Bidang Praktik
Reservasi Konsultasi

2025-12-09
![[문답]"쿠팡 한국 피해자 별도 비용 없이 美소송 병행 가능"](/_next/image?url=https%3A%2F%2Fd1tgonli21s4df.cloudfront.net%2Fupload%2Fboard%2Fbroadcast%2F20251209041642052.webp&w=3840&q=100)
"Pembukaan data internal melalui prosedur 'pembukaan bukti (discovery)' pengadilan AS menjadi 'smoking gun'"
"Ketiadaan sistem pengendalian internal dan proses penanganan pascakejadian menjadi isu penting dalam gugatan"
Gugatan kelompok terhadap kantor pusat Coupang di Amerika Serikat, yang menyebabkan kebocoran 33,7 juta data pribadi, tengah diupayakan. Firma Hukum Daeryun (Perseroan Terbatas) yang memimpin gugatan menyatakan, "Kebocoran informasi itu sendiri memang menjadi masalah, tetapi kegagalan penilaian manajemen dalam proses penanganan pascakejadian juga merupakan isu penting dalam gugatan, dan kami akan menuntut pertanggungjawaban hingga tuntas."
Badan hukum Daeryun di Amerika Serikat, 'SJKP LLP', dalam konferensi pers yang digelar pada tanggal 8 (waktu setempat) di kantor SJKP di One World Trade Center (1WTC), Manhattan, New York, Amerika Serikat, menjelaskan hal tersebut mengenai dasar hukum gugatan ganti rugi terhadap kantor pusat Coupang di Amerika Serikat, 'Coupang Inc.'.
Pihak Daeryun menyatakan, "Jika menguasakan gugatan di Korea, gugatan di Amerika Serikat pun otomatis berjalan secara paralel," dan menambahkan, "Pengadilan Amerika Serikat lebih memandang penting 'siapa yang menyebabkan' daripada kewarganegaraan (penggugat). Penduduk Korea pun tentu memiliki legal standing sebagai penggugat."
Pihak Daeryun mengatakan, "Kami telah melampaui syarat minimum 40 penggugat untuk mengajukan gugatan dan hingga kini mengumpulkan lebih dari 200 orang," dan menambahkan, "Untuk meyakinkan pengadilan secara pasti, kami berencana menghimpun korban tidak hanya dari Korea tetapi dari seluruh dunia guna memperbesar skala, dan mengajukan surat gugatan dalam tahun ini."
Pihak Daeryun secara khusus menyebut sistem pembukaan bukti (discovery) pengadilan Amerika Serikat sebagai alasan menyarankan para korban Korea menjalankan gugatan di Amerika Serikat secara paralel. Karena penggeledahan dan penyitaan data internal kantor pusat di Amerika Serikat oleh aparat penyidik Korea memiliki keterbatasan nyata, mereka menegaskan bahwa apabila gugatan di Amerika Serikat berjalan, melalui prosedur pembukaan bukti dapat dipaksakan pembukaan data internal yang tersembunyi seperti notulen rapat dewan direksi kantor pusat, rincian keputusan investasi keamanan, dan sistem pelaporan, dan hal ini dapat menjadi 'smoking gun' inti dalam gugatan.
Berikut adalah tanya jawab dengan Kim Guk-il, Perwakilan Manajemen Daeryun, Son Dong-hu, pengacara Negara Bagian New York, dan Tal Hirshberg, pengacara Negara Bagian New York.
―Jika korban yang mengajukan gugatan di Korea menjalankan gugatan di Amerika Serikat secara paralel, apakah timbul biaya tersendiri?
