Bidang Praktik
Reservasi Konsultasi

2025-08-13

Startup A, menerima dana investasi…berinvestasi pada bitcoin lalu mengajukan pailit
Startup B, setelah menerima investasi dari VC, memindahkan mitra dagang ke badan hukum pribadi pemimpin sehingga praktis pailit
Kalangan ventura “Kasus yang melanggar kewajiban itikad baik…harus ada koreksi diri”
Startup A tengah berperkara dengan modal ventura (VC). Sebab A menggunakan dana investasi untuk membeli aset kripto seperti bitcoin, berbeda dengan tujuan yang ada dalam kontrak. VC mengajukan gugatan perdata terhadap A untuk menuntut pemulihan dana dan ganti rugi. Pada ranah pidana, ia mengadukannya atas sangkaan penggelapan dalam jabatan atau ingkar amanah dalam pelaksanaan pekerjaan menurut hukum Korea Selatan. Sebelumnya VC mengikat kontrak investasi yang membebankan tanggung jawab seperti tanggung jawab renteng atau tanggung jawab jaminan renteng dan denda perjanjian dengan A, tetapi tidak cukup untuk mencegah penyalahgunaan dana investasi.
Startup B, setelah menerima investasi dari VC, memindahkan seluruh mitra dagang badan hukum yang telah dirintis ke badan hukum barunya sendiri. Para investor mengajukan gugatan perdata dan pengaduan pidana atas pelanggaran kewajiban larangan bersaing dan kewajiban rahasia dagang dengan alasan bahwa akibat ini badan hukum yang lama utangnya bertambah cepat sehingga akhirnya mengajukan pailit.
Menurut kalangan usaha investasi ventura pada tanggal 13, belakangan sebagian startup menggunakan dana investasi untuk tujuan pribadi lalu sengaja mengajukan pailit, sehingga kekhawatiran VC dan investor pun mendalam. Sebab jika badan hukum pailit, badan hukum dan utang lenyap bersamaan sehingga sulit menarik kembali dana investasi.
Pengacara Senior Kim Won-sang dari Firma Hukum Daeryun mengatakan, “Ada kalanya kepailitan badan hukum diajukan dengan tujuan menggelapkan aset badan hukum.”
Pengacara Kim menjelaskan, “Ini menyalahgunakan fakta bahwa secara hukum, asalkan termasuk keadaan utang melebihi aset (keadaan utang lebih banyak daripada aset), dapat memperoleh pernyataan pailit badan hukum, dan badan hukum, karena tanpa keputusan pembebasan tersendiri (keputusan bahwa sisa utang harus dibayar), utang-utang badan hukum lenyap.”
Ada pula kasus di mana pailit tidak diajukan secara sengaja, tetapi kemerosotan moral pribadi pemimpin menjadi masalah.
‘Nodalab’, platform transaksi dagang B2B berbasis big data yang didirikan tahun 2021, dijadwalkan menjalani prosedur pailit. Sebab pemimpin menggunakan dana investasi tanpa melalui prosedur yang sah lalu melarikan diri ke luar negeri.
Sebelumnya sebuah VC yang berinvestasi pada Nodalab memandang bahwa pemimpin perusahaan menyalahgunakan dana tersebut untuk keperluan pribadi lalu mempermasalahkannya kepada pemimpin. Pemimpin mendalilkan bahwa ia menggunakannya untuk perusahaan, bukan untuk tujuan pribadi, dan diketahui mengembalikan dana tersebut. Namun, karena pemimpin masih tidak ada, badan hukum tidak dapat menjalani prosedur pailit.
Pada tahun 2023, Direktur Utama Yoo Jeong-beom dari Mesh Korea, operator Vroong, dalam keadaan masuk prosedur pemulihan perusahaan akibat memburuknya likuiditas, menarik total 3 miliar won tanpa keputusan dewan direksi atau izin pengadilan lalu menghabiskannya. Pengadilan pada Juli tahun ini menjatuhkan pidana penjara 4 tahun kepada Direktur Yoo atas sangkaan ingkar amanah.
Masalahnya, jika kemerosotan moral startup berlanjut, kepercayaan VC dan investor menurun sehingga besar kemungkinannya sentimen investasi menyusut.
Seorang pihak startup mengatakan, “Investasi pada startup baru mulai meluas, tetapi karena kemerosotan moral perorangan, saya khawatir kepercayaan VC menurun dan sentimen investasi menyusut.”
Ada pula pandangan bahwa ini sekadar kelakuan menyimpang sebagian orang. Seorang pihak yang paham betul dunia startup mengatakan, “Sejak Korea Venture Investment berdiri pada 2005, fungsi pengelolaan·pengawasan pemerintah diperkuat, dan di ranah swasta, akselerator (AC) muncul sehingga pengelolaan yang rapat dilakukan,” dan “Sebagian besar pemimpin startup berfokus dengan sungguh-sungguh pada pertumbuhan perusahaan, sehingga saya harap sebagian kasus tidak dianggap mewakili keseluruhan.”
Para ahli menunjukkan bahwa koreksi diri perorangan lebih penting daripada pelengkapan melalui sistem.
Seorang pihak modal ventura menekankan, “Jika pemimpin tidak menjalankan kewajiban itikad baik, VC yang mengelola risiko mau tidak mau memperketat pengelolaan,” dan “Ini pada akhirnya menjatuhkan sanksi pada kegiatan wirausaha pendiri yang aktif, sehingga koreksi diri perorangan diperlukan.”
Reporter Kim Jeong-eun (xbookleader@chosunbiz.com)
[Baca artikel selengkapnya]
Membeli koin dengan dana investasi lalu mengajukan pailit… VC yang ditikam dari belakang oleh startup ‘pailit sengaja’ (kunjungi)
Semua bidang Sekilas pandang
1/0
Reservasi Konsultasi Kunjungan
Jika ada masalah hukum, konsultasikan dengan pengacara spesialis Litigasi yang melibatkan warga asing di kantor terdekat