Bidang Praktik
Reservasi Konsultasi

2026-02-11
![[기고] 다국적 건설영토 확대와 글로벌 법률서비스의 시사점](/_next/image?url=https%3A%2F%2Fd1tgonli21s4df.cloudfront.net%2Fupload%2Fboard%2Fbroadcast%2F20260211075926728.webp&w=3840&q=100)
Langkah ekspansi industri konstruksi dalam negeri ke luar negeri sungguh gencar. Jika di masa lalu porosnya adalah plant di Timur Tengah, infrastruktur di Asia, dan pengembangan kota di Afrika, memasuki dekade 2020-an peta berubah; mereka masuk ke pasar Barat seperti Amerika Utara dan Eropa dan mencatat perolehan kontrak yang mencapai 3 miliar dolar per tahun (sekitar 4,4 triliun won Korea Selatan).
Untuk memperoleh daya saing di pasar layanan hukum tanpa batas negara, tidak boleh berhenti pada pagar sempit berupa Undang-Undang Promosi Konstruksi Luar Negeri yang ada maupun sekadar pada tataran EPC luar negeri (desain·pengadaan·konstruksi). Kini saatnya diperlukan pergeseran kerangka untuk menyediakan layanan hukum global dari perspektif makro yang merangkum keseluruhan proyek, seperti pengembangan investasi atau pengembangan kota.
Tinjauan hukum sejak tahap ekspansi ke luar negeri·negosiasi: kasus daya mengikat hukum yang berlaku (governing law)
Praktik konstruksi luar negeri terjalin secara rumit antara hukum yang berlaku·cara penyelesaian sengketa dan syarat kontrak. Khususnya, seiring meluasnya penggunaan kontrak standar internasional, termasuk syarat kontrak FIDIC (Federation Internationale Des Ingenieurs-Conseils), tinjauan hukum sejak tahap ekspansi ke luar negeri·negosiasi menjadi titik awal layanan hukum multinasional.
Sikap Mahkamah Agung Korea Selatan mengenai penerapan hukum yang berlaku menurut kontrak rekayasa (engineering) luar negeri (2016Da222712) juga secara nyata menunjukkan pentingnya penyusunan kontrak atas desain, konstruksi, dan operasi. Dalam putusan tersebut, Mahkamah Agung Korea Selatan memutuskan bahwa apabila terdapat kesepakatan yang jelas antarpihak mengenai pemilihan hukum yang berlaku, hal itu harus dipatuhi. Ini menegaskan kembali bahwa meskipun pokok sengketanya berkaitan erat dengan hukum dalam negeri seperti rahasia dagang, klausul hukum yang berlaku dalam kontrak memiliki daya mengikat yang kuat yang mengubah tolok ukur peradilan itu sendiri.
Di antara peraturan perundang-undangan dalam negeri dan arbitrase internasional: putusan arbitrase dalam sengketa konstruksi
Sengketa di bidang konstruksi luar negeri lazimnya diselesaikan melalui lembaga arbitrase internasional seperti ICC (Mahkamah Arbitrase Internasional) dan SIAC (Pusat Arbitrase Internasional Singapura). Khususnya, putusan arbitrase seperti ini memiliki kekuatan yang sama dengan putusan yang telah berkekuatan hukum tetap di dalam negeri berdasarkan Konvensi New York (kesepakatan tentang pengakuan dan pelaksanaan putusan arbitrase asing). Namun, Konvensi New York mengatur bahwa 'pelaksanaan dapat ditolak apabila bertentangan dengan ketertiban umum negara tempat pelaksanaan'.
Selain itu, pengadilan belakangan memutuskan, "'Pelanggaran ketertiban umum' menurut Konvensi New York harus ditafsirkan secara sangat luar biasa dan terbatas," (Pengadilan Distrik Pusat Seoul 2021Kagi2778) dan menunjukkan sikap yang mementingkan stabilitas serta prediktabilitas putusan arbitrase internasional. Hal ini pada akhirnya memberikan implikasi penting bahwa peran pengacara harus diperluas menjadi pakar konvergen yang memahami secara mendalam teknologi konstruksi dan praktik kontrak internasional serta menanganinya.
Perluasan ekspansi ke luar negeri dan tugas layanan hukum global
Di tengah gelombang keterbukaan pasar hukum, layanan hukum kini melampaui sekadar sarana pascakejadian dan menempati posisi sebagai aset strategis inti yang menentukan sukses atau gagalnya suatu proyek. Khususnya, menyediakan layanan hukum multinasional tepat waktu dan merancang klausul kontrak awal agar menguntungkan di bidang-bidang yang menjadi keunggulan perusahaan kita, seperti plant, perkapalan, dan struktur lepas pantai, memiliki nilai yang melampaui sekadar kemampuan memperoleh kontrak.
Untuk itu, perlu ditinjau secara aktif langkah menyediakan layanan konsultasi hukum firma hukum dalam negeri sebagai satu paket saat memperoleh kontrak luar negeri, atau mendukung konsultasi hukum bagi negara berkembang dengan mengaitkannya pada proyek kerja sama pembangunan internasional (ODA). Sekaligus, dukungan aktif untuk penguatan kapabilitas multinasional juga harus menopang agar layanan hukum kita dapat sejajar dengan pasar dunia, dengan bekerja sama secara erat bersama firma hukum global seperti di Amerika dan Eropa.
Tim Usaha Kecil dan Menengah
[Baca artikel selengkapnya]
[Kontribusi] Perluasan wilayah konstruksi multinasional dan implikasi layanan hukum global (kunjungi)
Semua bidang Sekilas pandang
1/0
Reservasi Konsultasi Kunjungan
Jika ada masalah hukum, konsultasikan dengan pengacara spesialis Litigasi yang melibatkan warga asing di kantor terdekat