Bidang Praktik
Reservasi Konsultasi

2025-11-16
![[월요칼럼]‘고수익 아르바이트 함정’…보이스피싱 범죄 공범이 되는 순간](/_next/image?url=https%3A%2F%2Fd1tgonli21s4df.cloudfront.net%2Fupload%2Fboard%2Fbroadcast%2F20251116113317475.webp&w=3840&q=100)
Belakangan, kejahatan voice phishing semakin lama semakin licik. Pada masa lalu, banyak bentuk yang relatif sederhana seperti ‘telepon penipuan pinjaman’ atau ‘telepon ancaman yang menyamar sebagai Kejaksaan Korea Selatan’, tetapi kini berkembang menjadi cara yang memanfaatkan warga biasa sebagai ‘alat kejahatan’.
Khususnya, kasus merekrut orang dengan nama seperti ‘kerja paruh waktu berbayaran tinggi’ atau ‘kerja paruh waktu antar-barang’ di situs lowongan kerja ternama maupun media sosial (SNS) yang digunakan siapa saja lalu membuat mereka terlibat dalam kejahatan voice phishing meningkat tajam.
Nyatanya, seorang klien yang tak lama lalu mendatangi saya mempercayai iklan “kerja sampingan daring sederhana” di SNS ternama dan melamar kerja paruh waktu demi membantu keuangan keluarga, lalu pihak perusahaan meminta foto KTP, kontak, rekening bank, dan sebagainya milik klien dengan alasan diperlukan untuk perekrutan dan pekerjaan.
Klien menjalankan pekerjaan itu karena disebut sebagai pekerjaan sederhana mengirim angka ‘1’ pada waktu yang ditentukan. Mulai beberapa hari kemudian, uang lebih dari 10 juta won Korea Selatan masuk ke rekening klien lalu segera ditarik secara otomatis, dan tim keuangan perusahaan menjelaskan itu adalah setoran dan penarikan untuk uji coba pekerjaan. Namun, ini adalah proses pencucian uang voice phishing yang khas, dan pada akhirnya klien menyadari bahwa tanpa disadari dirinya terlibat dalam kejahatan, lalu memberitahukan fakta ini kepada keluarganya dan menyerahkan diri kepada polisi.
Para klien yang terlibat dalam kejahatan semacam ini banyak yang memberi keterangan, “Saya kira itu sekadar pekerjaan menyampaikan uang perusahaan”. Namun, perbuatan semacam ini dapat digolongkan sebagai pengalihan rekening bank ilegal (daepo-tongjang) atau penarik dan pengantar uang, sehingga dapat dihukum atas sangkaan pelanggaran Undang-Undang Pengembalian Kerugian Penipuan Telekomunikasi Korea Selatan (penipuan keuangan telekomunikasi), Undang-Undang Transaksi Keuangan Elektronik Korea Selatan, atau Undang-Undang Pengaturan Penyembunyian Hasil Kejahatan Korea Selatan.
Struktur kejahatan semacam ini dirancang dengan cermat, dan belakangan meningkat modus yang mencoba melakukan phishing dengan mengirim pesan berisi URL kepada pencari kerja yang mendekat setelah melihat iklan daring seperti ‘kerja paruh waktu berbayaran tinggi 300 ribu won per hari, kerja dari rumah’, atau memancing mereka melalui pesan seluler satu lawan satu. Setelah itu, pelaku meminta salinan kartu identitas atau informasi rekening lalu memanfaatkannya secara serius untuk kejahatan. Selain itu, sebagai modus yang khas, pelaku menyuruh menyampaikan uang tunai dengan dalih ‘pengangkutan dana perusahaan’, ‘pekerjaan pembayaran gaji atas nama’, ‘penyampaian ongkos layanan kurir cepat’, dan sebagainya. Korban tanpa disadari memberikan informasi pribadi dan rekening untuk pencucian uang, atau menjadi penagih dan pengantar, sehingga pada akhirnya menjadi objek penghukuman pidana.
Di antara klien saya, ada pula yang memulai kerja paruh waktu atas kenalan teman dekatnya untuk mencari nafkah, dan meskipun sebenarnya hanya menerima sekitar 1 juta won Korea Selatan sebagai upah kerja paruh waktu, ia ditangkap atas sangkaan berperan sebagai penagih dalam organisasi voice phishing raksasa dan menjalani persidangan dalam status penahanan.
Saat menjumpai unggahan perekrutan kerja paruh waktu di internet, seseorang wajib memastikan apakah perusahaannya tepercaya, memeriksa alamat perusahaan, ada tidaknya pendaftaran usaha, kontak resmi, dan sebagainya, serta harus segera curiga apabila diminta kartu identitas, informasi rekening, nomor OTP, dan sebagainya milik pribadi. Sekalipun terhadap kenalan yang memiliki hubungan akrab, seseorang tidak boleh sembarangan melepaskan kecurigaan apabila mereka menawarkan kerja paruh waktu yang katanya dapat menghasilkan pendapatan tinggi tanpa memberitahukan isi pekerjaan yang jelas, sambil meminta rekening dan kartu identitas milik yang bersangkutan. Khususnya, harus diingat bahwa perkataan “cukup menyampaikan uang saja” atau “tolong wakili urusan bank” adalah modus khas voice phishing.
Belakangan, kejahatan voice phishing berkembang menjadi kejahatan terorganisasi yang merekrut anggota organisasi dengan berbasis di luar negeri seperti Kamboja dan Tiongkok, dan secara terang-terangan beriklan sebagai kerja paruh waktu berbayaran tinggi di situs lowongan kerja ternama maupun SNS, sehingga para pemula di dunia kerja, pelajar, dan pencari kerja yang membutuhkan uang mendesak terlibat dalam kejahatan tanpa mengetahui secara pasti pekerjaan apa yang mereka lakukan.
Voice phishing bukanlah sekadar penipuan, melainkan kejahatan berat yang meruntuhkan kepercayaan masyarakat secara keseluruhan. Agar tidak menjadi korban sekaligus pelaku kejahatan, di atas segalanya seseorang harus mewaspadai godaan manis berupa “menghasilkan uang secara mudah dan cepat”.
[Baca artikel selengkapnya]
[Kolom Senin]‘Jebakan kerja paruh waktu berbayaran tinggi’…saat menjadi kaki tangan kejahatan voice phishing (kunjungi)
Semua bidang Sekilas pandang
1/0
Reservasi Konsultasi Kunjungan
Jika ada masalah hukum, konsultasikan dengan pengacara spesialis Litigasi yang melibatkan warga asing di kantor terdekat