Bidang Praktik
Reservasi Konsultasi

2026-05-18

Seorang kepala pusat penitipan anak daerah dituduh melakukan kontak fisik yang tidak pantas seperti menarik pinggang seorang siswi SMP, tetapi karena tidak ada bukti untuk mengakuinya sebagai pencabulan, dijatuhkan penetapan tidak menuntut.
Menurut kalangan hukum pada tanggal 18, Kantor Cabang Bucheon Kejaksaan Distrik Incheon bulan lalu menjatuhkan penetapan tidak menuntut terhadap kepala pusat penitipan anak daerah A yang dilimpahkan atas dugaan pelanggaran Undang-Undang Khusus tentang Penghukuman Kejahatan Kekerasan Seksual dan pelanggaran Undang-Undang tentang Perlindungan Anak dan Remaja dari Kejahatan Seksual.
A dituduh sekitar Januari tahun lalu, dengan menyinggung diet kepada B yang bersekolah di pusat itu, beberapa kali menusuk dan menarik pinggangnya sehingga mencabuli secara paksa.
Namun, A menyangkal semua dugaan. Ia mendalilkan bahwa ia tidak pernah menarik pinggang siswi korban, dan itu hanya tindakan yang muncul dalam percakapan umum tentang bentuk tubuh, kebiasaan hidup, dan diet siswa. Ia juga menegaskan bahwa lokasi kejadian adalah ruang yang digunakan bersama banyak siswa dan guru, dan karena sering ada keluar-masuk, lingkungannya sulit untuk terjadinya pencabulan.
Kejaksaan Korea Selatan, dari hasil pemeriksaan keterangan pihak pusat dan banyak siswa, menilai bahwa bahan objektif untuk mengakuinya sebagai penganiayaan seksual kurang. Kejaksaan memandang ada keadaan yang sebagian bertentangan dengan keterangan siswi korban, dan bukti langsung seperti CCTV atau rekaman untuk mendukungnya pun tidak terkonfirmasi.
Kejaksaan Korea Selatan menilai bahwa meski ada sebagian kontak fisik, hal itu tampak sebagai tindakan yang muncul dalam percakapan terkait berat badan atau diet siswi korban, sehingga sulit memastikan bahwa ia mencabuli dengan niat seksual.
Kim Hyeong-geun, pengacara Firma Hukum Daeryun yang mewakili A, menyampaikan, "Dalam tindak pidana pencabulan paksa, ada tidaknya pencabulan tidak dinilai hanya dari perasaan subjektif korban, melainkan harus dinilai secara hati-hati dengan mencermati latar belakang dan tempat perbuatan, situasi saat itu, serta hubungan timbal balik," dan "sebagai hasil dari membereskan secara sistematis struktur operasi pusat, keterangan guru dan siswa, serta lingkungan saat kejadian, dan aktif menjelaskan bahwa itu bukan perbuatan dengan niat seksual, dapat diperoleh penetapan tidak bersalah."
[Baca artikel selengkapnya]
Kepala pusat penitipan anak yang diduga mencabuli siswi SMP tidak dituntut…tak ada bukti di tempat terbuka
(buka tautan)Semua bidang Sekilas pandang
1/0
Reservasi Konsultasi Kunjungan
Jika ada masalah hukum, konsultasikan dengan pengacara spesialis Litigasi yang melibatkan warga asing di kantor terdekat