
2026-02-06

Belakangan ini cara pengumpulan bukti aparat penyidik seperti polisi berubah dengan cepat. Kini, bukti objektif seperti catatan komunikasi dan CCTV lebih menentukan hasil persidangan daripada ‘siapa yang memberi keterangan apa’.
Mengenai strategi pembelaan yang harus dimiliki tersangka dan peran firma hukum dalam sistem peradilan pidana yang penekanan pada asas peradilan berbasis bukti diperkuat semacam ini, pada tanggal 4 kami menemui Pengacara Lee Tae-seung yang menjabat Ketua Bagian 1 Kelompok Pidana Firma Hukum Daeryun dan mendengarkan penjelasannya.
-Katanya bukti material menentukan menang-kalah persidangan, secara konkret bagaimana perubahannya di lapangan.
"Kini keterangan hanya titik awal, dan struktur berubah menjadi data objektif seperti forensik digital, catatan komunikasi, dan CCTV yang membedakan bersalah·tidak bersalah. Ini era di mana satu ponsel pintar atau kotak hitam memiliki daya persuasif lebih kuat daripada puluhan lembar berita acara. Oleh karena itu, kuasa hukum pun bukan hanya mengandalkan pencabutan keterangan atau alibi, melainkan sangat penting merancang sejak awal perkara data material apa yang akan diamankan dan dianalisis serta bagaimana caranya.
-Katanya pentingnya bukti sangat ditekankan khususnya dalam perkara kejahatan seksual, apa alasannya.
"Karena banyak kasus keterangan para pihak saling bertentangan. Yang mengisi kekosongan itu justru bukti digital. Misalnya, dalam perkara perbuatan cabul dengan paksaan, ada kasus di mana kami menganalisis secara menyeluruh percakapan messenger, rute pergerakan, dan CCTV sebelum dan sesudah kejadian untuk membuktikan keakraban dan hubungan wajar kedua orang sehingga memperoleh keputusan tidak ada sangkaan. Selain itu, dalam perkara sangkaan ‘kepemilikan materi eksploitasi seksual’, kami pernah pula melepaskan sangkaan dengan membuktikan secara teknis melalui analisis forensik bahwa berkas hanya terbuat secara otomatis dan tidak ada jejak benar-benar membuka atau menyimpannya.
-Bagaimana di bidang lain seperti kejahatan ekonomi atau kejahatan terorganisasi.
"Dalam perkara penipuan·penggelapan, jika menganalisis secara teliti rincian rekening, catatan messenger, dan sebagainya, dapat ditemukan petunjuk untuk membuktikan keabsahan aliran dana atau transparansi pengambilan keputusan. Kejahatan terorganisasi seperti voice phishing pun, analisis log server atau pola komunikasi menjadi kunci. Melalui ini, terkadang terbukti bahwa seseorang hanya pekerja paruh waktu biasa sehingga kesengajaan diingkari, atau dibuktikan bahwa derajat keterlibatannya rendah sehingga tanggung jawab diringankan. Artinya, meski catatan yang sama, hasilnya bisa sepenuhnya berbeda tergantung ‘sampai sejauh mana dapat dibaca’."
-Bukti digital dapat mudah lenyap, bagaimana menghadapinya.
"CCTV atau catatan log biasanya terhapus dalam 1~2 minggu, sehingga mengajukan ‘permohonan pengamanan alat bukti’ melalui pengadilan sebelum penyidikan dimulai sangat penting untuk hak membela diri. Sebab jika mengamankan rekaman asli sejak awal, dapat mencegah persengketaan keterangan yang menghabiskan tenaga. Namun, bagi orang awam, hambatan realistisnya tinggi, seperti menentukan objek permohonan, menyusun logika untuk meyakinkan pengadilan, dan koordinasi lembaga terkait. Jika waktu tertunda, risiko bukti terhapus besar, sehingga sejak awal perkara harus berkonsultasi dengan ahli dan mendekatinya secara strategis."
-Apakah ada organisasi yang menangani forensik di dalam firma hukum.
"Pusat forensik ada di dalam firma hukum. Perusahaan swasta unggul dalam teknik pemulihan data, tetapi pusat firma hukum unggul dalam kemampuan merekonstruksi data itu menjadi ‘bahasa hukum’ yang dapat dipahami aparat penyidik dan majelis. Firma hukum menyeleksi dan merancang apakah ada daya bukti, apakah tidak ada kontroversi pengumpulan melawan hukum, dan apakah menguntungkan atau merugikan klien. Pemulihan data yang serampangan justru dapat menjadi racun, sehingga penilaian doktrin hukum mutlak diperlukan. Terutama dalam proses ini, pengacara, ahli forensik, mantan polisi, dan sebagainya berkolaborasi merekonstruksi fakta perkara sehingga dapat mendekat sedekat mungkin pada kebenaran."
-Apa yang dituju Kelompok Pidana Firma Hukum Daeryun.
"Orang-orang yang berada dalam prosedur pidana tengah melewati terowongan tergelap dalam hidupnya. Pembelaan terbaik bukan sekadar berhenti pada pertempuran doktrin hukum, melainkan membantu klien dapat kembali ke keseharian. Kami berupaya bukan pembelaan pasif yang hanya menunggu keputusan aparat penyidik, melainkan sejak awal perkara secara proaktif mencari bukti dan memimpin prosedur. Tujuan kami adalah menjadi mitra andal yang memberi keyakinan ‘jika bersama tim ini, semua yang dapat dilakukan telah dilakukan’."
Reporter Baek Jae-hyeon (itbrian@newsis.com)
[Baca artikel selengkapnya]
Lee Tae-seung, Ketua Bagian 1 Kelompok Pidana Daeryun "Bukti digital memisahkan bersalah·tidak bersalah" (kunjungi)
Semua bidang Sekilas pandang
1/0
Reservasi Konsultasi Kunjungan
Jika ada masalah hukum, konsultasikan dengan pengacara spesialis Litigasi yang melibatkan warga asing di kantor terdekat
Bidang Praktik
Reservasi Konsultasi