Bidang Praktik
Reservasi Konsultasi

2026-04-02

Belakangan ini Pengadilan Tata Usaha Negara Seoul menambah majelis khusus kekerasan sekolah dari semula 2 menjadi 4. Ini merupakan langkah menyusul lonjakan tajam penerimaan perkara terkait sejak pembentukan majelis khusus pada 2023. Nyatanya, jumlah perkara gugatan tata usaha negara kekerasan sekolah yang diterima pengadilan tata usaha negara per tahun melonjak dari 51 perkara pada 2022 menjadi 134 perkara pada 2025. Artinya, tujuan akhir penyelesaian perkara kekerasan sekolah nyatanya menjadi ruang sidang.
Di balik makin sengitnya respons hukum orang tua dan siswa terdapat rasa krisis bahwa hasil penetapan Komite Musyawarah Penanggulangan Kekerasan Sekolah (Komite Kekerasan Sekolah) berhubungan langsung dengan masa depan siswa. Catatan sanksi disiplin Komite Kekerasan Sekolah di bawah Kantor Dukungan Pendidikan tercatat dalam buku catatan kehidupan sekolah dan memberi dampak fatal pada jalur karier seperti seleksi masuk universitas ke depan. Nyatanya, pada seleksi masuk universitas tahun ajaran 2026, dari 3.273 peserta ujian yang riwayat pelaku kekerasan sekolahnya terpastikan, 75% atau 2.460 orang diketahui tidak lulus.
Namun, belakangan ini sering pula terjadi kasus di mana bahkan sekadar pertengkaran atau kesalahpahaman menjadi sengketa secara berlebihan sehingga seseorang secara tidak adil menerima sanksi berat. Ada pula kasus di mana percakapan bercanda antarsiswa sekelas berujung pada penetapan pindah sekolah, tetapi kemudian karena diakui adanya perdamaian dengan siswa korban dan lainnya, pengadilan menjatuhkan putusan pembatalan penetapan. Hal ini mengisyaratkan bahwa kesempatan untuk membenahi penetapan yang tidak masuk akal melalui gugatan tata usaha negara kekerasan sekolah jelas ada.
Kim Dae-won, pengacara Firma Hukum Daeryun (Perseroan Terbatas), menjelaskan, “Untuk gugatan tata usaha negara kekerasan sekolah yang berhasil, pengumpulan bukti yang objektif dan jelas sejak tahap awal adalah keharusan. Pertama, apabila seseorang secara tidak adil ditunjuk sebagai pelaku atau menerima sanksi yang berlebihan, ia harus berfokus membuktikan bahwa perbuatan tersebut tidak memenuhi unsur pembentuk kekerasan sekolah. Perlu mengungkap konteks perkara melalui riwayat percakapan pesan dan surat konfirmasi fakta dari siswa sekitar, serta mempersengketakan secara hukum cacat prosedural dalam proses penyelidikan Komite Kekerasan Sekolah atau kepatutan tingkat sanksi.”
Ia melanjutkan, “Sebaliknya, pihak siswa korban harus mencegah kerugian sekunder yang timbul akibat hukuman ringan bagi siswa pelaku atau penanganan sekolah yang setengah hati. Ia harus meyakinkan majelis hakim dengan mendalilkan sifat melawan hukum penetapan yang ada berdasarkan data objektif seperti surat diagnosis rumah sakit atau catatan konseling psikologis.”
Pengacara Kim Dae-won menyampaikan, “Yang perlu diperhatikan adalah fakta bahwa pengajuan gugatan saja tidak menghentikan keberlakuan sanksi. Untuk mencegah tindakan sanksi dijalankan atau tercatat dalam buku catatan kehidupan sekolah selama masa gugatan, wajib menjalankan ‘permohonan penundaan pelaksanaan’ bersamaan dengan gugatan tata usaha negara. Harus diungkap secara konkret baik kerugian yang sulit dipulihkan yang akan timbul akibat penetapan maupun dampaknya terhadap kesejahteraan umum, dan sesuai putusan Mahkamah Agung Korea Selatan Nomor 2025Mu565 baru-baru ini, kemungkinan memenangkan tuntutan pokok pun harus dijelaskan secara memadai. Permohonan penundaan pelaksanaan menuntut persiapan yang cermat setara dengan gugatan pokok.”
Ia melanjutkan, “Gugatan tata usaha negara kekerasan sekolah adalah sengketa hukum yang berat yang disertai beban pembuktian yang jelas. Jika menginginkan pembatalan atau keringanan sanksi, respons emosional yang subjektif harus disingkirkan. Hanya pengumpulan bukti yang berlandaskan fakta, keterangan yang konsisten, dan penanganan tertata sesuai prosedur yang sah yang menjadi jalan pasti untuk menjaga masa depan siswa.”
[Baca artikel selengkapnya]
Gugatan tata usaha negara kekerasan sekolah yang meningkat, harus dimenangkan dengan bukti, bukan emosi (kunjungi)
Semua bidang Sekilas pandang
1/0
Reservasi Konsultasi Kunjungan
Jika ada masalah hukum, konsultasikan dengan pengacara spesialis Litigasi yang melibatkan warga asing di kantor terdekat