Bidang Praktik
Reservasi Konsultasi

2025-07-15

Bertemu lewat aplikasi chatting…membantah “tidak berhubungan seksual”
Majelis hakim “kemungkinan keliru mengira orang lain”
Seorang karyawan berusia 40-an yang didakwa atas dugaan berhubungan seksual dengan siswi SMP yang ditemuinya lewat aplikasi chatting divonis bebas.
Pengadilan Distrik Daegu pada tanggal 17 bulan lalu memvonis bebas seorang pria A yang diseret ke pengadilan atas dugaan perkosaan anggapan terhadap anak di bawah umur. A diduga pada 2023 di sebuah motel berhubungan seksual dengan siswi SMP B meski mengetahui B adalah anak di bawah umur.
Namun, A membantah bahwa ia tidak berhubungan seksual, meski mengakui masuk bersama ke penginapan. Ia menyatakan bahwa gaya bicara dan perilaku B aneh sehingga ia berusaha keluar, tetapi justru B berteriak dan menghalanginya. Ia juga berdalih bahwa usia pada profil aplikasi yang dipakai berkomunikasi dengan B tidak tercantum dengan benar sehingga ia tidak mengetahui usia yang tepat.
Pengadilan menjatuhkan vonis bebas. Majelis hakim menilai, “Korban menemui beberapa pria dalam waktu singkat, dan dari pakaian korban terdeteksi materi genetik pria lain, bukan terdakwa,” dan “sementara korban memberikan keterangan secara konkret mengenai hubungan dengan orang-orang lain, keterangan mengenai terdakwa agak kurang konsisten dan konkret.”
Majelis hakim menambahkan, “Tidak dapat dikesampingkan kemungkinan bahwa korban keliru dan memberikan keterangan dengan mencampuradukkan terdakwa dengan orang lain,” dan “sulit menilai adanya kredibilitas yang cukup untuk menolak dalil tak bersalah terdakwa dan meyakini bahwa fakta dakwaan itu benar.”
Advokat Firma Hukum Daeryun, Jeon Hyeong-o, yang mewakili A, menjelaskan, “Agar kejahatan perkosaan anggapan terhadap anak di bawah umur terpenuhi bagi orang dewasa, ia harus memiliki kesengajaan dengan mengetahui bahwa lawannya berusia di bawah 16 tahun,” dan “dalam perkara ini, A sama sekali tidak memiliki kesempatan fisik untuk mencoba berhubungan seksual dengan B. Kami membuktikannya berdasarkan data seperti hasil pemeriksaan genetik dan keterangan korban.”
Tim Konten Digital
[Baca artikel selengkapnya]
“Terdeteksi materi genetik pria lain”…pria 40-an yang diduga berhubungan seksual dengan anak di bawah umur ‘bebas’ (kunjungi)
Semua bidang Sekilas pandang
1/0
Reservasi Konsultasi Kunjungan
Jika ada masalah hukum, konsultasikan dengan pengacara spesialis Litigasi yang melibatkan warga asing di kantor terdekat