Bidang Praktik
Reservasi Konsultasi

2026-05-11

Firma Hukum Daeryun pada tanggal 8 menyatakan telah sukses menyelenggarakan 'Webinar Pengembalian Bea Masuk Amerika Serikat dan Penanganan Risiko Perdagangan bagi Perusahaan Asing' yang digelar bersama Perhimpunan Perusahaan Asing di Korea (KOFA).
Webinar kali ini disiapkan untuk menganalisis prosedur pengembalian bea masuk yang mulai serius menyusul putusan pelanggaran hukum IEEPA (Undang-Undang Kewenangan Ekonomi Darurat Internasional) oleh Mahkamah Agung Federal Amerika Serikat baru-baru ini, serta mencari strategi penanganan risiko perdagangan yang dini bagi perusahaan. Acara kali ini diikuti dengan minat tinggi oleh jajaran eksekutif perusahaan asing serta para manajer praktis di bidang hukum, keuangan, dan SCM.
Pada sesi pertama, komite ahli kepabeanan Myeong Jae-ho tampil sebagai pembicara dan menyampaikan presentasi bertema sistem pengembalian bea masuk IEEPA Amerika Serikat dan tren praktik terkini. Komite Myeong menjelaskan lingkup penerapan bertahap dan prosedur praktis sistem 'CAPE (Consolidated Administration and Processing of Entries)', yaitu portal pengembalian daring Badan Bea dan Perlindungan Perbatasan Amerika Serikat (CBP) yang mulai beroperasi pada tanggal 20 bulan lalu.
Komite Myeong menegaskan, "Pengembalian kali ini bukan pengembalian otomatis menurut putusan Mahkamah Agung, dan hanya dapat diterima apabila importir resmi (IOR) mengajukannya langsung melalui sistem CAPE." Ia juga menyarankan bahwa mengamankan rekening keuangan di Amerika Serikat merupakan keharusan, dan untuk perkara yang bukan objek pengajuan sistem, seseorang harus menanggapinya dengan cepat menyiapkan alternatif prosedural tersendiri seperti keberatan.
Pada sesi kedua berikutnya, pengacara asing (Amerika Serikat) Son Dong-hu memberikan ceramah yang berpusat pada isu utama setelah pengembalian. Pengacara Son berpesan agar didekati dengan memisahkan secara jelas struktur penerimaan nyata uang pengembalian dan struktur kepemilikan hukumnya.
Pengacara Son menyoroti, "Dalam transaksi seperti DDP (delivered duty paid/penyerahan dengan bea dibayar), apabila IOR di atas dokumen berbeda dengan penanggung bea masuk yang sebenarnya, ada risiko uang pengembalian lebih dulu dibayarkan kepada subjek yang bukan penanggung ekonomi."
Ia lalu menegaskan, "Untuk mencegah sengketa seperti ini, struktur kontrak awal seperti pengalihan hak atau pembagian keuntungan harus ditata secara rapat, dan risiko perdagangan mendatang yang terkait dengan Pasal 301 dan Pasal 232 Undang-Undang Perdagangan pun harus diperiksa secara kompleks."
Perwakilan pengelolaan Daeryun Kim Kuk-il menyatakan, "Webinar kali ini adalah forum untuk menelaah jebakan praktis dan risiko struktural yang dapat dihadapi perusahaan asing dalam keadaan terbukanya peluang pengembalian berskala sekitar 166 miliar dolar (244 triliun won)," dan "Kami berharap ke depan perusahaan dapat menetapkan secara jelas subjek kepemilikan hukum dan mengamankan konsistensi logis untuk bersiap menghadapi gelombang perdagangan yang akan berlangsung."
Lee Eun-hye (zhses3@joseilbo.com)
[Baca artikel selengkapnya]
"Jalan pengembalian bea masuk AS senilai 244 triliun won terbuka"…Daeryun, sukses menggelar webinar pengembalian bea masuk dan perdagangan (kunjungi)
Semua bidang Sekilas pandang
1/0
Reservasi Konsultasi Kunjungan
Jika ada masalah hukum, konsultasikan dengan pengacara spesialis Litigasi yang melibatkan warga asing di kantor terdekat