Bidang Praktik
Reservasi Konsultasi

2026-05-28

Muncul saran bahwa agar perusahaan teknologi dalam negeri dapat mendarat di pasar Amerika Utara, mereka harus merancang struktur perlindungan teknologi dan hak kekayaan intelektual (IP) secara cermat sejak tahap awal masuk ke Kanada. Analisisnya, Kanada harus didekati bukan sekadar sebagai tempat pendirian badan hukum, melainkan sebagai basis strategis yang menghubungkan penelitian dan pengembangan (R&&D) setempat, penarikan investasi, dan masuk ke pasar.
Pengacara asing (AS) Kim Mi-a pada tanggal 21 lalu tampil sebagai pembicara di 'Forum Kanada X Korea 2026' yang digelar di GSC TIPS Town Seoul, dan menyajikan panduan hukum lintas batas dengan berpusat pada isi tersebut. Forum kali ini disiapkan untuk membangun sistem kerja sama industri AI dan mobilitas antara Korea dan Kanada serta memperkuat keterhubungan ekosistem ekspansi ke Amerika Utara.
Pengacara asing Kim yang menjadi pembicara di sesi 'Insight: Why Canada?' hari itu mengatakan, "Pendirian badan hukum Kanada melampaui sekadar prosedur administrasi, dan merupakan titik awal perancangan basis yang menghubungkan R&&D setempat, proyek pembuktian (PoC), penarikan investasi, dan masuk ke pasar," dan "Kanada adalah gerbang Amerika Utara yang memiliki klaster AI multi-inti seperti Toronto dan Montreal," serta "strategi yang jelas dan sesuai tujuan ekspansi harus didahulukan."
Pengacara asing Kim menyebut masalah kepemilikan IP sebagai risiko praktik yang kerap terlewatkan perusahaan dalam negeri dalam proses ekspansi luar negeri. Ia menjelaskan, "Kanada adalah struktur di mana kepemilikan hak ditetapkan melalui kontrak, bukan pengalihan seragam menurut hukum, dan hukum hak cipta menopang hal itu," dan "sulit memastikan bahwa teknologi dan hak kekayaan intelektual atas hasil karya yang dibuat karyawan internal atau pengembang alih daya secara otomatis menjadi milik perusahaan."
Ia menambahkan, "Sistem hukum setempat Amerika Utara cenderung melindungi kuat hak pengembang, sehingga bisa timbul situasi di mana teknologi inti tak dapat diamankan secukupnya."
Sebagai solusi, ia menyarankan agar sejak tahap penyiapan awal dituangkan klausul pengalihan IP dan pelepasan hak yang jelas dalam kontrak kerja dan alih daya. Ia juga menjelaskan perlunya penataan sistem kontrak antarpemegang saham untuk mengurangi risiko dilusi kepemilikan dan hak manajemen. Ia menyampaikan pula sebagai poin praktik bahwa definisi istilah antardokumen kontrak harus ditata secara konsisten agar dapat mengurangi kekosongan hukum saat terjadi sengketa.
Forum kali ini diselenggarakan dan diprakarsai bersama oleh The Way Company, Panitia FAMS 2026, dan World OKTA, dan lainnya.
Reporter Hwang Jung-won (garden@sidae.com)
[Baca artikel selengkapnya]
Pengacara asing Kim Mi-a "Sukses-tidaknya ekspansi ke Kanada bergantung pada perancangan perlindungan teknologi dan IP di tahap awal" (kunjungi)
Semua bidang Sekilas pandang
1/0
Reservasi Konsultasi Kunjungan
Jika ada masalah hukum, konsultasikan dengan pengacara spesialis Litigasi yang melibatkan warga asing di kantor terdekat