Di dalam negeri banyak veteran yang dahulu dikirim ke Perang Vietnam lalu terluka, atau yang menderita akibat kecacatan komplikasi. Di antara mereka, tidak sedikit kasus yang belum menyelesaikan masalahnya karena menerima keputusan penolakan pendaftaran sebagai pasien terkait kompensasi kerugian akibat agen oranye.
Agen oranye adalah herbisida yang disemprotkan untuk mematikan pohon, dan merupakan senjata kimia yang digunakan dalam Perang Vietnam karena toksisitasnya yang kuat. Ia mengandung zat berbahaya yang disebut dioksin, dan toksisitas zat ini adalah zat berbahaya yang lebih kuat daripada kalium sianida.
Orang-orang yang dirugikan oleh agen oranye, karena komplikasinya hingga kini tidak mudah hilang dan banyak memengaruhi kehidupan sehari-hari, harus memperoleh kompensasi yang cukup dan berfokus pada pengobatan, sehingga apabila pendaftaran sebagai pasien ditolak, besar kemungkinan berlanjut ke gugatan administrasi agen oranye.
Bagi orang yang dirugikan oleh agen oranye Perang Vietnam, perlu menyelesaikan persiapan untuk menjelaskan secara hukum atas kerugiannya sendiri, lalu selanjutnya menyiapkan gugatan administrasi agen oranye. Ia harus memastikan apakah memenuhi kriteria agar dapat diakui sebagai penerima manfaat komplikasi agen oranye, dan harus menyerahkan pula dokumen bukti objektif agar dapat ditetapkan tingkat kecacatannya.
Apabila ingin memperoleh sebagian keringanan dari penderitaan fisik maupun batin yang dialami akibat agen oranye, hal terkait kerugian agen oranye dapat memperoleh kompensasi dari Kementerian Patriot dan Veteran, tetapi Kementerian Patriot dan Veteran berkemungkinan mengeluarkan ketidaksetujuan atas hal itu.
Oleh karena itu, penting untuk mengajukan keberatan melalui banding administratif dan gugatan administrasi agen oranye serta memperjuangkan hak dengan menyanggah keberlakuan keputusan tersebut.
Pengacara Lee Il-kwon dari Firma Hukum Daeryun (Perseroan Terbatas) menasihati, "Bagi korban agen oranye, karena hanya dengan terlaksananya pendaftaran sebagai pasien mereka dapat memperoleh bukan hanya kompensasi finansial tetapi juga berbagai bantuan sosial, mereka tidak boleh menyerah atas hal ini," seraya menambahkan, "harus secara aktif mencari langkah penanganan hukum untuk menyelesaikan masalah bersama pengacara spesialis militer."
Ia menambahkan, "Sekalipun sudah lama sejak perang berakhir, harus diupayakan agar hak diri sendiri dapat dijaga dengan benar secara hukum."
Baca artikel selengkapnya - Keputusan penolakan pendaftaran pasien komplikasi agen oranye militer, harus memperjuangkan hak yang sah melalui gugatan administrasi