasinya pun harus satu organisasi. Selama hal ini tidak diperjelas, kepercayaan pasar layanan hukum tidak akan dapat dipulihkan lagi.
[Baca artikel selengkapnya]
[Opini] Firma hukum sistem terpisah yang ‘menipu secara struktural’, harus dibenahi secara kelembagaan (buka tautan)
Semua bidang Sekilas pandang
1/0
Reservasi Konsultasi Kunjungan
Jika ada masalah hukum, konsultasikan dengan pengacara spesialis Litigasi yang melibatkan warga asing di kantor terdekat