Bidang Praktik
Reservasi Konsultasi

2025-08-26

"Mantan kekasih yang sudah putus meminta agar mengembalikan hal-hal yang selama ini diberikannya. Apakah benar-benar harus dikembalikan?"
Perpindahan uang, barang, dan sebagainya antara sepasang kekasih sering terlihat di sekitar kita. Bentuknya sangat beragam, mulai dari biaya hidup sehari-hari hingga biaya yang timbul dari tinggal bersama dengan syarat menikah. Masalahnya, ketika hubungan itu berujung pada keretakan dan salah satu pihak menuntut pengembalian uang. Dari sudut pandang pihak yang menuntut pengembalian, mungkin ia menganggapnya ‘uang yang sudah semestinya diterima kembali’, tetapi hukum tidak sesederhana itu.
Dalam gugatan perdata, agar tuntutan pengembalian uang pinjaman diakui, penggugat yang mengajukannya harus membuktikan fakta peminjaman. Hanya dengan rincian sekadar fakta pengiriman uang seperti catatan transfer ke lawan, rincian transaksi, dan rekening masuk-keluar, sulit memperoleh pengakuan objektif atas kehendak meminjamkan. Agar diakui bahwa perjanjian pinjaman telah terbentuk, diperlukan data substantif atas kesesuaian kehendak, seperti surat pengakuan utang atau dokumen setara, pesan atau surel yang secara tegas mencantumkan janji pengembalian, serta rekaman ucapan yang menuntut pengembalian atau menyatakan akan membayar.
Namun, dalam hubungan percintaan, berbeda dengan hubungan transaksi umum, karena sifatnya jarang ada surat perjanjian atau surat pengakuan utang yang jelas mengenai latar belakang perpindahan uang. Oleh karena itu, pengadilan pun mencermati secara menyeluruh situasi antarpihak dan kronologi hubungan lalu menilai apakah sifat uang tersebut termasuk pinjaman atau hibah.
Nyatanya, dalam perkara yang penulis tangani pun, pokok persoalan semacam ini pernah menjadi inti. Tergugat, saat berpacaran dengan penggugat, menerima sekitar 58 juta won dari penggugat secara berkali-kali. Namun, ketika hubungan berakhir, penggugat mengajukan gugatan dengan meminta agar uang itu dikembalikan. Saat itu penggugat mendalilkan bahwa tergugat meminjam uang dengan dalih membayar pinjaman. Namun, tidak ada bukti langsung yang dapat membuktikan terbentuknya perjanjian pinjaman seperti surat perjanjian pinjaman atau surat pengakuan utang.
Penulis pertama-tama menekankan secara konsisten prinsip dasar gugatan perdata bahwa ‘pihak yang mendalilkan harus membuktikan’, sehingga secara tuntas mengalihkan beban pembuktian kepada penggugat. Selain itu, penulis menunjukkan bahwa dalam hubungan percintaan banyak kasus pemberian uang dilakukan tanpa syarat khusus. Lalu penulis mendalilkan secara meyakinkan bahwa situasi semacam ini lebih masuk akal dipandang sebagai hibah, bukan pinjaman. Terutama, penulis membantah dalil penggugat secara efektif dengan menekankan bahwa penggugat memberikan tambahan uang meskipun tergugat belum melunasi setelah pemberian uang, serta bahwa penggugat sendiri memamerkan kemampuan finansial dan mengatakan ingin membantu tergugat.
Hasilnya, pengadilan pun menilai bahwa pembuktian atas dalil ‘pinjaman’ penggugat kurang sehingga menolak tuntutan, dan tergugat dapat terlepas dari beban uang yang berat.
Pengacara Kim Yeong-min dari Firma Hukum Daeryun menyampaikan, “Apabila timbul sengketa uang pinjaman antar kekasih semacam ini, tidak boleh mendekatinya hanya dengan penilaian emosional, melainkan sejak awal perkara harus dengan penilaian yang jernih memahami doktrin hukum terkait dan menyusun strategi pengumpulan bukti,” dan “Hanya dengan merapikan fakta perkara per pokok persoalan serta menyusun dalil yang logis melalui kredibilitas keterangan pihak dan penafsiran organik bukti tidak langsung, seseorang dapat mengurangi sengketa yang tidak perlu dan membela diri dari tanggung jawab hukum.”
[Global Epic, Lee Su-hwan CP / lsh@globalepic.co.kr]
[Baca artikel selengkapnya]
Sengketa uang pinjaman antar kekasih…imbalan cinta atau uang yang harus diterima kembali (kunjungi)
Semua bidang Sekilas pandang
1/0
Reservasi Konsultasi Kunjungan
Jika ada masalah hukum, konsultasikan dengan pengacara spesialis Litigasi yang melibatkan warga asing di kantor terdekat