Bidang Praktik
Reservasi Konsultasi

2025-11-11
![[기고] 부산 해양수도 특별법, 국가 균형발전의 새 항로를 열다](/_next/image?url=https%3A%2F%2Fd1tgonli21s4df.cloudfront.net%2Fupload%2Fboard%2Fbroadcast%2F20251111074951791.webp&w=3840&q=100)
Pada tanggal 7 lalu, 'Undang-Undang Khusus tentang Dukungan bagi Instansi yang Dipindahkan ke Ibu Kota Kelautan Busan' (selanjutnya disebut Undang-Undang Khusus) lolos dari Komite Pertanian, Pangan, Kehutanan, Kelautan, dan Perikanan Majelis Nasional. Undang-undang ini memiliki makna simbolis dan nyata yang sangat besar karena menciptakan model hibrida yang dapat mewujudkan pembangunan nasional yang seimbang sekaligus pertumbuhan bersama industri kelautan.
Rancangan undang-undang ini bertujuan menyebarkan struktur administrasi dan industri yang terkonsentrasi di kawasan ibu kota demi pembangunan negara yang seimbang, sekaligus membangun poros pertumbuhan baru Korea Selatan melalui penguatan daya saing industri kelautan yang berpusat di Busan. Khususnya, Undang-Undang Khusus kali ini merupakan hasil kerja sama yang melampaui partai pemerintah dan oposisi, yang mengintegrasikan isi yang diajukan oleh anggota legislatif Kim Tae-seon dari Partai Demokrat (Ulsan Timur), Kwak Gyu-taek dari Partai Kekuatan Rakyat (Busan Seo-dong-gu), dan Cho Seung-hwan (Busan Jung-Yeongdo). Ini merupakan momen simbolis yang menyatakan bahwa, melampaui kepentingan partai dan daerah tertentu, terdapat kesepahaman lintas partai atas panggilan zaman bahwa kawasan Busan-Ulsan-Gyeongnam adalah poros pertumbuhan baru Korea Selatan sekaligus pusat ibu kota kelautan.
Pelabuhan Busan, sebagai pusat pemindahan, per 2024 merupakan pelabuhan transshipment terbesar kedua di dunia sekaligus pelabuhan peti kemas terbesar ketujuh, yang menangani 24,4 juta TEU peti kemas dan 13,5 juta TEU muatan transshipment per tahun, dan benar-benar merupakan basis pusat logistik Asia Timur Laut. Inti dari Undang-Undang Khusus ini adalah menyiapkan landasan pertumbuhan yang sistematis bagi 'kawasan ekonomi kelautan Busan-Ulsan-Gyeongnam' tempat pasar kelautan lepas pantai berskala 230 triliun won terpusat, dengan berpusat pada lokasi yang merupakan jantung industri kelautan Korea Selatan dan yang melompat menjadi pelabuhan pintar dengan membuka dermaga otomatis penuh pertama di dalam negeri pada April 2024.
Untuk itu, Undang-Undang Khusus mengatur secara luas langkah dukungan, seperti dukungan biaya pemindahan Kementerian Kelautan dan Perikanan, stabilitas tempat tinggal pegawai negeri, pendidikan anak, dan perbaikan kondisi hidup. Selain itu, dengan membentuk sistem distrik khusus kelautan yang memungkinkan pembangunan klaster kompleks industri kelautan yang memadukan administrasi dan industri, undang-undang ini menyiapkan landasan kelembagaan agar Busan dapat memantapkan diri sebagai 'ibu kota kelautan Korea Selatan' yang sesungguhnya. Jika Majelis Nasional menuntaskan prosedur Komite Legislasi dan Yudisial serta sidang paripurna dengan cepat, Kementerian Kelautan dan Perikanan akan menuntaskan pemindahan ke Busan dalam tahun 2025, dan Korea Selatan akan menyiapkan momentum penting untuk melangkah menjadi negara kelautan yang sesungguhnya kuat.
Agar keputusan penting ini berlanjut menjadi capaian nyata berupa penguasaan lebih awal atas pasar kelautan dunia berskala 3 triliun dolar pada 2030, diperlukan tidak hanya penuntasan prosedur legislasi Undang-Undang Khusus secara cepat, tetapi juga penanganan legislasi lanjutan. Sebab, hanya dengan mengalihkan pula fungsi kebijakan perkapalan dan kelautan lepas pantai, bukan sekadar memindahkan papan nama kementerian, sehingga kewenangan administratif yang nyata terisi, barulah Busan dapat disebut sebagai ibu kota kelautan yang sesungguhnya.
Kapabilitas semua pihak harus dihimpun bersama, mulai dari partisipasi aktif kalangan industri dan akademik yang akan memantapkan 'Busan Ibu Kota Kelautan' dengan sukses di atas landasan hukum yang baru, dukungan strategis kalangan keuangan yang akan menarik investasi dalam dan luar negeri, hingga bantuan profesional kalangan hukum daerah yang akan menopang seluruh proses ini secara hukum. Proses menuntaskan seluruh tugas ini adalah jalan untuk menegakkan Busan sebagai ibu kota kelautan Korea Selatan yang sesungguhnya sekaligus model keberhasilan pembangunan nasional yang seimbang, dan jalan untuk mengokohkan landasan yang kuat bagi kemakmuran baru Korea Selatan.
Park Dong-il, Pengacara Perwakilan Firma Hukum Daeryun (Perseroan Terbatas)
[Baca artikel selengkapnya]
[Opini] Undang-Undang Khusus Ibu Kota Kelautan Busan, membuka rute pelayaran baru bagi pembangunan nasional yang seimbang (kunjungi)
Semua bidang Sekilas pandang
1/0
Reservasi Konsultasi Kunjungan
Jika ada masalah hukum, konsultasikan dengan pengacara spesialis Litigasi yang melibatkan warga asing di kantor terdekat