Bidang Praktik
Reservasi Konsultasi

2021-07-30

Belakangan, komplotan pemerasan dan penipuan pria-perempuan yang hendak menggelapkan uang perdamaian dengan menuduhkan tuduhan palsu pemerkosaan menggunakan anak di bawah umur terungkap dalam proses penyidikan ulang kejaksaan.
Pada 2017, pria A minum bersama B yang saat itu anak di bawah umur lalu menginap bersama di motel. Setelah itu, B tiba-tiba menelepon C (27, pria) dan meminta bantuan dengan mengatakan diperkosa, dan F (55, perempuan) yang mengaku bibi B muncul dan menuntut uang perdamaian pemerkosaan kepada A.
Namun, A menolaknya, dan B mengajukan surat aduan dengan mengatakan 'dilecehkan dalam keadaan hilang kesadaran karena mabuk'. A mengeluhkan ketidakadilan kepada aparat penyidik, tetapi tidak dapat membuktikan ketidakbersalahannya sehingga diajukan ke persidangan atas dugaan perbuatan cabul dengan memanfaatkan keadaan korban yang tidak mampu melawan menurut hukum Korea Selatan, dan karena dalil kedua pihak berseberangan kuat, persidangan berlarut-larut.
Menurut kejaksaan, komplotan B tertangkap dalam kejahatan terorganisir dalam proses penyidikan ulang, dan pada tanggal 7 lalu 5 anggota komplotan ini dituntut. Selain itu, kejaksaan berencana mencabut penuntutan atas perbuatan cabul dengan memanfaatkan keadaan korban yang tidak mampu melawan terhadap korban yang tengah menjalani persidangan akibat aduan palsu mereka.
Mengenai kasus serupa, pengacara spesialis pidana Firma Hukum Daeryun Sim Jae-guk menyampaikan, "Saya pernah membuktikan tidak bersalahnya klien yang dituduh perbuatan cabul dengan memanfaatkan keadaan korban yang tidak mampu melawan," dan "klien dituntut atas dugaan (perbuatan cabul dengan memanfaatkan keadaan korban yang tidak mampu melawan) hendak memerkosa setelah minum bersama kenalan temannya hingga dini hari lalu berpindah bersama ke motel. Klien saat itu ingatannya terputus-putus sehingga sangat kebingungan," dan "membandingkan keterangan korban dengan data CCTV yang diamankan dan hasil tes DNA lalu menemukan titik kontradiksi secara gigih berperan penting dalam pembuktian tidak bersalah."
Pengacara Sim menasihatkan, "Untuk perbuatan cabul dengan memanfaatkan keadaan korban yang tidak mampu melawan yang berawal dari acara minum, tersangka pun sering dalam keadaan mabuk seperti korban sehingga banyak pula kasus dituduh secara tidak adil," dan "bila situasinya ambigu atau tidak mengingat situasi saat itu dengan tepat, perkara bisa berkembang menurut dalil pihak lawan, sehingga bila dituduh secara tidak adil perlu menilai situasi saat itu dengan jelas dan menanggapi melalui bantuan pengacara."
Ia menambahkan, "Banyak perkara tindak pidana seksual seperti perbuatan cabul dengan memanfaatkan keadaan korban yang tidak mampu melawan, bila diakui bersalah, tidak sekadar berakhir dengan penghukuman pidana. Untuk perbuatan cabul dengan memanfaatkan keadaan korban yang tidak mampu melawan, diancam pidana penjara paling lama 10 tahun atau denda 15 juta won, dan bila dijatuhi putusan bersalah lalu dikenai tindakan pengamanan, timbul kendala sosial menyeluruh seperti tidak dapat bekerja dalam waktu lama atau informasi identitas diketahui melalui situs daring dan pemberitahuan surat," dan "bila terlibat perkara perbuatan cabul dengan memanfaatkan keadaan korban yang tidak mampu melawan, harus mencegah kemungkinan dijatuhi hukuman berat melalui diskusi dengan pengacara pelecehan seksual dan tanggapan menyeluruh sejak awal perkara."
Sementara itu, Firma Hukum Daeryun mengoperasikan tim khusus tindak pidana seksual yang memiliki pengacara spesialis pidana yang disahkan Asosiasi Pengacara Korea, dan memberikan bantuan pada beragam perkara tindak pidana seksual seperti perbuatan cabul dengan memanfaatkan keadaan korban yang tidak mampu melawan, pemerkosaan dengan memanfaatkan keadaan korban yang tidak sadar, perbuatan cabul dengan paksaan, pemerkosaan, dan tindak pidana perekaman ilegal menggunakan kamera.
Baca naskah asli berita - https://news.naver.com/main/read.nhn?mode=LSD&mid=sec&sid1=101&oid=016&aid=0001673587
Sebelumnya
Pengacara Spesialis Perceraian Seocho, "Gugatan Ganti Rugi terhadap Pria/Wanita Selingkuhan...Pembuktian Perselingkuhan adalah Kunci"
Berikutnya
Pengacara Spesialis Pidana Seocho "Hukuman Tiga Pelanggaran Sudah Kuno...Penguatan Hukuman Mengemudi Mabuk Meningkatkan Penerimaan Kasus Pengacara"
Semua bidang Sekilas pandang
1/0
Reservasi Konsultasi Kunjungan
Jika ada masalah hukum, konsultasikan dengan pengacara spesialis Litigasi yang melibatkan warga asing di kantor terdekat