[The Power, Wartawan Min Jin] Belakangan, banyak orang mengalami kesulitan ekonomi akibat kenaikan suku bunga dan kenaikan harga, dan di antara mereka tidak sedikit yang, melampaui sekadar lebih sulit hidup dibandingkan sebelumnya, bahkan menjadi sulit mempertahankan penghidupan dasar.
Jika meskipun sedang menjalankan aktivitas ekonomi, tingkat bunga dan pokok akibat utang sulit ditanggung, mengajukan penyesuaian utang melalui prosedur rehabilitasi pribadi dimungkinkan. Rehabilitasi pribadi adalah sistem rehabilitasi yang membantu debitur perorangan yang terancam bangkrut akibat kesulitan finansial agar dapat menghasilkan pendapatan yang stabil dan berkelanjutan di masa depan.
Debitur yang permohonan rehabilitasi pribadinya dikabulkan dapat memperoleh penghapusan sisa utangnya jika secara berkelanjutan melunasi sebagian utang selama 3-5 tahun dengan jumlah sisa dari pendapatannya setelah dikurangi biaya hidup.
Selain itu, debitur yang memperoleh rehabilitasi pribadi dapat menghentikan dan mencegah eksekusi paksa seperti penyitaan, penyitaan sementara, dan penagihan oleh kreditor, serta dapat membuka rekening bank dan menggunakan kartu debit. Di samping itu, keluarga seperti pasangan dan anak tidak terkena kerugian akibat utangnya.
Karena manfaatnya sebesar ini, rehabilitasi pribadi bukanlah yang dapat diajukan oleh siapa saja. Ia dibatasi pada: orang yang berpotensi terus memperoleh pendapatan yang tetap dan pasti sebagai penerima gaji atau penerima pendapatan usaha; total utang tidak melebihi 1 miliar won untuk utang tanpa jaminan dan 1,5 miliar won untuk utang berjaminan; serta dalam keadaan tidak mampu membayar (kasus di mana utang lebih banyak daripada harta).
Prosedur pengajuannya pun rumit; harus disiapkan dokumen yang konkret dan beragam seperti daftar kreditor rehabilitasi pribadi dan daftar harta, daftar rinci pendapatan dan pengeluaran debitur, materi yang membuktikan sebagai penerima gaji dan penerima pendapatan usaha, serta penyusunan rancangan rencana pelunasan yang konkret.
Selain itu, yang harus diperhatikan adalah bahwa meskipun memperoleh keputusan pengesahan rehabilitasi pribadi, jika tidak dapat menanggung uang pelunasan yang tinggi, keputusan pembebasan utang dapat dibatalkan. Karena itu, saat memperoleh pengesahan, harus disusun rencana yang jelas dan realistis mengenai bagaimana akan melunasi uang pelunasan.
Pengacara Park Yeong-gyu dari Firma Hukum Daeryun (Perseroan Terbatas) menasihati, “Karena masalah terkait kebangkrutan rehabilitasi pribadi memiliki banyak dokumen yang harus dilengkapi ditambah persiapannya harus dilakukan tanpa celah seperti menyusun rancangan rencana pelunasan yang dapat direalisasikan, disarankan untuk menempuh prosedur secara hati-hati dengan meminta bantuan hukum pengacara spesialis kebangkrutan.”
Baca artikel lengkap - Rehabilitasi Pribadi Akibat Kebangkrutan, Harus Menjalankan Prosedur dengan Hati-hati