Bidang Praktik
Reservasi Konsultasi

2026-03-06

Seorang perempuan berusia 50-an yang menarik uang dari rekening untuk menyiapkan biaya rumah sakit ayahnya yang berusia 90-an dan sedang dirawat dalam keadaan tidak sadarkan diri, dilimpahkan ke persidangan tetapi memperoleh putusan bebas.
Kantor Cabang Nonsan Pengadilan Distrik Daejeon pada Januari lalu menjatuhkan putusan bebas kepada A yang didakwa atas dugaan pemalsuan dokumen swasta.
A dituduh pada Mei tahun lalu di sebuah lembaga keuangan di Nonsan membuat 2 lembar slip penarikan atas nama ayahnya yang sedang dirawat dan membubuhkan stempel lalu menarik sekitar 12,15 juta won Korea Selatan.
Kejaksaan Korea Selatan mendakwa A atas dugaan pemalsuan dokumen swasta dengan alasan ia menyalahgunakan nama ayahnya yang tidak sadar untuk membuat dokumen dan menarik simpanan.
A menyangkal dugaan sepenuhnya.
Yaitu bahwa saat itu ayahnya dalam keadaan tidak sadar dan urusan keuangan biasanya dikelola ibunya, dan ia hanya mengunjungi lembaga keuangan atas permintaan ibunya yang harus menyiapkan biaya rumah sakit.
A juga mendalilkan bahwa jumlah yang ditarik saat itu seluruhnya ditransfer ke rekening ibunya dan benar-benar digunakan sebagai biaya pengobatan.
Pengadilan menerima argumen A dan menjatuhkan putusan bebas.
Pertama, majelis hakim menyatakan, "Bila melihat bahwa petugas kasir menilai tidak ada masalah atas perbuatan terdakwa dan ibunya yang mendampingi ke lembaga keuangan lalu menarik uang dari rekening mendiang, wajar memandang bahwa petugas pun mengetahui keadaan bahwa ibunya biasa mengelola rekening ayahnya."
Majelis lalu menyatakan, "Tidak dapat dipandang A memiliki kesengajaan memalsukan dokumen swasta, dan sekalipun kesengajaan diakui, dapat diakui adanya persetujuan yang diperkirakan dari mendiang atas perbuatan membuat slip penarikan."
Byeon Gwan-hun, pengacara Firma Hukum Daeryun yang mewakili A, menjelaskan, "Pemalsuan dokumen swasta berarti kasus ketika orang yang tidak memiliki kewenangan membuat menyalahgunakan nama orang lain untuk membuat dokumen, dan bila ada persetujuan tegas atau diam-diam dari pemilik nama, atau bila menurut segala keadaan diperkirakan pemilik nama tentu akan menyetujui bila mengetahuinya, sulit dipandang sebagai pemalsuan."
Pengacara Byeon menambahkan, "Dengan menjelaskan kebiasaan pengelolaan harta antar-keluarga, rincian penggunaan dana yang sebenarnya, dan latar belakang pembuatan dokumen bersama bahan objektif, kami menjelaskan secara konkret keadaan yang membuatnya sulit dipastikan sebagai pemalsuan," dan "ini adalah putusan ketika majelis hakim mengakui bahwa niat kejahatan tidak dapat disimpulkan hanya dari perbuatan formal."
#Peristiwa #TidakBersalah #PemalsuanDokumenSwasta
Shin Min-ji(sourminjee@ikbc.co.kr)
[Baca artikel selengkapnya]
Putri berusia 50-an yang menarik uang dari rekening ayahnya yang tidak sadarkan diri...bebas dari 'pemalsuan dokumen swasta' (buka tautan)
Semua bidang Sekilas pandang
1/0
Reservasi Konsultasi Kunjungan
Jika ada masalah hukum, konsultasikan dengan pengacara spesialis Litigasi yang melibatkan warga asing di kantor terdekat