Bidang Praktik
Reservasi Konsultasi

2024-09-23

Seorang siswa SMP yang ditunjuk sebagai pelaku kekerasan sekolah memperoleh keputusan 'tanpa tindakan' dari Komite Deliberasi Penanggulangan Kekerasan Sekolah, sehingga latar belakangnya menarik perhatian.
Menurut kalangan hukum daerah pada tanggal 23, Komite Deliberasi Penanggulangan Kekerasan Sekolah Kantor Dukungan Pendidikan Ulsan Gangnam pada Februari lalu menjatuhkan keputusan 'tanpa tindakan' terhadap A, siswi SMP yang dituduh merundung teman satu angkatan di sekolah yang sama.
A tahun lalu ditunjuk sebagai pelaku kekerasan sekolah berdasarkan laporan B, teman satu angkatan yang bersekolah di sekolah yang sama.
Klaimnya adalah "A kerap melakukan ucapan dan tindakan mencemooh atau mengejek di hadapan teman-teman satu angkatan lain sehingga saya merasa dipermalukan".
Namun, A membantah sepenuhnya klaim terkait dengan berkata, "saya bahkan tidak berteman akrab dengan B seperti biasanya," dan "sama sekali tidak ada peristiwa atau kejadian khusus".
Pengacara Hwang Gyu-hwa dari Firma Hukum 'Daeryun' yang berpartisipasi dalam proses deliberasi komite kekerasan sekolah dengan kapasitas sebagai pendamping berargumen, "laporan dilakukan tanpa bukti yang jelas".
Pengacara Hwang menekankan, "bahkan sebagian isi yang diklaim B banyak yang didengar melalui orang lain sehingga banyak bagian yang kabur," dan "A tidak pernah melakukan satu pun perbuatan dari isi yang dilaporkan".
Ia juga menyampaikan pendapatnya, "laporan semacam ini adalah luka lain sekaligus guncangan besar bagi A yang tak bersalah," dan "harus dijatuhkan penilaian yang bijak agar tidak ada siswa mana pun yang secara tidak adil dicap sebagai pelaku kekerasan sekolah".
Komite Kekerasan Sekolah Kantor Dukungan Pendidikan Ulsan Gangnam yang memeriksa perkara tersebut menjatuhkan keputusan 'tidak terbukti bersalah' terhadap A.
Pengacara Hwang menunjukkan, "belakangan, seiring beragamnya jenis kekerasan sekolah yang diakui sebagai kekerasan sekolah seperti kekerasan verbal dan perundungan siber, laporan terkait pun bertambah," dan "karena laporan dapat diterima hanya dengan keterangan siswa korban, tidak sedikit pula laporan yang bersifat fitnah atau balik menyerang".
Seraya menambahkan, "karena bila menerima keputusan terkait kekerasan sekolah dapat sangat memengaruhi masa depan pribadi seperti seleksi masuk perguruan tinggi, apabila terlibat dalam kekerasan sekolah, penting untuk segera memperoleh bantuan pengacara profesional".
Semua bidang Sekilas pandang
1/0
Reservasi Konsultasi Kunjungan
Jika ada masalah hukum, konsultasikan dengan pengacara spesialis Litigasi yang melibatkan warga asing di kantor terdekat