Pusat Dukungan Terpadu Kesejahteraan Penyandang Disabilitas Provinsi Gyeonggi (selanjutnya Nurim Center) pada tanggal 10 lalu menyelenggarakan rapat komite penasihat untuk menyusun ‘rencana komprehensif pembangunan model desain universal’ di pusat tersebut.
Nurim Center yang dibangun pada 2004 sebagai Balai Kesejahteraan Terpadu Penyandang Disabilitas Provinsi Gyeonggi, setelah sekali menjalani renovasi pada 2016, pernah memperoleh peringkat ‘unggul’ sertifikasi lingkungan hidup bebas hambatan pada 2017.
Namun, seiring terungkapnya keterbatasan sebagai fasilitas penunjang seperti ruang parkir kendaraan penyandang disabilitas, toilet, dan lainnya, akibat penuaan bangunan, kebutuhan renovasi menyeluruh yang sesuai perspektif desain universal terus-menerus dituntut.
Rapat komite penasihat kali ini terdiri atas para penyandang disabilitas sekaligus ahli desain universal, antara lain anggota dewan Park Jae-yong dari Komite Kesehatan dan Kesejahteraan DPRD Provinsi Gyeonggi, Ketua Woo Chang-yun dari Asosiasi Desain Universal Korea, Pengacara Choi Bo-yun dari Komite Integrasi Nasional, Konsultan Pajak Cho Bong-hyun, Jeong Gi-yeong Kepala Bengkel Kerja Terlindung Kota Seongnam, Wartawan Park Jong-tae dari Able News, dan lainnya.
Para anggota komite penasihat yang hadir dalam rapat hari itu, bersama Direktur Lee Gi-pyo dari Pusat Peningkatan Fasilitas Penunjang Penyandang Disabilitas Provinsi Gyeonggi, meninjau keadaan pemasangan fasilitas penunjang Nurim Center, dan menyampaikan berbagai pendapat mengenai arah pembangunan desain universal, dan lainnya.
Isi utama yang dihasilkan dari komite penasihat antara lain pemisahan akses kendaraan dari area pejalan kaki luar, renovasi toilet yang dapat digunakan penyandang disabilitas berat, pemasangan atap peneduh hujan yang mudah digunakan, penggantian bahan lantai jalur masuk utama, penggantian fasilitas evakuasi kebakaran menjadi alat penurun darurat penggerak nonlistrik, pemasangan pengisi daya kendaraan listrik yang memperhatikan kelompok rentan transportasi, dan lainnya.
Berbagai pendapat yang berkembang baru dari perspektif desain universal melampaui kriteria sertifikasi BF (barrier-free) yang ada pun disampaikan, dan khususnya Ketua Woo Chang-yun sempat menyodorkan cara merenovasi Nurim Center agar dapat menjadi ‘Model House (Model House)’ fasilitas penunjang penyandang disabilitas berbasis desain universal.
Sementara itu, Nurim Center berencana menyusun rencana komprehensif untuk memodelkan desain universal dengan diawali rapat komite penasihat ini.
Baca artikel selengkapnya - Nurim Center, mendorong ‘pembangunan model fasilitas penunjang penyandang disabilitas berbasis desain universal’