
2025-09-29
![[기고] 대리처방, 환자 편의와 안전성의 균형](/_next/image?url=https%3A%2F%2Fd1tgonli21s4df.cloudfront.net%2Fupload%2Fboard%2Fbroadcast%2F20250929124348617.webp&w=3840&q=100)
Kasus di mana wali yang merawat pasien demensia mendatangi rumah sakit menggantikan pasien lalu berbalik pulang setelah mendengar 'pasien sendiri yang harus datang langsung' bukanlah hal yang asing. Bagi pasien lanjut usia yang sulit bergerak dan pasien yang perlu mengonsumsi obat jangka panjang karena penyakit kronis, peresepan yang diwakilkan—tepatnya 'penerimaan resep yang diwakilkan'—bukan sekadar kemudahan, melainkan unsur inti kesinambungan pengobatan.
Undang-Undang Kesehatan yang berlaku menetapkan bahwa hanya pasien yang diperiksa langsung oleh dokter, dokter gigi, atau dokter pengobatan tradisional Korea yang dapat menerima resep, tetapi secara pengecualian menetapkan bahwa resep dapat diterima secara diwakilkan hanya dalam situasi yang sangat terbatas, seperti ketika pasien tidak sadarkan diri atau ketika pasien sangat sulit bergerak dan resep yang sama diberikan dalam jangka panjang untuk penyakit/cedera (傷病) yang sama. Namun, dalam hal ini pun yang dapat menjadi penerima wakil hanyalah keluarga garis lurus ke atas dan ke bawah pasien, pasangan dan keluarga garis lurus ke atas pasangan, serta saudara kandung. Undang-Undang Kefarmasian pun pada prinsipnya mengandaikan penerimaan langsung oleh pasien sendiri. Namun, dalam kenyataan penuaan yang berlangsung pesat, ketentuan semacam ini menjadi beban yang cukup besar bagi pasien dan keluarga. Ini merupakan masalah yang lebih besar bagi pasien lanjut usia di pedesaan dan pesisir yang sulit bepergian jarak jauh, serta bagi wali yang harus menjalankan perawatan dan mata pencaharian sekaligus.
Alasan meningkatnya tuntutan atas 'penerimaan resep yang diwakilkan' sudah jelas. Per 2024, penduduk berusia 65 tahun ke atas melampaui 20% dari total sehingga memasuki masyarakat super-lansia, dan prevalensi demensia, kanker, serta penyakit kronis terus meningkat. Bersinggungan dengan masalah wilayah yang rentan secara medis, sistem saat ini yang mengharuskan pasien datang langsung sekadar untuk pemeriksaan ulang atau resep obat menunjukkan kesenjangan dengan alur medis yang berpusat pada pasien.
Meski begitu, pengizinan yang sembarangan sama sekali bukan solusi terbaik. Pertama-tama, pemeriksaan tatap muka dokter terhadap pasien harus menjadi prasyarat. Jika pasien tidak diperiksa langsung, dokter sulit memastikan gejala klinis dan perubahannya secara akurat, dan kemungkinan efek samping atau penyalahgunaan obat membesar. Selain itu, apabila obat salah diberikan kepada pihak ketiga atau diterima tanpa persetujuan pasien, hal itu jangankan masalah perlindungan data pribadi, dapat pula berujung pada sengketa hukum. Khususnya, belakangan ini akibat peresepan dan penerimaan yang diwakilkan atas obat psikotropika yang tergolong narkotika, masalah sosial seperti peredaran narkoba dan penyalahgunaan obat pun tidak jarang terjadi. Kuncinya adalah menemukan keseimbangan antara kemudahan dan keamanan.
Oleh karena itu, perlu dilakukan penyempurnaan sistem. Misalnya, ada metode seperti memperkenalkan sistem registrasi wali yang ketat berbasis persetujuan pasien untuk melembagakan cara agar keluarga dapat menerima secara diwakilkan secara sah. Apabila menyiapkan solusi kelembagaan yang menyeluruh pada tahap pemeriksaan rumah sakit, peresepan, dan apotek dengan mencermati efek samping yang dapat ditimbulkan cara-cara ini, jawaban terkait masalah keseimbangan antara kemudahan pasien dan perlindungan data pribadi akan dapat ditemukan.
Masalah peresepan yang diwakilkan, yakni penerimaan resep yang diwakilkan, adalah ranah yang secara majemuk melibatkan kemudahan dan keamanan pasien, tanggung jawab tenaga medis, serta hak pasien. Namun, yang jelas adalah bahwa ini merupakan masalah yang berhubungan langsung dengan kualitas hidup pasien, bahkan sistem perawatan seluruh masyarakat. Menyiapkan solusi kelembagaan yang menjamin keamanan pasien sekaligus meringankan beban keluarga—itulah tugas penting yang harus dipecahkan dunia medis kita yang menuju masyarakat super-lansia.
[Baca artikel selengkapnya]
[Opini] Peresepan yang diwakilkan, keseimbangan antara kemudahan dan keamanan pasien (kunjungi)
Semua bidang Sekilas pandang
1/0
Reservasi Konsultasi Kunjungan
Jika ada masalah hukum, konsultasikan dengan pengacara spesialis Litigasi yang melibatkan warga asing di kantor terdekat
Bidang Praktik
Reservasi Konsultasi