Bidang Praktik
Reservasi Konsultasi

2025-10-01

Menurut 'Kondisi Penyitaan·Pengamanan Perampasan Sebelum Penuntutan per Tahun' Badan Kepolisian pada tanggal 1, keuntungan kejahatan yang disita·diamankan untuk perampasan oleh polisi tahun lalu sebesar 1,2684 triliun won, meningkat 151% dibandingkan tahun 2023 (506 miliar won). Hal ini ditafsirkan karena kejahatan penipuan berkorban banyak seperti skema piramida, voice phishing, dan investasi penghimpunan dana ilegal (yusa susin) meningkat pesat. Terutama, jumlah pengamanan kejahatan penipuan berkorban banyak terungkap meningkat sekitar 160% dalam setahun, dari 315,4 miliar won pada 2023 menjadi 815,6 miliar won pada 2024.
Perbuatan penghimpunan dana ilegal berarti segala perbuatan penggalangan dana yang menghimpun dana investasi tanpa memperoleh izin menurut undang-undang, dan karena jumlah kerugian serta skalanya besar dituntut kewaspadaan. Terutama, karena banyak kasus di mana batas antara ‘investasi legal’ dan ‘investasi ilegal’ kabur, banyak kasus baru menyadari telah tertipu setelah peristiwa meledak.
Pengacara Yun Jeong-hyeon dari Firma Hukum Daeryun yang mengkhususkan diri di bidang hukum keuangan menyatakan bahwa apabila menjadi korban kejahatan seperti ini, “pengamanan bukti yang cepat dan permohonan penyitaan sementara atas harta pelaku harus dilakukan dengan cepat”.
Berikut tanya jawab terkait.
-Secara hukum, bagaimana perbedaan karakteristik ‘perbuatan penghimpunan dana ilegal’ serta hukumannya dengan tindak pidana penipuan pada umumnya?
▲Tindak pidana penipuan mensyaratkan penyerobotan keuntungan harta melalui perbuatan tipu daya, tetapi perbuatan penghimpunan dana ilegal terpenuhi oleh perbuatan menggalang dana dari khalayak tak tentu sambil menjanjikan jaminan pokok tanpa izin itu sendiri. Perbuatan penghimpunan dana ilegal dikenai penjara 5 tahun ke bawah atau denda 50 juta won ke bawah. Tindak pidana penipuan dikenai penjara 10 tahun ke bawah, dan apabila jumlah yang diserobot 500 juta won ke atas, dikenai penghukuman diperberat menurut Undang-Undang tentang Penghukuman yang Diperberat atas Kejahatan Ekonomi Tertentu Korea Selatan.
-Apakah ada karakteristik inti atau sinyal bahaya yang memungkinkan orang awam membedakannya dari investasi legal?
▲Perusahaan yang tidak berizin menjanjikan ‘jaminan pokok’ dan ‘imbal hasil tinggi yang pasti’ sekaligus adalah karakteristik inti perbuatan penghimpunan dana ilegal. Selain itu, model bisnis yang tidak jelas, pemberian komisi saat menarik investor baru, ketiadaan izin dari otoritas keuangan, pemanfaatan berlebihan citra tokoh terkenal, serta mendorong investasi tambahan setelah pembayaran keuntungan adalah sinyal bahaya representatif.
-Ketika mengetahui telah tertipu perbuatan penghimpunan dana ilegal, apa yang harus dilakukan korban pertama kali, dan apakah ada cara realistis untuk memperoleh kembali dana investasi selain pengaduan pidana?
▲Ketika kerugian terjadi, harus segera menjalankan pengaduan pidana dengan mengamankan materi bukti seperti surat kontrak investasi dan rincian setoran. Terlepas dari hukuman pidana, untuk memulihkan uang kerugian diperlukan gugatan tuntutan ganti rugi secara perdata. Mengajukan tindakan pengamanan seperti penyitaan sementara dan penetapan sementara yang mengikat harta pelaku sebelum gugatan adalah cara pemulihan kerugian yang realistis.
-Belakangan banyak perbuatan penghimpunan dana ilegal jenis baru, apa karakteristik modus penipuan terbaru seperti ini?
▲Perbuatan penghimpunan dana ilegal terbaru memiliki karakteristik membuat substansi bisnis sulit dipahami dengan mengedepankan istilah teknis profesional seperti aset virtual, NFT (token tak tergantikan), dan RWA (aset terhubung fisik). Mereka umumnya menggunakan modus membuat laman atau white paper yang meyakinkan, menarik dana investasi dengan umpan pencatatan di bursa terkenal, lalu menetapkan periode ‘lock-up’ untuk mengikat dana para investor. Kasus mengundang anggota baru ke ruang grup melalui pesan teks atau KakaoTalk dengan dalih dapat menutup kerugian melalui YouTube atau blog juga perlu dicermati dengan teliti.
-Ada kalanya batas antara penghimpunan investasi legal dan perbuatan penghimpunan dana ilegal kabur, bagaimana membedakan keduanya?
▲Kriteria pembeda paling jelas adalah ada tidaknya ‘perjanjian jaminan pokok’. Investasi legal harus memberitahukan kemungkinan kerugian pokok, sedangkan perbuatan penghimpunan dana ilegal menggalang dana dari khalayak tak tentu sambil menjanjikan jaminan pokok. Selain itu, perusahaan perantara investasi legal terdaftar di otoritas keuangan dan tunduk pada pengelolaan·pengawasan.
Reporter Kwon Byeong-seok (bsk730@fnnews.com)
[Baca artikel selengkapnya]
Bagaimana cara mengatasi penipuan penghimpunan dana ilegal menurut pengacara? (kunjungi)
Semua bidang Sekilas pandang
1/0
Reservasi Konsultasi Kunjungan
Jika ada masalah hukum, konsultasikan dengan pengacara spesialis Litigasi yang melibatkan warga asing di kantor terdekat