Bidang Praktik
Reservasi Konsultasi

2025-05-29
![[단독]'SKT 해킹' 집단소송인 "미국식 도입 대선 공약 요청"](/_next/image?url=https%3A%2F%2Fd1tgonli21s4df.cloudfront.net%2Fupload%2Fboard%2Fbroadcast%2F20250529110724760.webp&w=3840&q=100)
Firma hukum gugatan kelompok putuskan menyampaikan surat usulan ke Majelis Nasional
Menuntut, antara lain, 'opt-out' agar putusan ganti rugi berlaku bagi seluruh korban
"Menyempurnakan sistem gugatan kelompok untuk mewujudkan hak kolektif"
Di tengah 235 pengguna yang mengalami kerugian akibat peretasan informasi USIM SK Telecom (SKT) menempuh gugatan tuntutan ganti rugi terhadap SKT, para korban meninggikan suara bahwa alih-alih sistem gugatan kelompok yang berlaku, harus diperkenalkan sistem 'gugatan kelompok gaya Amerika (Class Action)' yang keberlakuan putusannya menjangkau seluruh korban.
Menurut kalangan hukum pada tanggal 29, seluruh korban gugatan kelompok SKT beserta kuasa hukumnya, Firma Hukum Daeryun, pada tanggal 30 mendatang berencana mengirimkan surat usulan legislasi yang bermaksud demikian ke Komisi Legislasi dan Yudisial Majelis Nasional serta Komisi Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Penyiaran, dan Komunikasi. Mereka juga berencana meminta tambahan sebagai janji kampanye pemilihan presiden.
Gugatan kelompok gaya Amerika yang mereka tuntut mengatur agar keberlakuan putusan menjangkau seluruh korban ketika banyak konsumen atau investor mengalami kerugian kecil akibat sebab yang sama atau serupa. Perwakilan mengajukan gugatan secara sekaligus mewakili seluruh korban. Ini dapat dimanfaatkan secara luas di berbagai bidang seperti lingkungan, pencemaran, kerugian konsumen, dan transaksi sekuritas.
Gugatan kelompok gaya Amerika disebut memiliki keunggulan seperti △pemulihan kerugian kecil dan banyak secara efisien △peningkatan daya cegah terhadap perusahaan dan kemungkinan pemulihan kerugian △'metode opt-out' yang menerima keberlakuan putusan tanpa persetujuan aktif tersendiri. Apabila siapa pun korban mengajukan gugatan demi kepentingan kolektif dan menang, opt-out berlaku selama tidak mengajukan permohonan pengecualian tersendiri.
Nyatanya, pada 2021 setelah insiden peretasan T-Mobile Amerika Serikat membocorkan informasi 76,6 juta pelanggan seperti nomor jaminan sosial dan informasi SIM, gugatan berjalan dan uang perdamaian sebesar 500 juta dolar (sekitar 655 miliar won Korea Selatan) dibayarkan. Ganti rugi hingga 2.500 dolar (sekitar 3,28 juta won Korea Selatan) per orang pun terwujud.
Sebaliknya, di antara gugatan kelompok kita, gugatan kelompok konsumen mengatur agar organisasi konsumen yang memenuhi syarat tertentu dapat mengajukan tuntutan larangan dan penghentian atas perbuatan melawan hukum pelaku usaha yang melanggar hak dan kepentingan banyak konsumen. Namun, ini memiliki keterbatasan bahwa tuntutan ganti rugi finansial pun tidak dapat diajukan.
Selain itu, gugatan kelompok kita, berbeda dengan Amerika Serikat, merupakan metode gugatan bersama. Korban harus ikut serta langsung dalam gugatan agar dapat menerima ganti rugi. Hal ini tidak berujung pada ganti rugi bersifat menghukum atau pemulihan seluruh korban secara otomatis. Argumen mereka adalah, akibat keterbatasan sistem semacam ini, skala ganti rugi nyata maupun dampak sosial gugatan kelompok SKT mau tidak mau jauh lebih terbatas dibandingkan Amerika Serikat.
Pihak Daeryun mengkhawatirkan, "Gugatan kelompok gaya Amerika efektif untuk mewujudkan hak seluruh kelompok karena dapat melindungi korban yang pasif sekalipun, tetapi akibat keterbatasan sistem kita, skala ganti rugi nyata dan tanggung jawab perusahaan masih tetap rendah dibandingkan Amerika Serikat."
Ia lalu mendesak, "Harus dibuat legislasi yang menyerap keunggulan Amerika Serikat, seperti menyempurnakan sistem gugatan kelompok konsumen yang ada serta menyiapkan sekaligus metode opt-out dan perangkat pencegah gugatan berlebihan."
Kim Ye-ji, wartawan (yesji@fnnews.com)
[Baca artikel selengkapnya]
[Eksklusif] Penggugat kelompok 'peretasan SKT' "Meminta pengenalan gaya Amerika sebagai janji kampanye pemilihan presiden" (kunjungi)
Semua bidang Sekilas pandang
1/0
Reservasi Konsultasi Kunjungan
Jika ada masalah hukum, konsultasikan dengan pengacara spesialis Litigasi yang melibatkan warga asing di kantor terdekat