▶Tidak timbul. Jika menguasakan gugatan di Korea, gugatan di Amerika Serikat pun otomatis berjalan secara paralel, dan tidak ada uang muka atau biaya tambahan untuk itu. Hal yang sama berlaku bagi warga negara Amerika Serikat yang harus menjalankan gugatan Amerika Serikat secara tersendiri. Baik warga negara Amerika Serikat yang mendaftar melalui laman firma hukum SJKP, maupun yang mendaftar hanya untuk gugatan Amerika Serikat melalui laman Firma Hukum Daeryun (Perseroan Terbatas) di Korea, seluruh prosesnya berlangsung tanpa dipungut biaya. Karena gugatan ini merupakan kasus pertama yang diajukan di New York dengan dipimpin firma hukum Korea, prosesnya akan dijalankan secara sistematis dan bertahap tanpa membebani biaya kepada para korban.
―Nilai ganti rugi di Korea hanya kecil (300.000 hingga 1.000.000 won). Berapa perkiraan besarannya jika menuntut ganti rugi bersifat penghukuman (punitive damages) di Amerika Serikat?
▶Nilai putusan pengadilan Korea jauh lebih rendah dibandingkan penderitaan yang dialami para korban. Sebaliknya, di Amerika Serikat, struktur hukumnya memungkinkan bukan hanya pihak yang mengajukan gugatan, tetapi semua korban yang membuktikan fakta kerugiannya untuk memperoleh ganti rugi, dan skalanya jauh lebih besar hingga tak dapat dibandingkan dengan Korea. Khususnya, ganti rugi bersifat penghukuman memiliki makna melampaui sekadar kompensasi, yaitu memberi peringatan keras bahwa "perusahaan tidak boleh dijalankan dengan cara seperti ini". Jika pengadilan mengakui adanya iktikad buruk atau kelalaian berat pihak Coupang, putusan ganti rugi yang sangat besar dapat dijatuhkan.
―Kerugian kebocoran informasi yang sesungguhnya terjadi di Korea. Apakah gugatan terhadap badan hukum Amerika Serikat mungkin dilakukan?
▶Sangat mungkin. Perusahaan induk yang memiliki 100% saham Coupang Co., Ltd. adalah 'Coupang Inc.', badan hukum Delaware, Amerika Serikat. Pihak yang mengoordinasikan pengelolaan server, sistem kepegawaian, dan pengendalian internal adalah kantor pusat. Meskipun kerugian terjadi di Korea, kami akan meminta pertanggungjawaban langsung kepada perusahaan induk di Delaware atas fakta bahwa manajemen kantor pusat yang merancang dan mengelola sistem keamanan menghindari tanggung jawab tanpa mengambil langkah yang memadai.
―Apa dasar hukum konkret dari gugatan kelompok kali ini?
▶Intinya ada dua. Pertama, ketiadaan sistem pengawasan data dan pengendalian internal. Kedua, tidak adanya sama sekali pengakuan atau langkah pemulihan di tingkat kantor pusat setelah kejadian. Kebocoran informasi itu sendiri memang menjadi masalah, tetapi kegagalan penilaian manajemen dalam proses penanganan pascakejadian (business judgment & fiduciary duty) juga merupakan isu penting dalam gugatan. Kami akan menuntut pertanggungjawaban atas bagian ini hingga tuntas.
―Tampaknya ada pula isu hukum sekuritas seperti pelanggaran kewajiban keterbukaan informasi; mengapa mengajukan gugatan konsumen terlebih dahulu, bukan gugatan investor?
▶Ini pilihan strategis. Pengadilan Delaware secara tradisional menunjukkan kecenderungan yang sangat pro-bisnis (corporate-friendly) sehingga ambang gugatan pemegang saham tinggi. Karena itu, kami akan menempuh strategi mengajukan gugatan terlebih dahulu dengan berfokus pada kerugian pengguna (konsumen) di New York dan tempat lain untuk mengamankan yurisdiksi, lalu memperluas cakupan hingga ke bagian kerugian pemegang saham melalui perubahan surat gugatan (amendment).
―Bagaimana situasi para korban di Amerika Serikat dan luar negeri?
