Bidang Praktik
Reservasi Konsultasi

2025-11-11

Kantor utama Firma Hukum Daeryun (Perseroan Terbatas) yang terletak di Parc.1, Yeouido, Seoul. Tepat lewat pukul 8 pagi, pintu ruang rapat terbuka dan para pengacara dari kantor-kantor cabang Daeryun di berbagai penjuru Seoul satu per satu duduk di tempatnya. Di tangan masing-masing tergenggam berkas perkara.
Rapat hari itu dihadiri oleh Pengacara Woo Jin-gyu, Chae Won-hyeop, dan Park Jeong-gu. Yang memimpin mereka adalah Pengacara Penanggung Jawab Utama An Kwon-seop. Ia, yang berpengalaman 25 tahun di bidang pidana khusus, berat, dan umum, setelah bergabung dengan Daeryun memimpin langsung perkara yang diterima dari berbagai penjuru negeri.
Perkara yang dibahas di meja hari itu adalah perkara kejahatan seksual berkelompok yang terjadi di daerah. Di Daeryun, tempat seluruh kantor di penjuru negeri terhubung dalam satu jaringan, 'perkara daerah' tidak berhenti sebagai 'urusan daerah'. Pada perkara kali ini pun berkumpul empat pengacara yang kaya pengalaman dalam perkara kejahatan seksual.
"Karena bukti inti dalam perkara ini telah diamankan sejak dini, arah harus ditetapkan dengan jelas pada pemeriksaan tahap pertama," begitu Pengacara An memulai pembicaraan, lalu Pengacara Woo mengangguk dan menyetujui, "Klien pun berada dalam keadaan yang sensitif secara psikologis mengingat statusnya sebagai tersangka. Tampaknya proses penjelasan harus dirancang lebih cermat."
Pengacara An, yang menangani koordinasi praktis, dikenal di dalam firma sebagai orang yang menelaah rekam perkara dengan teliti. Bahkan pada hari tanpa jadwal persidangan, di mejanya selalu bertumpuk berkas rekam yang tebal.
Dalam rapat hari itu, Pengacara An mengatakan, "Di balik sebuah perkara selalu ada kehidupan seseorang. Yang mendahului hukum adalah pemahaman dan empati terhadap manusia," dan menambahkan, "Yang sama pentingnya dengan memenangkan perkara adalah kepercayaan. Sebab, kepercayaan dengan klien yang dibangun seperti itu menjadi aset seumur hidup."
Hal yang paling dianggap penting oleh Pengacara An adalah komunikasi dengan klien. Ia berkeyakinan bahwa karena klien yang terlibat perkara mau tidak mau merasa cemas setiap hari, sikap pengacara yang menangani untuk lebih dahulu menjelaskan alur perkara dengan jelas adalah hal yang penting.
Ia mengatakan, "Menjelaskan lebih dahulu sebelum klien bertanya, itulah yang saya anggap sebagai hal dasar. Jika komunikasi terputus, sebaik apa pun dokumen disusun, kepercayaan akan runtuh." Ia, yang merasa paling puas ketika ada klien yang tidak lupa menghubunginya bahkan setelah perkara selesai, berkali-kali menekankan bahwa kepercayaan dibangun bukan dari hasil, melainkan dari proses
Bahkan setelah rapat berakhir, saluran kantor-kantor di seluruh negeri tidak ada waktu istirahat. Rekam perkara dibagikan secara waktu nyata melalui sistem pengelolaan terpadu, dan para pengacara per daerah kerap terhubung ke rapat daring.
Proses penanganan perkara Daeryun merupakan kekuatan yang menggerakkan 36 kantor di seluruh negeri layaknya satu organisasi.
Filosofi 'kepercayaan dibangun bukan dari hasil, melainkan dari proses' yang disampaikan Pengacara An pada akhirnya memperlihatkan secara ringkas dalam satu kalimat arah yang dikejar Daeryun.
권병석 기자 (bsk730@fnnews.com)
[Baca artikel selengkapnya]
"Di balik sebuah perkara selalu ada kehidupan seseorang" mengintip pagi hari Firma Hukum Daeryun (Perseroan Terbatas) (kunjungi)
Semua bidang Sekilas pandang
1/0
Reservasi Konsultasi Kunjungan
Jika ada masalah hukum, konsultasikan dengan pengacara spesialis Litigasi yang melibatkan warga asing di kantor terdekat