Bidang Praktik
Reservasi Konsultasi

2026-02-24

Seorang pria berusia 40-an yang telah diselidiki atas dugaan menyebabkan kecelakaan lalu kabur dalam proses pindah jalur memperoleh keputusan tidak dituntut.
Pada tanggal 24, menurut kalangan hukum, Cabang Cheonan Kejaksaan Distrik Daejeon pada Januari lalu menjatuhkan keputusan tidak dituntut kepada pengemudi A yang disangka melarikan diri setelah menyebabkan luka menurut Undang-Undang Penghukuman Berat Kejahatan Tertentu.
A didakwa menyebabkan kecelakaan tanpa kontak pada September 2024 saat mengemudikan mobil dalam proses berpindah dari jalur 2 ke jalur 1.
Saat itu pengemudi sepeda motor B yang melaju di belakang hendak berpindah jalur bersamaan dengan A lalu mengerem mendadak dan terjatuh; akibat kecelakaan ini B mengalami luka berat yang memerlukan perawatan 12 minggu.
Setelah itu A meninggalkan lokasi tanpa tindakan pertolongan tersendiri sehingga diselidiki.
A membantah dugaan tersebut.
Ia memang melihat sepeda motor terjatuh tepat setelah pindah jalur, tetapi tidak menyadari bahwa kecelakaan itu terjadi karena dirinya.
Ia juga berpendapat bahwa saat itu sepeda motor melaju lebih cepat dari batas kecepatan sehingga ia mengira B terjatuh karena mengerem mendadak sendiri.
Polisi menilai dugaan terbukti berdasarkan antara lain fakta bahwa A meninggalkan lokasi tepat setelah kecelakaan, dan melimpahkan perkara ke Kejaksaan.
Namun, penilaian Kejaksaan berbeda.
Setelah meninjau rekaman kotak hitam, latar belakang kecelakaan, kondisi jalan, dan lainnya, Kejaksaan menilai A sulit menyadari fakta bahwa kecelakaan terjadi karena dirinya.
Kejaksaan menjelaskan, khususnya, bahwa pengemudi sepeda motor saat itu melaju melampaui batas kecepatan 30 km/jam, dan bagi A ada kemungkinan ia mengira korban menyebabkan kecelakaan tunggal akibat kondisi jalan dan lainnya dalam proses mengurangi kecepatan.
Kejaksaan menambahkan bahwa mengingat A setelah kecelakaan mematuhi lampu lalu lintas dan berkendara sesuai arus lalu lintas umum, sulit mengakui adanya kesengajaan untuk melarikan diri atau menghindari tindakan pertolongan meski menyadari kecelakaan.
Pengacara Firma Hukum Daeryun Yun Da-som yang mewakili A menyatakan, "Dalam kecelakaan tanpa kontak yang terjadi tepat setelah pindah jalur, ada tidaknya kesadaran akan kecelakaan adalah pokok persoalan utama," serta "Kami dapat menghasilkan keputusan tidak dituntut dengan menerangkan secara hukum bahwa bila menggabungkan kecepatan laju sepeda motor, pola kecelakaan, dan perilaku berkendara setelahnya, cukup besar kemungkinan klien tidak menyadari penyebab kecelakaan."
#peristiwa #tidak_dituntut #melarikan_diri_menyebabkan_luka #kesadaran_kecelakaan
Shin Min-ji (sourminjee@ikbc.co.kr)
[Baca artikel selengkapnya]
Sepeda motor mengalami kecelakaan luka berat akibat pindah jalur...apa alasan 'tidak dituntut' pengemudi yang meninggalkan lokasi? (kunjungi)
Semua bidang Sekilas pandang
1/0
Reservasi Konsultasi Kunjungan
Jika ada masalah hukum, konsultasikan dengan pengacara spesialis Litigasi yang melibatkan warga asing di kantor terdekat