▶Perusahaan induk Coupang mengakuisisi perusahaan e-commerce Inggris 'Farfetch' dan lainnya sehingga memiliki data pengguna di Amerika Utara dan Eropa, dan di Korea beroperasi dengan nama R.LUX. Kemungkinan informasi mereka juga bocor dalam proses integrasi sistem sangat tinggi. Saat ini korban di kawasan Amerika Utara dan Eropa juga sedang dikumpulkan, dan kami berencana mencantumkan fakta kerugian dari seluruh dunia, termasuk mereka, dalam surat gugatan.
―Bagaimana keterkaitan antara pengaduan pidana di Korea dan gugatan perdata di Amerika Serikat?
▶Gugatan di Korea dinilai dengan berfokus pada kebocoran informasi yang terjadi di dalam Korea dan kerugian konsumen dalam negeri, sedangkan gugatan di Amerika Serikat bersifat mempertanyakan tanggung jawab pengelolaan dan pengawasan kantor pusat di Amerika Serikat yang berada pada struktur lebih tinggi, yakni kegagalan tata kelola pada tingkat global. Mengingat pengambil keputusan tertinggi Coupang adalah kantor pusat di Amerika Serikat dan dewan direksi serta manajemen telah menjalankan kewenangan inti terkait investasi keamanan dan risiko, peninjauan tanggung jawab hukum di Amerika Serikat menjadi keharusan. Selain itu, karena terdapat cukup banyak warga negara Amerika Serikat, pemegang izin tinggal tetap, dan pengguna yang berdomisili di Amerika Serikat, diperlukan pula prosedur tersendiri untuk pemulihan kerugian di Amerika Serikat. Alhasil, gugatan di kedua negara memiliki sudut pandang dan dasar hukum yang berbeda serta saling melengkapi.
―Apakah konsumen Korea wajib mengajukan gugatan di Korea untuk dapat ikut serta dalam gugatan di Amerika Serikat?
▶Pengadilan Amerika Serikat lebih memandang penting 'siapa yang menyebabkan' daripada kewarganegaraan. Karena itu, penduduk Korea pun tentu memiliki legal standing sebagai penggugat. Namun, karena secara strategis lebih menguntungkan untuk memperoleh bukti kerugian yang konkret melalui gugatan di Korea, kami sangat menyarankan menjalankan gugatan di kedua negara secara paralel. Menjalankan gugatan Amerika Serikat secara tersendiri dibatasi hanya untuk kasus khusus seperti warga negara Amerika Serikat.
―Jika korbannya sama, apa manfaat nyata dari mengajukan gugatan di Korea dan Amerika Serikat sekaligus?
▶Alasan terbesarnya adalah sistem 'discovery (pembukaan bukti)' Amerika Serikat. Penggeledahan dan penyitaan data internal kantor pusat Amerika Serikat oleh aparat penyidik Korea memiliki keterbatasan nyata. Namun, apabila gugatan Amerika Serikat berjalan, melalui prosedur discovery dapat dipaksakan pembukaan data internal yang tersembunyi seperti notulen rapat dewan direksi kantor pusat, rincian keputusan investasi keamanan, dan sistem pelaporan. Inilah yang akan menjadi 'smoking gun' inti gugatan kali ini.
―Kapan surat gugatan akan diajukan?
▶Perekrutan 40 penggugat yang merupakan syarat hukum minimum untuk mengajukan gugatan sudah tercapai (kini terkumpul lebih dari 200 orang). Kami bisa saja mengajukannya besok, tetapi karena alasan strategis, waktunya sedang dikoordinasikan. Pertama, hanya dengan menghimpun korban tidak hanya dari Korea tetapi dari seluruh dunia untuk memperbesar skala, kami dapat meyakinkan pengadilan Amerika Serikat secara pasti. Kedua, demi keamanan strategi gugatan. Untuk mencegah firma hukum lain ikut campur secara berlebihan atau meniru strategi sehingga membingungkan para korban, tanggal spesifiknya tidak dipublikasikan. Meski demikian, targetnya tetap pengajuan dalam tahun ini (sekitar Desember).
