Bidang Praktik
Reservasi Konsultasi

2026-07-08

Seorang pengemudi berusia 60-an yang menyebabkan 7 kali kecelakaan lalu lintas di tempat yang sama selama 4 tahun dilimpahkan ke persidangan atas dugaan penipuan asuransi, tetapi pengadilan memandangnya sebagai kecelakaan yang terjadi akibat kelalaian kendaraan lawan lalu menjatuhkan putusan bebas.
Menurut kalangan hukum pada tanggal 8, Pengadilan Distrik Gwangju Cabang Mokpo pada tanggal 11 bulan lalu menjatuhkan putusan bebas kepada A berusia 60-an yang didakwa melanggar Undang-Undang Pencegahan Penipuan Asuransi.
A didakwa dengan dugaan sengaja menimbulkan 7 kali kecelakaan lalu lintas di sebuah persimpangan Kota Mokpo selama 4 tahun sejak 2021 dan meraih uang asuransi senilai sekitar 60 juta won Korea Selatan.
Kejaksaan Korea Selatan memandang bahwa ia menimbulkan kecelakaan yang disengaja dengan modus sengaja menabrak ketika menemukan kendaraan yang mengubah lajur dengan cara tidak normal atau melanggar aturan lalu lintas, lalu meraih uang asuransi.
Namun, A menyangkal seluruh dugaan. Menurutnya, itu hanyalah kecelakaan yang terjadi karena kekurangmahiran mengemudi di perjalanan pergi-pulang kerja dan tidak ada kesengajaan. Terutama, ia membela diri bahwa pada sebagian kecelakaan keluarganya turut menumpang, dan sama sekali tidak ada alasan untuk melukai keluarga demi uang asuransi.
Pengadilan menjatuhkan putusan bebas kepada A. Sebab, meskipun benar bahwa kecelakaan lalu lintas dengan cara serupa berulang di tempat yang sama sehingga skala uang asuransi yang ia terima cukup besar, pengadilan memandangnya sebagai kecelakaan lazim yang terjadi akibat pelanggaran aturan lalu lintas, seperti kendaraan lawan yang menunggu sinyal di lajur 1 khusus belok kiri malah berjalan lurus sehingga menabrak kendaraan A yang berbelok kiri dari lajur 2. Selain itu, fakta bahwa meskipun A pergi-pulang kerja melalui jalan yang sama setiap hari, frekuensi kecelakaannya sedikit yaitu satu atau dua kali setahun, juga menjadi dasar penilaian bebas.
Pengacara Firma Hukum Daeryun Choi Dae-il yang mewakili A menjelaskan, "Agar penipuan asuransi diakui, harus jelas bahwa itu adalah kecelakaan yang sangat disengaja dan bukan kelalaian akibat kekurangmahiran mengemudi dan sebagainya," dan "dengan aktif membuktikan kepada majelis bahwa tidak ada kesengajaan perbuatan berdasarkan keadaan objektif seperti fakta bahwa jalan tersebut adalah rute pergi-pulang kerja yang digunakan setiap hari dan fakta keluarga turut menumpang, kami dapat menghasilkan putusan bebas."
Wartawan Jeong Cheol-uk
[Baca artikel selengkapnya]
Warga 60-an yang dituduh penipuan asuransi '7 kali kecelakaan di tempat sama selama 4 tahun' bebas…Pengadilan "kelalaian kendaraan lawan jelas, kecelakaan lazim" (buka tautan)
Semua bidang Sekilas pandang
1/0
Reservasi Konsultasi Kunjungan
Jika ada masalah hukum, konsultasikan dengan pengacara spesialis Litigasi yang melibatkan warga asing di kantor terdekat