Bidang Praktik
Reservasi Konsultasi

2025-03-27
![[칼럼] 리브라 사태, 코인 시장의 특수성 다시금 환기시켜](/_next/image?url=https%3A%2F%2Fd1tgonli21s4df.cloudfront.net%2Fupload%2Fboard%2Fbroadcast%2F20250327125248767.webp&w=3840&q=100)
Belakangan ini di industri koin, 'kasus LIBRA' menjadi salah satu topik terbesar. Bahkan beredar ucapan bahwa akibat kasus ini hawa dingin kembali menyelimuti pasar koin.
Segera setelah meme coin Libra* diluncurkan pada 14 Februari lalu, Presiden Argentina Javier Milei secara terbuka mendukung Libra di media sosialnya. Segera setelah unggahan Milei, harga Libra sempat melonjak, tetapi tidak lama kemudian anjlok. Penurunannya mencapai 94% dari harga tertinggi. Ternyata memang seharusnya tidak membeli hanya karena mendengar ucapan kenalan...
*Meme coin: mata uang kripto yang tercipta dari inspirasi meme internet atau tren, yaitu koin yang harganya berfluktuasi karena komunitas dan tren alih-alih nilai teknis
Di industri koin muncul dugaan perdagangan orang dalam terkait kasus Libra, dan Hayden Davis, CEO perusahaan investasi Kelsier Ventures yang memimpin proyek Libra, segera setelah kasus tersebut menyatakan terkait dugaan perdagangan orang dalam bahwa "perdagangan orang dalam pada meme coin bukan tindakan ilegal (Insider trading in memecoins is not illegal, and in fact, all KOLs around the world make money that way)", sehingga kontroversi makin memanas.
Pernyataan Hayden Davis semacam ini pun tidak sepenuhnya keliru, karena apakah meme coin tunduk pada regulasi perdagangan orang dalam masih berada di area abu-abu yang tidak pasti.
Di Amerika Serikat, apabila Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) mengklasifikasikan suatu aset sebagai sekuritas, perdagangan orang dalam diatur menurut undang-undang sekuritas, sehingga dapat muncul pembahasan mengenai apakah meme coin tergolong sekuritas. Perdebatan terkait telah berlangsung terus-menerus melalui 'kasus Ripple' dan 'kasus Terraform Labs'.
Apabila hukum Korea Selatan diterapkan, meme coin akan didefinisikan sebagai 'aset virtual' menurut Undang-Undang Perlindungan Pengguna Aset Virtual Korea Selatan, sehingga perdagangan orang dalam menjadi ilegal.
Menurut Undang-Undang Perlindungan Pengguna Aset Virtual Korea Selatan, 'aset virtual' adalah tanda elektronik yang memiliki 'nilai ekonomi' serta dapat diperdagangkan atau dialihkan secara elektronik. Tanda elektronik yang bertujuan utama untuk dikoleksi, misalnya tanda elektronik yang tidak dapat digantikan seperti NFT, dikecualikan dari aset virtual, tetapi apabila dapat digunakan sebagai alat pembayaran barang atau jasa tertentu, dapat diakui sebagai aset virtual.
Hayden Davis menekankan bahwa meme coin, berbeda dari mata uang kripto lainnya, tidak memiliki 'kegunaan praktis'.
Nyatanya kegunaan praktis atau tingkat pemanfaatan meme coin sangat rendah dan sebagian besar bertujuan spekulasi, investasi, atau partisipasi komunitas tertentu. Karena itu, sebagian orang berpandangan bahwa karena meme coin jarang digunakan sebagai mata uang, ia dikecualikan dari aset virtual seperti halnya NFT yang bertujuan koleksi.
Namun, 'nilai ekonomi' yang dimaksud dalam Undang-Undang Perlindungan Pengguna Aset Virtual Korea Selatan tidak dapat dipandang pasti mencakup kegunaan praktis, dan nyatanya sekalipun meme coin, sebagian seperti Dogecoin digunakan sebagai alat pembayaran di toko daring atau dipakai untuk kegiatan donasi. Artinya, selama ia 'koin', kadar kegunaan praktisnya boleh jadi rendah, tetapi kegunaan praktis itu sendiri tetap ada.
Selain itu, selama meme coin beredar secara aktif untuk tujuan investasi di pasar koin, jelas bahwa ia tergolong aset virtual yang memiliki nilai ekonomi menurut Undang-Undang Perlindungan Pengguna Aset Virtual Korea Selatan.
Meme coin adalah bentuk aset baru yang belum pernah ada di pasar keuangan yang lama. Dalam situasi ketika mata uang kripto yang sudah ada pun belum menemukan posisi yang jelas di pasar keuangan tradisional, batas meme coin makin kabur.
Dalam situasi seperti ini, Hayden Davis mendalilkan bahwa "meme coin 'tidak memiliki kegunaan praktis'" dan "perdagangan orang dalam diperbolehkan", sehingga memicu pembahasan mengenai hakikat meme coin.
Skandal Libra dalam berbagai makna menyiratkan pokok bahasan penting mengenai cara kerja pasar kripto dan arah regulasinya, dan akan berperan sebagai momentum lain perubahan pasar ke depan. Dan hal ini kembali mengingatkan diri kita sendiri bahwa berinvestasi hanya dengan memercayai ucapan orang lain di pasar mata uang kripto yang berubah tanpa dapat diprediksi bisa sangat berbahaya.
[Baca artikel selengkapnya]
[Kolom] Kasus Libra kembali mengingatkan kekhususan pasar koin (kunjungi)Semua bidang Sekilas pandang
1/0
Reservasi Konsultasi Kunjungan
Jika ada masalah hukum, konsultasikan dengan pengacara spesialis Litigasi yang melibatkan warga asing di kantor terdekat