―Meski total skala gugatan disebut 700 juta dolar (sekitar 1 triliun won), jika dibagi dengan seluruh korban yang berjumlah 30 juta orang, hanya sekitar 20.000 hingga 30.000 won per orang. Apakah pemulihan kerugian yang nyata mungkin dilakukan?
▶Tidak demikian. Uang perdamaian (settlement) dalam gugatan kelompok Amerika Serikat umumnya dihitung dan dibagikan bukan untuk seluruh korban, melainkan untuk para penggugat yang benar-benar ikut serta dalam gugatan (class members). Karena itu, jumlah yang diterima orang yang tidak ikut gugatan berbeda dengan yang ikut. Dahulu, dalam kasus kebocoran informasi serupa seperti AT&T dan lainnya, seingat saya para korban menerima ganti rugi sekitar 600.000 won per orang. Tentu, dalam kasus kali ini, karena skala kerugian dan jumlah penggugat belum ditetapkan, sulit menyebut perkiraan nilai ganti rugi secara konkret sekarang, tetapi kami memperkirakan nilainya akan lebih tinggi daripada nilai ganti rugi umum yang bisa diperoleh dalam gugatan di Korea.
―Apakah sudah terkonfirmasi bahwa kantor pusat Amerika Serikat dapat mengakses server Korea?
▶Melalui riset sendiri, kami menemukan indikasi bahwa badan hukum Delaware (kantor pusat) mengelola sistem Korea. Namun, untuk memperoleh bukti fisik yang menentukan atas hal ini (seperti log server), prosedur discovery pengadilan mutlak diperlukan. Itulah justru alasan kami mengajukan gugatan. Hanya setelah gugatan dimulai, melalui kekuatan pemaksa hukum, kami dapat memperoleh data internal yang membuktikan tanggung jawab pengelolaan kantor pusat.
―Apa dasar utama untuk menilai bahwa pengadilan Amerika Serikat memiliki yurisdiksi?
▶Karena sifat 'lintas batas (multinational)' dari perkara ini. Kantor pusat berada di Amerika Serikat (Delaware), layanan platform di Korea, dan perusahaan pengembang keamanan di Tiongkok (Shanghai). Karena ini merupakan perkara pelanggaran data 'tanpa batas' di mana pelaku, korban, dan sistem pengelolaan tersebar di beberapa negara, wajar apabila pengadilan federal Amerika Serikat, bukan pengadilan wilayah tertentu, yang menangani perkara ini secara menyeluruh.
―Apa tuduhan konkret (cause of action) yang akan dicantumkan dalam surat gugatan?
▶Secara garis besar ada tiga: △kebocoran data (data breach), △pelanggaran undang-undang perlindungan konsumen (consumer protection), dan △pelanggaran kewajiban keamanan (security duty). Isu pelanggaran kewajiban keterbukaan informasi oleh pemegang saham (hukum sekuritas) juga ada, tetapi untuk sementara, demi berfokus pada perlindungan korban, kami akan menerapkan tuduhan terkait konsumen terlebih dahulu, lalu menempuh strategi menambah tuduhan atau menggabungkannya (multidistrict litigation) selama proses gugatan berjalan ke depan.
Ryu Jeong-min, koresponden (ryupd01@news1.kr)
[Baca artikel selengkapnya]
[Tanya Jawab] "Korban Coupang di Korea dapat menjalankan gugatan AS secara paralel tanpa biaya tambahan" (kunjungi)
Semua bidang Sekilas pandang
1/0
Reservasi Konsultasi Kunjungan
Jika ada masalah hukum, konsultasikan dengan pengacara spesialis Litigasi yang melibatkan warga asing di kantor terdekat