Bidang Praktik
Reservasi Konsultasi

2026-04-03

Wawancara pengacara Firma Hukum Daeryun Nam Kwon-yul
"Mencari kerja sampingan penerjemahan. Imbal hasil tinggi terjamin"
Perempuan berusia 20-an A pada 2022 menerima tawaran kerja sampingan berimbal hasil tinggi lalu naik pesawat menuju Laos. Harapan atas awal baru hanya sesaat, hidup A langsung terjun ke jurang. Begitu tiba di lokasi, paspornya dirampas, dan dalam keadaan dikurung ia dibebani pekerjaan. Setelah itu, melalui pelarian yang mempertaruhkan nyawa ia kembali ke Korea, tetapi ia justru masuk garis penyidikan bukan sebagai korban, melainkan sebagai tersangka.
Jaksa memandang A sebagai pengelola inti organisasi kejahatan voice phishing berskala sekitar 170 juta won dan menuntut pidana penjara 10 tahun. Jaksa menyajikan sebagai dasar inti bahwa alamat IP yang digunakan dalam kejahatan dan alamat akses rekening keuangan A sama. Namun, pengadilan tingkat pertama menjatuhkan putusan bebas kepada A.
Menurut Kementerian Luar Negeri, jumlah pelaporan pengurungan warga Korea di Kamboja yang pada 2022 sebanyak 1 kasus, melonjak menjadi 330 kasus tahun lalu (Januari~Agustus). Organisasi kejahatan ini ternyata terutama memikat kaum muda melalui SNS dengan kalimat seperti 'mencari karyawan cabang Asia Tenggara telemarketing besar luar negeri'.
Terkait hal ini, pengacara Firma Hukum Daeryun Nam Kwon-yul yang membela A menekankan, "Kerja sampingan berimbal hasil tinggi di luar negeri mudah menjerat mahasiswa awal hingga pertengahan usia 20-an yang minim pengalaman bermasyarakat," dan "karena ada pula kasus dituntut meski tidak benar-benar melakukan kejahatan, sebaiknya tidak mencobanya sama sekali."
Berikut tanya jawab dengan pengacara Nam.
-Dalam perkara ini, bagaimana korban penipuan lowongan kerja ditunjuk sebagai pengelola voice phishing?
▲Terdakwa adalah korban yang tertipu iming-iming 'kerja sampingan penerjemahan berimbal hasil tinggi' lalu di lokasi paspornya dirampas dan dikurung. Satu-satunya dasar yang dituntut jaksa adalah 'alamat IP'. Yaitu bahwa IP akses server program jahat voice phishing dan IP yang digunakan terdakwa saat mengakses rekening keuangan pribadinya sama. Jaksa berdasarkan hal itu memandang terdakwa sebagai pengelola inti organisasi kejahatan yang langsung mengelola server dan menuntut pidana penjara 10 tahun.
-Apa yang menjadi fokus dalam membela tersangka?
▲Saya berfokus menggali titik buta teknis yang terlewat aparat penyidik. Pertama, saya menekankan kekhususan lingkungan jaringan setempat di Asia Tenggara. Di Laos dan sekitarnya digunakan cara di mana ratusan orang berbagi satu IP publik (CGNAT). Oleh karena itu, hanya dengan kesamaan alamat IP tidak dapat dipastikan sebagai perangkat terdakwa. Selain itu, pengalaman terdakwa hanya sekitar 8 bulan pekerjaan bantuan pengembangan di lokasi. Saya menyampaikan dengan kuat di persidangan bahwa mengelola langsung server program jahat yang menuntut teknologi keamanan tinggi sejak awal secara teknis mustahil.
-Apa dasar konkret putusan pengadilan tingkat pertama yang menjatuhkan bebas seluruhnya?
▲Secara garis besar tiga. Pertama, surat keterangan awal yang ditinggalkan di kedutaan segera setelah pelarian. 'Kebenaran yang tidak diolah' yang ditulis semata untuk bertahan hidup tanpa perhitungan hukum menjadi perisai menentukan yang meruntuhkan logika persekongkolan jaksa. Kedua, susunan organisasi setempat. Karena sebagian besar anggota organisasi adalah warga Tiongkok, sulit dipandang sebagai organisasi voice phishing yang membutuhkan bahasa Korea yang lancar. Ketiga, ketiadaan bukti objektif. Hasil forensik aparat penyidik menunjukkan tidak ditemukan program jahat apa pun pada perangkat elektronik terdakwa.
-Apa alasan mendasar peserta tak bersalah berulang kali muncul di kawasan Asia Tenggara?
▲Karena berkarakter kuat sebagai 'perdagangan manusia berskala besar' yang menyalahgunakan keterdesakan kaum muda. Setelah memikat ke luar negeri dengan umpan imbal hasil tinggi, begitu tiba di lokasi paspor dirampas dan dikurung di ruang yang terputus dari dunia luar. Kaum muda yang minim pengalaman bermasyarakat mau tak mau tunduk dalam kekerasan dan tekanan yang sangat berat ini. Namun, aparat penyidik hanya terpaku pada hasil 'berada di tempat kejadian' dan mengabaikan kekerasan struktural mengapa mereka tidak dapat lepas dari sana. Keterbatasan penyidikan permukaan seperti ini menjadi penyebab yang mengubah korban tak bersalah menjadi pelaku dalam semalam.
-Bila terlibat perkara voice phishing luar negeri, apa strategi tanggapan menurut situasi kerugian?
▲Ke mana fokus pembelaan diletakkan adalah kuncinya. Bila sekadar peserta biasa, harus menjelaskan bahwa ia pembantu tingkat bawah yang hanya menerima gaji tetap, bukan pembagian keuntungan. Sebaliknya, bila seperti perkara ini diseret secara paksa akibat paksaan, harus semaksimal mungkin mengamankan 'keterangan awal' sebelum perhitungan hukum masuk, seperti surat permohonan pertolongan kedutaan yang disebut sebelumnya.
Jurnalis Kwon Byeong-seok (bsk730@fnnews.com)
[Baca artikel selengkapnya]
"Apa strateginya bila terlibat kerja sampingan bergaji tinggi di Asia Tenggara"...cara tanggapan tersangka yang membalikkan tuntutan 10 tahun (kunjungi tautan)
Semua bidang Sekilas pandang
1/0
Reservasi Konsultasi Kunjungan
Jika ada masalah hukum, konsultasikan dengan pengacara spesialis Litigasi yang melibatkan warga asing di kantor terdekat