Bidang Praktik
Reservasi Konsultasi

2025-12-26

Coupang yang menimbulkan insiden kebocoran data pribadi berskala besar berturut-turut menghadapi gugatan kelompok di Amerika, tempat kantor pusatnya berada. Muncul perkiraan bahwa gugatan di Amerika dapat menjadi sumbu pemicu insiden Coupang, seiring risiko yudisial yang semakin membesar, termasuk bergabungnya firma hukum yang memimpin gugatan terkait skandal manipulasi emisi ‘Dieselgate’ Volkswagen, produsen mobil terbesar Jerman, pada 2015.
Firma hukum Amerika Hagens Berman pada tanggal 24 lalu (waktu setempat) menyatakan, “Kami mengajukan gugatan kelompok terhadap Coupang Inc Amerika, perusahaan induk Coupang, mewakili para investor Coupang.” Hagens Berman adalah firma hukum yang dinilai untuk pertama kalinya mengajukan gugatan terkait Dieselgate Volkswagen yang mengguncang industri otomotif dunia 10 tahun lalu di Amerika, dan berperan memimpin dalam menghasilkan ganti rugi 14,7 miliar dolar (saat itu sekitar 17 triliun won).
Firma hukum ini mengatakan, “Gugatan kali ini berfokus pada ada-tidaknya (Coupang) menyesatkan para investor mengenai kelayakan protokol keamanan siber.” Ia juga mengatakan, “Ada-tidaknya sistem pengungkapan Coupang cukup untuk memberitahukan secara tepat waktu kepada para investor dalam waktu 4 hari setelah terjadinya insiden keamanan siber yang berat pun menjadi isu.” Coupang melaporkan fakta terkait kepada otoritas keuangan Amerika pada tanggal 16 lalu (waktu setempat), sekitar sebulan setelah saat menyadari insiden kebocoran (tanggal 18 bulan lalu). Yaitu bahwa Coupang melanggar ketentuan yang mengharuskan pengungkapan dalam waktu 4 hari kerja saat terjadi insiden keamanan siber yang berat.
Firma hukum ini berencana merekrut tambahan investor Coupang Inc yang dirugikan hingga 17 Februari tahun depan.
Kalangan industri mengemukakan perkiraan apakah risiko yudisial yang berasal dari Amerika akan menjadi sumbu pemicu insiden Coupang. Khususnya, karena di Amerika terdapat ‘sistem discovery (pembukaan bukti)’ yang mengharuskan para pihak saling mengungkapkan bukti yang mereka miliki sebelum persidangan dimulai dalam gugatan perdata, apabila gugatan firma-firma hukum dikabulkan, Coupang Inc mungkin harus mengungkapkan data sensitif seperti notulen rapat internal dan surel. Bahwa besaran ganti rugi dapat melonjak secara astronomis apabila ganti rugi punitif diterapkan pun menjadi alasan menyoroti gugatan di Amerika.
Pada tanggal 18 lalu (waktu setempat), Pengacara Laurence Rosen dan para pemegang saham Amerika Coupang Inc mengajukan gugatan kelompok dengan alasan “akibat protokol keamanan Coupang yang tidak layak, mantan pegawai mengakses informasi pelanggan tanpa izin selama 6 bulan”. Mereka mengedepankan ‘kerusakan nilai pemegang saham akibat kegagalan keamanan’ dan pengungkapan yang buruk sebagai alasan gugatan. Badan hukum Amerika Firma Hukum Daeryun Korea (SJKP) pun tengah menyiapkan gugatan kelompok konsumen terhadap Coupang Inc.
Wartawan Lee Young-gwan ykwan@chosun.com
[Baca artikel selengkapnya]
Apakah gugatan AS jadi ‘sumbu pemicu’ Coupang... firma hukum yang pertama menggugat ‘Dieselgate’ Volkswagen bergabungSemua bidang Sekilas pandang
1/0
Reservasi Konsultasi Kunjungan
Jika ada masalah hukum, konsultasikan dengan pengacara spesialis Litigasi yang melibatkan warga asing di kantor terdekat