Bidang Praktik
Reservasi Konsultasi

2025-03-26

Di tengah konflik seputar konstruksi buruk pada hunian bersama seperti apartemen yang tak kunjung berhenti, ternyata orang yang pusing akibat masalah cacat pun kian bertambah. Nyatanya, menurut Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi, perkara sengketa terkait cacat hunian bersama yang ditangani Komite Pemeriksaan Cacat dan Mediasi Sengketa (Hasimwi) di bawah Kementerian meningkat dari 3.954 perkara pada 2019 menjadi 4.559 perkara pada 2023. Khususnya, jumlah penanganan sengketa cacat tahun lalu (Januari~Agustus) sebanyak 3.525 perkara, ternyata meningkat sekitar 20% dibandingkan tahun-tahun biasa.
Cacat yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari kita antara lain △kebocoran △keretakan △masalah perpipaan △kebisingan dan getaran. Untuk ‘kebocoran’ yang merupakan cacat yang mudah dijumpai, penyebab utamanya dapat disebutkan yaitu penanganan kedap air yang kurang memadai dan perawatan (curing) beton yang buruk. Sebab, jika penanganan kedap air tidak dilakukan dengan benar atau perawatan (curing) beton tidak berlangsung dengan tepat, keretakan akan timbul akibat pengaruh perubahan suhu, penyusutan kering, dan lainnya, sehingga terjadi kebocoran. Kebocoran berpeluang besar meluas menjadi masalah sekunder seperti jamur dan keretakan dinding.
‘Keretakan (retak)’ adalah timbulnya fenomena rekahan pada dinding luar bangunan, lantai, dan lainnya, dengan penyebab yang khas berupa material, desain, pelaksanaan, dan dinding luar struktur. Apabila keretakan terjadi, kewaspadaan diperlukan karena dapat mendatangkan kerugian fatal pada bangunan seperti korosi material, cacat struktural, dan penurunan daya tahan. Untuk perpipaan yang menempatkan pipa untuk pasokan-pembuangan air, pendingin-pemanas, dan pekerjaan gas, konstruksi buruk, penuaan, dan lainnya disebut sebagai penyebab utama, dan ketika terjadi masalah pada perpipaan, hal itu memberikan pengaruh besar pula pada bangunan sehingga dapat mengakibatkan berkurangnya umur bangunan.
Selain itu, ‘kebisingan dan getaran’ yang lazim disebut kebisingan antar-lantai adalah timbulnya suara dan guncangan yang melampaui nilai standar yang ditetapkan undang-undang, dan merupakan cacat yang disebabkan oleh, selain kebisingan antar-lantai apartemen, kebisingan·getaran lokasi konstruksi, kebisingan·getaran lalu lintas, dan lainnya. Kebisingan·getaran ditunjuk sebagai masalah terbesar di antara cacat konstruksi karena memberikan kerugian langsung pada kesehatan, harta, atau lingkungan manusia.
Tidak sedikit pula kasus cacat konstruksi kehidupan sehari-hari semacam ini yang berlanjut menjadi sengketa hukum. Biasanya, apabila menemukan cacat pada apartemen yang baru dibangun dan lainnya, pertama-tama harus melapor ke kantor pengelola lalu meminta perbaikan. Apabila pada tahap ini tidak ada tindakan, perlu membahas langkah penanggulangan melalui rapat penghuni, atau menempuh prosedur mediasi sengketa dan penetapan Hasimwi.
Masalahnya adalah ketika di sini pun tidak diperoleh kesimpulan. Dalam hal ini, harus mengajukan gugatan perbaikan cacat untuk menegaskan penyebab dan letak tanggung jawab secara jelas. Diagnosis dan penilaian yang akurat harus dijatuhkan mengenai ada tidaknya kesalahan dalam konstruksi, apakah pelaksanaan sesuai gambar desain, apakah tidak menyimpang dari ketentuan fungsi dan keselamatan, dan lebih jauh apakah tidak ada masalah dari segi estetika.
Pengacara Kim Hyung-jin dari Grup Konstruksi·Real Estat Firma Hukum Daeryun menyampaikan, “Salah satu hal terpenting dalam tahap pengungkapan penyebab semacam ini adalah ‘penilaian konstruksi (appraisal)’. Biasanya penilaian dilakukan ketika terjadi sengketa terkait konstruksi, dan tujuannya adalah mendengarkan pendapat ahli atas isu profesional yang sulit dinilai hakim serta memanfaatkannya sebagai bahan gugatan.” dan “di sini penilai (appraiser) dipilih berdasarkan pengetahuan dan pengalaman profesional, dan melalui proses penilaian, penyebab dan cakupan timbulnya kerugian dapat dipahami. Karena ini merupakan proses inti yang menentukan menang atau kalahnya gugatan, komunikasi antara pengacara dan penilai dapat dikatakan sangat penting. Oleh karena itu, jika Anda pihak dalam sengketa konstruksi, memperoleh bantuan ahli lebih diperlukan daripada sekadar mencari informasi tentang perkara di internet. Cara terbaik dapat dikatakan adalah menemui ahli saat sengketa terjadi dan melalui perundingan mengenai kriteria ganti rugi dan lainnya.”
Jurnalis Jin Ga-young, Lawissue (lawissue) news@lawissue.co.kr
[Baca Artikel Selengkapnya]
Cacat konstruksi dalam kehidupan sehari-hari seperti kebocoran·keretakan dan cara penanganan hukumnya (kunjungi)
Semua bidang Sekilas pandang
1/0
Reservasi Konsultasi Kunjungan
Jika ada masalah hukum, konsultasikan dengan pengacara spesialis Litigasi yang melibatkan warga asing di kantor terdekat