Bidang Praktik
Reservasi Konsultasi

2026-08-05
![[법률돋보기]⑩ 중국 진출 K-브랜드, 광고 문구가 발목 잡는다](/_next/image?url=https%3A%2F%2Fd1tgonli21s4df.cloudfront.net%2Fupload%2Fboard%2Fbroadcast%2F20260805085507208.webp&w=3840&q=100)
Bila menggunakan ungkapan berlebihan·absolut, denda administratif dapat dikenakan
Pemahaman atas hukum periklanan setempat adalah langkah pertama keberhasilan
Belakangan, seiring bertambahnya merek dalam negeri (K) yang masuk ke pasar Tiongkok dengan memanfaatkan platform video pendek (short-form) seperti Xiaohongshu dan TikTok serta live commerce, muncul pandangan bahwa peninjauan awal secara menyeluruh atas hukum periklanan setempat diperlukan. Sebab, jika frasa iklan yang umum digunakan di dalam negeri dipakai apa adanya, dapat dikenai sanksi hukum seperti penangguhan akun atau denda bernilai tinggi.
Jang Jin-eol, pengacara asing (Tiongkok) Firma Hukum Daeryun, pada tanggal 5 menyatakan bahwa hukum periklanan Tiongkok membatasi ketat penggunaan ungkapan absolut sehingga menuntut kehati-hatian ekstra dari perusahaan dalam negeri.
Pasal 9 Hukum Periklanan Tiongkok pada prinsipnya melarang penggunaan ungkapan superlatif yang dapat menyesatkan konsumen, seperti 'kelas nasional (國家級)', 'kelas tertinggi (最高級)', dan 'terbaik (最佳)'. Di Korea, ungkapan seperti 'kelembapan terbaik', 'item rakyat', dan lainnya lazim digunakan sebagai frasa pemasaran, tetapi di Tiongkok, jika melanggar, dapat dikenakan denda 200 ribu yuan (sekitar 43 juta won) hingga maksimal 1 juta yuan (sekitar 210 juta won).
Pengelolaan atas iklan daring pun kian diperketat. Menurut 'Metode Pengawasan dan Pengelolaan Live Commerce (直播電商監督管理辦法)' yang berlaku mulai Februari tahun ini, penyelenggara platform memikul kewajiban pemantauan waktu nyata dan pengelolaan faktor risiko. Dengan demikian, ungkapan berlebihan tanpa dasar objektif maupun istilah absolut pun tercipta lingkungan yang lebih mudah terdeteksi daripada sebelumnya, demikian penjelasannya.
Ditambah lagi, aktivitas apa yang disebut 'pemburu pemalsuan profesional (职业打假人)'—yang mencari iklan palsu lalu meminta uang damai dengan dalih melapor ke otoritas—pun disebut sebagai risiko lain bagi perusahaan.
Pengacara Jang menyarankan agar perusahaan yang bersiap masuk ke pasar Tiongkok menyiapkan sistem peninjauan hukum atas frasa iklan sejak tahap pemasaran.
Ia menjelaskan bahwa alih-alih ungkapan abstrak seperti 'terbaik' dan 'teroptimal', memanfaatkan angka objektif yang disertai hasil penilaian lembaga uji resmi, kondisi pengujian, dan nomor laporan adalah cara yang aman.
Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan kontrak dengan wanghong (influencer) atau MCN dalam proses menjalankan live commerce. Karena sifat siaran waktu nyata, ada kemungkinan dikenai sanksi administratif akibat ucapan spontan pembawa acara belanja (host) atau ungkapan berlebihan yang tidak disetujui, sehingga perlu mencantumkan dalam kontrak penggunaan naskah yang telah diverifikasi lebih dahulu serta klausul terkait ganti rugi.
Namun, denda administratif itu sendiri tidak dapat dialihkan kepada pihak lain melalui kontrak, dan klausul ganti rugi hanya dapat dimanfaatkan sebagai dasar pelaksanaan hak regres perdata setelahnya.
Pengacara Jang berkata, "Mengelola secara menyeluruh kewajiban pelabelan iklan pada konten ulasan atau tinjauan yang memuat tautan pembelian, dan menyiapkan sistem respons proaktif, penting untuk mencegah sengketa hukum yang tidak perlu di pasar Tiongkok."
Jurnalis Jeong Ye-jin yejin0311@inews24.com
[Baca artikel selengkapnya]
[Sorotan Hukum]⑩ Merek-K yang masuk Tiongkok, frasa iklan bisa menjegal (kunjungi)
Semua bidang Sekilas pandang
1/0
Reservasi Konsultasi Kunjungan
Jika ada masalah hukum, konsultasikan dengan pengacara spesialis Litigasi yang melibatkan warga asing di kantor terdekat