Bidang Praktik
Reservasi Konsultasi

2026-02-10

Bertabrakan saat menghindari kendaraan yang menyerobot tanpa menyalakan lampu sein…didakwa 'pelanggaran kewajiban mengemudi aman'
Majelis "pilihan tak terhindarkan untuk menghindari kecelakaan…jika mengerem mendadak akan terjadi kecelakaan lain"
Seorang pengemudi yang menyebabkan kecelakaan saat menghindari kendaraan yang menyerobot dari lajur sebelah tanpa menyalakan lampu sein dijatuhi putusan bebas.
Pengadilan Distrik Pusat Seoul pada tanggal 22 bulan lalu menjatuhkan putusan bebas kepada A, pria berusia 40-an yang didakwa melanggar Undang-Undang Lalu Lintas Jalan.
A didakwa menyebabkan kecelakaan pada tahun 2024 saat mengemudi di sebuah jalan searah 5 lajur di Seoul, dalam proses membelokkan setir untuk mengubah lajur guna menghindari kendaraan yang menyerobot dari kanan tanpa peringatan lalu kembali ke lajur semula.
Polisi menilai A melanggar kewajiban mengemudi aman menurut Undang-Undang Lalu Lintas Jalan lalu melimpahkan kasus ke Kejaksaan Korea Selatan.
Kejaksaan Korea Selatan memandang A bersalah lalu mengajukan perintah ringkas berupa denda 200 ribu won Korea Selatan, dan pengadilan pun menerimanya.
Namun, A tidak menerima hal itu dan mengajukan persidangan resmi.
Dalam proses persidangan, pihak A mendalilkan bahwa kendaraan korban menyerobot tanpa menyalakan lampu sein sehingga ia harus menghindar dengan cepat.
Ia juga menekankan bahwa karena lajur yang terpaksa dihindarinya adalah lajur khusus belok kiri, ia tidak punya pilihan selain kembali ke lajur semula.
Pengadilan menjatuhkan putusan bebas kepada A. Majelis menilai, "Kecelakaan ini terjadi akibat perubahan lajur mendadak korban," dan "terdakwa mempercepat lalu mendahului untuk berjalan lurus merupakan tindakan mengemudi yang tak terhindarkan dalam situasi saat itu."
Majelis menambahkan, "Sulit memandang bahwa terdakwa harus mengerem mendadak dengan memperkirakan hingga pelanggaran lajur ilegal kendaraan korban, atau harus melakukan belok kiri yang bukan kewajibannya untuk menghindari kecelakaan," dan "justru bila dilihat dari situasi lalu lintas saat itu, apabila mengerem mendadak, kemungkinan terjadinya kecelakaan sekunder besar."
Pengacara Firma Hukum Daeryun Kim Yun-jung yang mewakili A menjelaskan, "Pelanggaran kewajiban mengemudi aman tidak dapat dipraduga hanya dari hasil terjadinya kecelakaan dan bahaya objektifnya harus dibuktikan secara ketat," dan "dengan aktif menjelaskan bahwa perubahan lajur saat itu adalah pilihan tak terhindarkan untuk menghindari kecelakaan, kami dapat menghasilkan putusan bebas."
#kejadian #pilihantakterhindarkan #putusanbebas
Park Seok-ho (haitai2000@ikbc.co.kr)
[Baca artikel selengkapnya]
Menghindari mobil depan yang tak menyalakan sein lalu 'braak'…Pengadilan "pilihan tak terhindarkan" bebas (buka tautan)
Semua bidang Sekilas pandang
1/0
Reservasi Konsultasi Kunjungan
Jika ada masalah hukum, konsultasikan dengan pengacara spesialis Litigasi yang melibatkan warga asing di kantor terdekat